Bittime - Sesuai namanya, Doge Killer (LEASH) seolah menantang Dogecoin, meme coin fenomenal bergambar anjing Shiba Inu. LEASH adalah bagian dari ekosistem Shiba Inu yang juga menaungi koin SHIB dan BONE.
Ketiganya bekerja sama menciptakan dunia kripto yang dinamis, lengkap dengan bursa terdesentralisasi (DEX), NFT, bahkan metaverse!
Mari kita telusuri lebih dalam tentang Doge Killer (LEASH), mulai dari sejarahnya, fungsinya, hingga prediksi ke depannya.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Apa Itu Doge Killer (LEASH)?
LEASH lahir di tahun 2021, di tengah booming meme coin bertema anjing. Nama "Doge Killer" merujuk pada Dogecoin, meme coin pertama yang melambung tinggi. Kepopuleran Dogecoin tak lepas dari dukungan Elon Musk, sang maestro teknologi.
Melihat potensi Dogecoin, Ryoshi, sosok anonim di balik Shiba Inu, menciptakan LEASH. Awalnya, LEASH direncanakan menjadi rebase token, yaitu koin dengan jumlah yang bisa berubah sesuai permintaan. Namun, rencana ini diubah.
Tim Shiba Inu memutuskan untuk "melepas potensi" LEASH dengan membatasi jumlahnya menjadi hanya 107.646 token.
Bandingkan dengan SHIB yang jumlahnya mencapai triliunan! Kelangkaan ini membuat harga LEASH terbilang tinggi, sekitar $1.500 per Februari 2022.
Baca juga: Apa Itu BONK (BONK)? Fenomena Meme Coin
Apa Saja Fungsi Doge Killer?
LEASH sebenarnya belum memiliki daftar fungsi yang jelas. Tapi, berdasarkan informasi yang ada, berikut beberapa kegunaannya:
- Staking di ShibaSwap: LEASH dapat disimpan (stake) di ShibaSwap, DEX milik Shiba Inu, untuk mendapatkan keuntungan.
- Doggy DAO: LEASH diduga akan berperan dalam Doggy DAO, organisasi berbasis blockchain yang memungkinkan komunitas Shiba Inu berpartisipasi dalam pengelolaan ekosistem.
- Pembelian NFT Shiboshi: LEASH dapat digunakan untuk membeli NFT Shiboshi, koleksi digital bertema Shiba Inu yang sempat melambungkan harga LEASH.
- Pembelian Tanah di Shiberse: LEASH dikabarkan bisa digunakan untuk membeli tanah di Shiberse, metaverse besutan Shiba Inu.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Dibandingkan meme coin lain, Shiba Inu memiliki komunitas yang sangat aktif dan terus mengembangkan ekosistemnya. Ini memunculkan harapan bahwa LEASH akan memiliki fungsi-fungsi baru di masa depan.
Siapa di Balik Doge Killer?
Sama seperti SHIB, sosok di balik LEASH masih misterius. Ryoshi, pendiri Shiba Inu, menyembunyikan identitasnya. Ia menyebut Shiba Inu sebagai "eksperimen membangun komunitas spontan yang terdesentralisasi."
Strategi Ryoshi tampaknya berhasil. Shiba Inu kini memiliki komunitas yang besar, tim developer yang terdesentralisasi, serta seniman yang kerap mengadakan kontes.
Masa Depan Doge Killer (LEASH)
Sebagai cryptocurrency terdesentralisasi, Shiba Inu dan Doge Killer tidak memiliki roadmap yang pasti. Namun, tim Shiba Inu terkadang memberikan informasi melalui Twitter.
Berikut beberapa rencana yang akan dijalankan:
Peluncuran Doggy DAO
Di tahun 2022, platform ini berencana meluncurkan Doggy DAO, struktur yang memungkinkan komunitas Shiba Inu ikut ambil keputusan.
Belum diketahui apakah LEASH akan berperan di sini, namun BONE, aset ketiga Shiba Inu, akan digunakan untuk voting pembaruan protokol.
Baca juga: Bisakah Shiba Inu Jadi Meme Coin Terbesar di 2024? Ini Faktor-Faktornya!
Peluncuran Shibarium
Solusi penskalaan Layer-2 ini akan membuat transaksi SHIB dan LEASH menjadi lebih murah dan terhindar dari biaya tinggi Ethereum.
Peluncuran ShibaSwap 2.0
Versi terbaru bursa terdesentralisasi Shiba Inu akan segera hadir.
Peluncuran Shiberse
Metaverse Shiba Inu ini rencananya akan diluncurkan pada 2022. Pemilik LEASH dikabarkan akan mendapat prioritas untuk membeli tanah di Shiberse. Kabar inilah yang sempat membuat harga LEASH melonjak 105%.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kesimpulan
Doge Killer adalah token dalam ekosistem Shiba Inu dengan jumlah terbatas. Kelangkaan ini turut menjaga harga LEASH. LEASH memiliki beberapa fungsi di ekosistem SHIB, seperti staking, pembelian NFT dan tanah di metaverse, serta potensi peran di Doggy DAO.
Prediksi harga LEASH masih simpang siur, namun pergerakan harganya cukup stabil. Tetap pantau perkembangan Doge Killer untuk melihat fungsi-fungsi barunya dan potensi kenaikan harga di masa depan.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Shiba Inu (SHIB): Apa itu, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Mengapa Populer?
Hard Fork Shibarium: Apa Itu dan Mengapa Penting Bagi Ekosistem Shiba Inu?
Cara Staking Shiba Inu (SHIB) dengan Mudah dan Panduan Lengkap
Masa Depan Shiba Inu (SHIB): Akankah Melambung Tinggi atau Tetap Lesu?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.