Bittime - Dunia penelitian tengah diramaikan dengan kehadiran tren baru, yaitu Decentralized Science (DeSci). DeSci hadir sebagai angin segar yang berupaya menjawab tantangan klasik dalam penelitian, seperti akses informasi yang terbatas, pendanaan yang rumit, serta sistem penghargaan yang bias.
DeSci lahir dari perpaduan dua gerakan besar: gerakan reformasi sistem pendanaan dan berbagi pengetahuan dalam komunitas ilmiah, serta gerakan desentralisasi kepemilikan dan nilai dalam ranah kripto. Dengan kata lain, DeSci menawarkan konsep dimana penelitian bisa lebih terbuka, transparan, dan demokratis.
Mari simak artikel ini untuk memahami lebih dalam mengenai DeSci, mulai dari motivasi kemunculannya, fitur-fitur utamanya, perdebatan yang menyertainya, hingga peluang dan tantangan yang dihadapi.
Apa itu DeSci?
DeSci adalah singkatan dari Decentralized Science, yang berarti "Sains Terdesentralisasi". DeSci bertujuan untuk membuat penelitian ilmiah lebih terbuka, transparan, dan demokratis dengan memanfaatkan teknologi blockchain.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Mengapa DeSci Muncul?
Paradigma penelitian saat ini menghadapi berbagai persoalan. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah sulitnya mendapatkan pendanaan. Para ilmuwan bisa menghabiskan hingga separuh waktu mereka untuk menulis proposal penelitian, namun belum tentu berhasil.
Sistem pemberian dana penelitian pun kerap kali didasarkan pada metrik seperti indeks-h yang mengukur dampak publikasi. Akibatnya, para ilmuwan terdorong untuk mengejar penelitian yang sensasional ketimbang penelitian yang penting namun kurang menarik perhatian.
Baca juga: Metal L2 Siap Melakukan Upgrade Smart Contract pada 24 Juni
Selain itu, akses informasi juga menjadi problematika tersendiri. Banyak pengetahuan ilmiah yang terkunci di balik jurnal berbayar dan basis data privat, sehingga menghambat laju kemajuan sains.
Open Science, gerakan yang muncul sekitar satu dekade lalu, berupaya mengatasi persoalan akses informasi ini. Gerakan ini mendorong akses terbuka terhadap temuan ilmiah. Namun, efektivitas Open Science masih diperdebatkan.
Sebagai contoh, jurnal ilmiah justru merespon gerakan ini dengan model bisnis "pay-to-publish". Para ilmuwan yang didanai publik harus membayar untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka. Beberapa akademisi berpendapat bahwa mandat akses terbuka justru semakin memusatkan kekuatan di tangan penerbit besar.
Cara Beli Kripto:
Bagaimana Cara Kerja DeSci?
DeSci menggunakan beberapa teknologi blockchain utama untuk mencapai tujuannya, antara lain:
-
Smart Contract: Smart contract adalah program komputer yang berjalan di atas blockchain dan secara otomatis mengeksekusi perjanjian antara dua pihak. Dalam DeSci, smart contract dapat digunakan untuk:
- Mendaftarkan dan memverifikasi data penelitian
- Memfasilitasi proses peer review
- Mendistribusikan dana penelitian kepada ilmuwan
- Melacak kepemilikan dan hak cipta hasil penelitian
-
Token: Token adalah aset digital yang mewakili nilai tertentu. Dalam DeSci, token dapat digunakan untuk:
- Memberikan insentif kepada ilmuwan untuk berpartisipasi dalam proyek penelitian
- Membiayai penelitian ilmiah
- Memberikan akses kepada data dan hasil penelitian
-
Decentralized Autonomous Organizations (DAO): DAO adalah organisasi yang beroperasi secara otonom tanpa hierarki tradisional. Dalam DeSci, DAO dapat digunakan untuk:
- Mengelola proyek penelitian
- Mengumpulkan dana untuk penelitian
- Membuat keputusan tentang arah penelitian
Manfaat DeSci
DeSci menawarkan beberapa manfaat potensial bagi dunia penelitian, antara lain:
- Meningkatkan aksesibilitas: DeSci dapat membuat data dan hasil penelitian lebih mudah diakses oleh para ilmuwan dan masyarakat umum.
- Meningkatkan transparansi: DeSci dapat membuat proses penelitian lebih transparan dan akuntabel.
- Meningkatkan efisiensi: DeSci dapat membantu mengotomatisasi tugas-tugas penelitian dan mengurangi birokrasi.
- Meningkatkan demokrasi: DeSci dapat memberikan suara yang lebih besar kepada para ilmuwan dan masyarakat dalam menentukan arah penelitian.
Tantangan DeSci
Meskipun DeSci menawarkan banyak manfaat potensial, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain:
- Adopsi: Masih banyak ilmuwan yang belum familiar dengan teknologi blockchain dan belum yakin untuk menggunakannya dalam penelitian mereka.
- Regulasi: Belum ada regulasi yang jelas untuk DeSci, yang dapat menimbulkan ketidakpastian hukum.
- Teknologi: Teknologi blockchain masih dalam tahap awal pengembangan, dan masih ada beberapa keterbatasan yang perlu diatasi.
Kesimpulan
DeSci adalah teknologi baru yang menjanjikan untuk merevolusi cara kerja penelitian ilmiah. DeSci memiliki potensi untuk meningkatkan aksesibilitas, transparansi, efisiensi, dan demokrasi dalam penelitian. Namun, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi sebelum DeSci dapat diadopsi secara luas.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
5 Proyek Kripto DeSci Paling Top, Cek di Sini!
Metal L2 Siap Melakukan Upgrade Smart Contract pada 24 Juni
Decentralized Science (DeSci) Akan Jadi Tren Baru, Ini Buktinya!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.