Bittime - Menurut Coin Metrics, kerugian akibat pencurian cryptocurrency mencapai angka USD 14 miliar (sekitar Rp 201 triliun) pada tahun 2021. Ini menunjukkan pentingnya penggunaan cold storage untuk mengamankan aset kripto. Nah, artikel ini akan membahas mengenai apa itu cold storage hingga jenis-jenisnya!
Keamanan aset kripto menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan. Serangan hacker dan pencurian online marak terjadi, membuat para pemilik kripto mencari cara untuk mengamankan kepemilikan mereka.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Nah, salah satu cara yang paling efektif untuk mengamankan aset kripto kamu adalah dengan menggunakan cold storage. Istilah ini mungkin terdengar asing, namun konsepnya sebenarnya cukup sederhana.
Baca juga: Apa Itu Airdrop JasmyCoin $JASMY? Pastikan Ikuti Langkah Ini
Cold storage, secara harfiah diterjemahkan menjadi penyimpanan dingin, adalah metode menyimpan private key (kunci privat) cryptocurrency kamu secara offline. Untuk memahami cold storage, penting untuk terlebih dahulu memahami konsep dompet kripto (cryptocurrency wallet).
Apa Itu Crypto Wallet?
Dompet kripto berfungsi layaknya dompet pada umumnya, namun dompet ini menyimpan kunci kripto alih-alih uang tunai. Setiap dompet kripto memiliki dua jenis kunci: public key (kunci publik) dan private key (kunci privat).
Public key berperan seperti alamat email, digunakan untuk menerima dan mengirim kripto. Sementara private key berfungsi sebagai akses untuk mengontrol kepemilikan kripto kamu.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Mengapa Cold Storage Penting?
Keamanan private key sangat krusial. Jika private key kamu bocor atau dicuri, maka kepemilikan kripto kamu bisa diambil alih oleh pihak lain. Umumnya, dompet kripto terhubung dengan internet, yang membuatnya rentan terhadap serangan siber. Inilah mengapa cold storage menjadi penting.
Dengan menyimpan private key secara offline, risiko pencurian online dapat diminimalisir.
Baca juga: Apa Itu Airdrop Mon Protocol (MON)? Berikut Panduan Lengkapnya
Jenis-jenis Cold Storage
Ada beberapa metode cold storage yang bisa kamu pilih, dengan tingkat keamanan dan kemudahan akses yang berbeda-beda. Berikut beberapa di antaranya:
Paper Wallet
Metode ini tergolong jadul, namun masih banyak digunakan. kamu cukup menuliskan private key pada secarik kertas dan menyimpannya di tempat yang aman. Pastikan kertas yang digunakan berkualitas baik dan tahan lama, seperti kertas arsip.
Hardware Wallet
Hardware wallet berbentuk seperti USB drive yang dapat menyimpan private key kamu secara offline. Perangkat ini biasanya dilengkapi dengan fitur keamanan tambahan seperti PIN dan enkripsi.
Beberapa hardware wallet bahkan menawarkan fitur multi-signature, yang mengharuskan beberapa konfirmasi untuk melakukan transaksi.
Deep Cold Storage
Ini adalah metode penyimpanan yang sangat tidak mudah diakses. Biasanya deep cold storage melibatkan penyimpanan hardware wallet di lokasi terpencil, seperti safety deposit box di bank atau bahkan dikubur.
Metode ini menawarkan keamanan tingkat tinggi. Namun, metode ini juga membuat proses akses ke kripto kamu menjadi lebih lama.
Tips Menggunakan Cold Storage
- Riset dan Pilih Perangkat Terpercaya: Pastikan kamu memilih hardware wallet dari produsen bereputasi baik.
- Backup Private Key: Selalu buat backup private key kamu dan simpan di lokasi terpisah.
- Gunakan PIN dan Enkripsi: Aktifkan fitur keamanan tambahan yang ditawarkan oleh perangkat cold storage kamu.
- Simpan di Tempat Aman: Pilih lokasi penyimpanan yang aman dari kerusakan fisik, seperti kebakaran atau banjir.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kesimpulan
Cold storage menawarkan keamanan tingkat tinggi untuk melindungi aset kripto kamu. Namun, perlu diingat bahwa semakin tinggi keamanan, biasanya semakin sulit untuk diakses. Pilihlah metode cold storage yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan kamu.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Keuntungan dan Risiko XRP Staking: Apakah Layak Dicoba?
Platform Terbaik untuk ETH Staking: Apa Saja Itu?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.