Bittime - Lin Rui-siang yang problematik, latih polisi lawan kejahatan kripto tapi hasilkan $100 Juta dari transaksi narkoba di Dark Web.
Perjalanan hidup manusia memang tidak ada yang tahu, bahkan tidak salah kalau disebut aneh.
Contohnya Lin Rui-siang, seorang ahli cybersecurity muda usia 23 tahun yang sebelumnya pernah melatih polisi melawan kejahatan kripto, tapi ternyata punya bisnis sampingan narkoba di Dark Web senilai $100 Juta.
Siapa itu Lin Rui-siang?
Lin Rui-siang atau Rui-Siang Lin alias “林睿庠” adalah seorang pemuda usia 23 tahun yang menurut akun LinkedIn-nya bekerja atau terafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri Taiwan.
Hingga saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut terkait hubungan Lin Rui-siang dengan Kementerian Luar Negeri Taiwan setelah dia tersandung kasus besar.
Lin Rui-siang menempuh pendidikan formal di National Taiwan University dari 2019 - 2023.
Keahlian Lin Rui-siang di bidang keamanan digital, cryptocurrency, hingga blockchain telah terbukti dengan lisensi dan sertifikat resmi seperti Google Cybersecurity Specialization dan Chainalysis Reactor Certification (CRC).
Baca Juga: Korea Selatan Berencana Membentuk Unit Permanen untuk Melawan Kejahatan Kripto
Apabila melihat riwayat pekerjaannya, selama lima tahun terakhir Lin Rui-siang bergelut di bidang Blockchain, Cybersecurity, Web3, hingga Cryptocurrency.
Berkat keahliannya tersebut, Lin Rui-siang telah ditunjuk sebagai instruktur pelatihan cybersecurity di Akademi Polisi Saint Lucia.
Sayangnya, rekam jejak positif tersebut menyisakan sisi Lin Rui-siang yang problematik, karena ternyata kedapatan mengelola sebuah marketplace Narkoba di Dark Web, dan berbagai tindak kejahatan digital lainnya.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Lin Rui-siang dan Perannya di ‘Marketplace-1’
Merujuk pada laporan yang dirilis FBI melalui investigasi yang dilakukan Mark Rubins, Lin Rui-siang adalah terdakwa dari salah satu pasar narkoba ilegal terbesar di internet bernama “Marketplace-1”
Di “Marketplace-1”, selain sebagai pendiri, Lin juga bertugas sebagai pengawas operasi sehari-hari dengan penjualan narkoba seperti heroin, kokain, methamphetamine, LSD, dan narkoba ilegal.
Sebagai pengelola utama Marketplace-1, Lin Rui-siang memiliki kontrol penuh terhadap lebih dari seribu pedagang (yang menjual narkotika di Marketplace-1), lebih dari 200.000 pelanggan (yang membeli narkotika di Marketplace-1), dan sedikitnya satu orang lainnya, karyawan yang membantu LIN dalam pengelolaan situs.
Selama tiga tahun lebih Marketplace-1 beroperasi, FBI telah menemukan fakta bahwa Marketplace-1 telah melakukan transaksi sekitar $80.000.000 dalam bentuk kripto dan menjual lebih dari 1000 kilogram narkotika.
Lin sendiri diperkirakan berhasil mengumpulkan jutaan keuntungan pribadi dalam pekerjaannya sebagai administrator utama di Marketplace-1.
Baca Juga: Tindakan Keras Kejaksaan Agung China Terhadap Kejahatan Siber Blockchain
Keterlibatan Kripto dalam Operasi Marketplace-1
Sebagai sebuah ‘marketplace’, Marketplace-1 memiliki ‘Bank’-nya sendiri. Melalui Bank tersebut penjual dan pelanggan melakukan transaksi narkoba di Marketplace-1. Teknis operasionalnya pun cukup rumit.
Pelanggan diwajibkan menyetor aset kripto seperti Bitcoin atau Monero ke Bank Marketplace-1, setelah melakukan setoran, dana yang tersimpan tersebut dapat digunakan untuk melakukan pembelian dari vendor.
Usai pembelian dilakukan, aset kripto lalu ditransfer dari rekening Bank pembeli ke rekening Bank vendor. Baik pembeli maupun vendor bisa menarik dana dari Bank ke dompet kripto pribadi mereka.
Alur penyetoran lewat Bank tersebut, yang dilakukan oleh pelanggan maupun vendor, menunjukkan tingkat kepercayaan besar terhadap Marketplace-1, terutama pada administratornya, Lin Rui-siang.
Sebab, setelah aset kripto disimpan, aset pelanggan dan vendor ada di bawah kendali serta kepemilikan Marketplace-1.
“Bank” dari Marketplace-1 juga dirancang untuk lebih mengaburkan lokasi dan identitas vendor dan pelanggan satu sama lain dan dari penegakan hukum dengan menambahkan lapisan anonimitas pada transaksi di pasar dan menjaga informasi keuangan vendor dan pembeli tetap terpisah, sehingga menjadikannya lebih mudah diakses.
