Bittime - Tradisi lama pendanaan startup melalui jalur perbankan atau investor konvensional kini mendapat tantangan serius dari kehadiran crypto fundraising. Metode ini menawarkan skema pendanaan baru yang lebih lincah dan demokratis.
Artikel ini akan mengupas seluk beluk crypto fundraising, jenis-jenisnya, dan perbedaan mendasar dengan penggalangan dana secara tradisional.
Skema Putaran Pendanaan ala Kripto
Crypto fundraising memiliki tahapan mirip dengan model pendanaan startup pada umumnya. Dimulai dari tahap pre-seed, di mana keluarga dan teman dekat biasanya menjadi sumber pendanaan awal.
Selanjutnya, proyek akan memasuki tahap seed round, yaitu putaran pendanaan awal yang lebih serius. Tahapan berikutnya adalah series A, B, dan C. Sebagai contoh, Draper Labs, sebuah perusahaan blockchain terkemuka, berhasil mengumpulkan total $300 juta melalui rangkaian pendanaan series A, B, dan C.
Investor terkenal seperti VY Capital, Lightspeed Venture Partners, dan DST Global turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut (data dari Blockchain.com).
Cek Market Crypto Hari Ini:
Empat Jenis Crypto Fundraising
Mari kita bahas empat jalur utama yang bisa Anda tempuh untuk menggelar crypto fundraising bagi proyek Anda:
Venture Capital (VC)
Pasar kripto tengah menjadi primadona bagi para Venture Capital (VC) karena potensi keuntungan yang menjanjikan. Pendanaan bisa berasal dari perusahaan VC mapan ataupun perusahaan kripto ternama.
Coinbase, salah satu exchange kripto terbesar, bahkan memiliki lengan VC sendiri bernama Coinbase Ventures. Perlu dicatat, VC umumnya mensyaratkan produk minimal viable product (MVP) yang sudah jadi sebelum menggelontorkan dana.
Baca juga: Mengapa USDT Staking Menjadi Pilihan Populer di Dunia Kripto?
Angel Investor
Berbeda dengan VC yang mewakili perusahaan, Angel Investor adalah investor perorangan. Mereka kerap terlibat aktif dalam manajemen proyek dan menawarkan keahlian, jaringan, dan eksposur sebagai imbalan atas kepemilikan saham perusahaan rintisan.
Initial Coin Offering (ICO)
Ini adalah metode penggalangan dana fundamental di jagat kripto. Para entrepreneur menawarkan token kepada investor, yang pada dasarnya memiliki utilitas tertentu dalam proyek.
ICO sempat menjadi motor penggerak pertumbuhan pesat pasar kripto di tahun 2017. Namun, perlu diingat bahwa banyak proyek ICO yang gagal atau berujung penipuan. Akibatnya, metode ICO kini mulai ditinggalkan dan digantikan skema lain yang lebih transparan dan aman seperti IEO dan IDO.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Initial Exchange Offering (IEO)
IEO serupa dengan ICO, namun dengan dua perbedaan krusial. Pertama, hanya proyek terpilih yang bisa menggelar IEO di exchange tertentu. Reputasi exchange tersebut menjadi jaminan tambahan bagi investor.
Kedua, investor mendapat kepastian bahwa token yang mereka beli akan terdaftar di exchange tersebut, sehingga memudahkan mereka untuk menjualnya kembali. Selain itu, proses KYC dan AML yang wajib dijalani investor dan tim startup turut menekan risiko penipuan.
Initial DEX Offering (IDO)
Ini adalah tren terbaru dalam crypto fundraising. Mirip dengan IEO, IDO hanya terbuka untuk proyek yang sudah lolos kurasi. Namun, alih-alih diseleksi panel ahli, komunitas pengguna exchange terdesentralisasi (DEX) yang akan menentukan apakah sebuah proyek layak menggelar IDO di platform mereka.
Transparansi kian ditingkatkan karena seluruh transfer dana diatur oleh smart contract, tanpa melibatkan pihak ketiga. Namun, perlu dicatat bahwa regulasi terkait IDO mungkin akan berubah seiring perkembangan kebijakan di berbagai negara.
