Bittime - CBDC menurut pandangan Islam, pondasi religius dalam lanskap keuangan masa depan. Pemahaman mengenai relasi CBDC dengan perspektif Islam tentu sangat penting bagi umat Muslim.
Mengingat, umat muslim memiliki akidah tegas terhadap sektor keuangan dengan prinsip-prinsip tertentu yang harus terpenuhi dan yang harus dihindari.
Berikut adalah ulasan CBDC menurut pandangan Islam, pondasi religius dalam lanskap keuangan masa depan.
Pengertian Apa itu CBDC
CBDC atau Central Bank DIgital Currency, yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘mata uang digital sentral’, adalah bentuk versi digital dari mata uang fiat yang diterbitkan oleh otoritas keuangan pusat suatu negara.
CBDC termasuk inovasi baru yang mengadopsi dari praktik cryptocurrency, namun memiliki perbedaan yang bertolak belakang.
Apabila cryptocurrency mengedepankan desentralisasi dan inklusivitas dalam pengelolaannya, maka CBDC berada di sisi sebarang, yakni membentuk sentralisasi uang digital dengan kendali penuh atas mata uang digital tersebut.
Hingga saat ini terdapat dua jenis CBDC, di antaranya:
1. CBDC Retail
Penggunaan mata uang digital CBDC untuk keperluan atau transaksi sehari-hari
2. CBDC Wholesale
Penggunaan mata uang digital CBDC oleh instansi keuangan untuk transaksi antarbank dan transaksi besar lainnya
Cek Market Crypto Hari Ini:
CBDC Menurut Pandangan Islam
Dalam CBDC menurut pandangan Islam, yang menjadi pijakan utama adalah bagaimana CBDC berdiri pada konteks fiqh muamalah.
Pada konteks fiqh muamalah, CBDC dapat diterima keabsahan serta kegunaannya apabila memenuhi empat (4) fungsi dasar, yakni:
- CBDC dapat menjadi instrumen penyimpan nilai
- CBDC dapat digunakan sebagai satuan hitung
- CBDC dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat tukar
- CBDC bisa digunakan untuk mengukur nilai barang atau jasa
Apabila CBDC memenuhi empat prinsip keabsahan fiqh muamalah di atas, maka CBDC bisa dianggap sah sebagai alat pembayaran menurut pandangan Islam, terlepas dari praktiknya yang nantinya jelas melibatkan sistem perbankan yang rawan riba.
CBDC sebagai Ma Fid Dzimmah
CBDC menurut pandangan Islam, apabila relevan, maka CBDC juga bisa disebut ma fid dzimmah atau harta berjamin.
Menurut Ibn ‘Irfah, yang dikutip oleh ‘Ubaid al-Harawi, dalam kitabnya yang berjudul Al-Gharibin fil Qur’an wa al-Hadits dijelaskan bahwa dzimmah memiliki makna dhaman
Terjemahan: “Ibn Irfah berujar, bahwa dzimmah adalah dhaman, oleh karenanya sering terdengar ucapan: ‘itu adalah tanggunganku’. Maksud dari kalimat tersebut adalah ‘aku penjaminnya’.” (Abu ‘Ubaid al-Harawi, Al-Gharibin fil Qur’an wa al-Hadits, Damaskus: Darul Fikr, Juz II, hlm. 683).
Di dalam pemahaman bahasa Indonesia, dhaman bisa disebut sebagai ganti rugi jaminan, agunan, atau secure.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Atas dasar penafsiran tersebut, maka CBDC dapat disebut sebagai ma fid dzimmah atau harta berjamin karena memiliki nilai kegunaannya sebagai penjamin.
Meski demikian, fungsionalitas atau kegunaan CBDC tetap bergantung pada keberadaan aset yang melatarbelakanginya.
Baca Juga: 3 Proyek CBDC Ambisius Negara Superior: e-CNY, Digital Euro, dan Cedar
Hal yang Perlu Diperhatikan Pengembang CBDC
CBDC dalam pandangan Islam tentu harus dikembangkan berdasarkan norma-norma syariat Islam yang berlaku.
Oleh karenanya, pengembang CBDC diharapkan dapat memenuhinya, yakni CBDC harus bebas dari riba (bunga).
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Untuk mengantisipasi penerapan riba dalam praktik penggunaan CBDC, Bank Sentral dapat menerapkan prinsip pengumpulan dana wadi’ah dan mudaharabah.
Serta melakukan penyaluran dana dengan menerapkan prinsip ba’i (jual beli), jarrah (sewa), dan syirkah (bagi hasil).
Melalui penerapan sistem syariah tersebut, CBDC diharapkan dapat terbebas dari praktik riba (bunga).
Demikian pembahasan mengenai CBDC menurut Islam, pondasi religius dalam lanskap keuangan masa depan. Wallahua’lam.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Wholesale CBDC vs Retail CBDC: Ini yang Perlu Kamu Tahu!
Donald Trump Tolak CBDC Jika Terpilih Lagi
CBDC: Uang Digital Masa Depan yang Aman dan Praktis!
Apa Itu Narasi CBDC? 3 Koin Narasi CBCD, Simak Penjelasan Lengkapnya
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.