Lin Rui-siang: Sang Firaun Pusat Semesta Kejahatan Digital
Rui-Siang Lin sebagai Firaun di Dark Web
Selama bertahun-tahun sebagai pekerja yang fokus pada kripto di Cathay Financial Holdings di Taipei dan kemudian sebagai staf TI muda di kedutaan besar Taiwan di St. Lucia, Lin diduga menjalani kehidupan ganda sebagai tokoh web gelap dengan nama "Firaun" atau "faro."
Kehidupannya yang penuh kontradiksi ini cukup aneh bahkan untuk standar web gelap, di mana kehidupan rahasia adalah hal biasa.
Dalam karir singkatnya, Firaun meluncurkan Incognito, membangun pasar gelap kripto yang populer dengan berbagai fitur keamanan yang ditingkatkan.
Namun, dia mendadak mencuri dana pelanggan dan pengedar narkoba dalam apa yang dikenal sebagai "exit scam," dan dalam langkah yang sangat berbahaya, memeras pengguna dengan ancaman mengungkap rincian transaksi mereka.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Dari Konspirasi Narkotika Hingga Pencucian Uang
Lin tidak hanya didakwa melakukan konspirasi narkotika dan pencucian uang, tetapi juga menjalankan “perusahaan kriminal yang berkelanjutan,” yang dikenal sebagai undang-undang gembong.
Hukum ini diterapkan kepada para pemimpin kejahatan terorganisir yang mengawasi setidaknya lima karyawan. Untuk tuduhan ini saja, dia menghadapi kemungkinan hukuman seumur hidup.
Dalam pengaduan pidana DOJ terhadap Lin, dokumen tersebut merujuk pada catatan tulisan tangan yang diperoleh FBI dari emailnya, yang tampaknya menjelaskan diagram alur mekanisme pasar web gelap.
Baca Juga: FBI Memperingatkan Serangan Bitcoin Ransomware Jutaan Dolar oleh Akira
Pernyataan tertulis FBI menyatakan bahwa Lin mengirim sketsa ini melalui email pada Maret 2020 saat dia berusia sekitar 19 tahun.
Sketsa tersebut menjelaskan fungsionalitas seperti cara "vendor" dan "pembeli" mendaftar, melakukan pembelian, dan mengenkripsi alamat pengiriman.
Tujuh bulan kemudian, Lin diduga meluncurkan Incognito Market.
Sumber: https://wired.com/
Menurut FBI, pasar ini membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk berkembang dan hampir tidak ada penjualan selama periode tersebut.
Namun, pada akhir tahun 2021, Incognito mulai menarik pengguna, dan pada pertengahan tahun 2022, pasar telah cukup berkembang untuk menghasilkan penjualan lebih dari $1,5 juta per bulan.
Ulasan Ringkas Pasar Gelap ‘Dark Web’
Untaian Twitter tahun 2022 oleh Eileen Ormsby, penulis beberapa buku tentang web gelap termasuk "The Darkest Web," menunjukkan bagaimana Incognito Market telah menambahkan fitur yang menarik bagi pengguna yang peduli dengan keamanan dan keselamatan.
Pasar ini mengharuskan pengguna baru menunjukkan kemampuan menggunakan alat enkripsi PGP sebelum masuk, mendorong mereka untuk mengikuti kuis keamanan, mengizinkan pembelian menggunakan aset kripto yang lebih berfokus pada privasi seperti Monero dan Bitcoin.
Hal ini mendorong dealer untuk memposting hasil tes fentanyl yang menunjukkan produk mereka "bebas racun," dan bahkan bereksperimen dengan pemungutan suara demokratis untuk keputusan pasar.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Memberi Pelatihan Lawan Kejahatan Kripto pada Polisi
Sumber: LinkedIn Rui-Siang Lin
Sebelum tersandung kasus-kasus berat yang menyeret nama sekaligus reputasinya, Lin Rui-siang pernah memberi pelatihan kepada para polisi terkait kejahatan kripto.
Melalui LinkedIn personalnya, Rui-siang Lin membagikan kebahagiaan dan kebanggaannya karena telah dipercaya menjadi instruktur untuk program pelatihan melawan kejahatan kripto yang diadakan oleh Akademi Polisi Saint Lucia pada 25 - 28 Maret 2024.
Pada kesempatan tersebut, Lin mengajak 30 peserta terpilih untuk memahami prinsip-prinsip cryptocurrency, eksplorasi kejahatan digital, dan melakukan diskusi investigasi yang melibatkan skill digital tingkat tinggi.
Sosok seperti Lin Rui-siang yang begitu memahami dunia kripto, bahkan hingga ke sisi tergelap kripto, dapat menjadi pembelajaran bagi kita untuk tetap berada di jalur yang baik.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Cardano Gandeng Kepolisian Dubai untuk Perangi Kejahatan dengan Teknologi Blockchain
Skandal Baru! KuCoin Dituduh Bantu Penjahat Mencuci Uang Senilai Miliaran Dolar
Kabosu: Anjing Ikonik di Balik Memecoin DOGE Meninggal Dunia
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.