Baca juga: Sejarah dan Evolusi Initial DEX Offering (IDO) dalam Ekosistem DeFi
Perbedaan Crypto Fundraising dan Pendanaan Tradisional
Ada beberapa perbedaan mendasar antara crypto fundraising dan pendanaan tradisional:
Regulasi
Crypto fundraising masih tergolong baru dan dinamis sehingga aturan mainnya belum seketat pendanaan tradisional. Beberapa negara bahkan dikenal ramah kripto, seperti El Salvador dan Dubai.
Perlindungan Investor
Investor dalam pendanaan tradisional umumnya memiliki hak suara dan hak atas keuntungan perusahaan. Hal ini belum tentu berlaku di crypto fundraising. Hanya proyek berbasis Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang menawarkan hak suara kepada investor kripto melalui token khusus.
Potensi Keuntungan
Investor kripto berpeluang cuan dari kenaikan harga token dan utilitas token tersebut dalam ekosistem proyek. Sementara investor tradisional umumnya mengandalkan kenaikan nilai kepemilikan saham dan dividen.
Siapa Saja Investor dalam Crypto Fundraising?
Ada berbagai pihak yang berminat berpartisipasi dalam crypto fundraising, mulai dari investor perorangan, VC, hedge fund, hingga institusi keuangan. Beberapa investor tertarik pada potensi keuntungan tinggi dari ICO, sementara lainnya ingin mendukung pengembangan teknologi blockchain yang inovatif.
Menurut laporan oleh Outlook, saat ini terdapat lebih dari 300 dana kripto yang aktif menyalurkan modal. Berikut beberapa contoh dana VC kripto terbesar:
Block Media Labs
Firma VC yang menyediakan modal dan konsultasi bisnis bagi perusahaan kripto. Selain pendanaan, Block Media Labs membantu startup kripto menyusun strategi bisnis dan memilih anggota dewan yang tepat.
Pantera Capital
Hedge fund asal Amerika yang fokus pada kripto dan merupakan hedge fund kripto terbesar di dunia berdasarkan AUM. Didirikan oleh Dan Morehead pada tahun 2003, Pantera Capital telah berinvestasi di perusahaan blockchain dan aset digital sejak tahun 2013.
Sequoia
Sequoia fokus pada investasi tahap awal dan pertumbuhan di perusahaan teknologi swasta, termasuk di sektor teknologi bersih, internet konsumen, kripto, layanan keuangan, kesehatan, mobile, dan robotika.
Binance Labs
Binance Labs mencari dan mendukung wirausahawan, startup, dan komunitas blockchain yang sukses. Mereka juga berinvestasi dan mendanai proyek bisnis yang mendukung perluasan ekosistem blockchain yang lebih luas.
Dragonfly Capital
Perusahaan perbankan investasi Dragonfly Capital memiliki kantor di Charleston, Carolina Selatan dan Charlotte, Carolina Utara. Dragonfly Capital fokus pada kebutuhan unik manajemen dan pemilik perusahaan kecil dan menengah.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kesimpulan
Crypto fundraising telah merevolusi cara startup mengumpulkan modal. Dengan kemunculan Initial Coin Offerings (ICOs) dan Initial DEX Offering (IDOs), startup kini dapat melewati jalur pendanaan tradisional dan terhubung dengan kumpulan investor global.
Meskipun ada tantangan dan risiko yang terkait dengan pasar kripto, manfaat fundraising dengan cara ini signifikan, termasuk aksesibilitas yang lebih tinggi, hambatan masuk yang rendah, dan proses fundraising yang lebih efisien.
Dengan pertumbuhan dan kematangan pasar kripto yang berkelanjutan, kemungkinan besar semakin banyak startup yang akan mempertimbangkan crypto fundraising sebagai opsi yang layak untuk kebutuhan pendanaan mereka.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu DEX Screener? Ini 7 DEX Screener Tool yang Harus Diketahui!
6 Cold Wallet Terbaik Supaya Aset Kripto Kamu Tetap Aman
Kenapa Cold Wallet Penting buat Simpan Aset Kripto?
Apa Itu Cold Storage Crypto? Ini Tempat untuk Amankan Aset Kriptomu!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.