Bittime - Kemarin, 15 Mei adalah batas waktu bagi perusahaan investasi yang mengelola lebih dari $100 juta (Rp 1,6 triliun) dalam Exchange Traded Fund Bitcoin (ETF) untuk mengungkapkan kepemilikan mereka.
Data terbaru menunjukkan bahwa produk ETF Bitcoin yang baru diluncurkan ini menarik minat signifikan dari pemain institusional. Ini merupakan perkembangan penting dalam industri kripto, mengindikasikan minat yang semakin besar dari investor besar terhadap aset digital ini.
1.500 Perusahaan Miliki Produk ETF Bitcoin
Menurut data gabungan dari Fintel, lebih dari 1.500 perusahaan investasi mengungkapkan total kepemilikan sekitar $10,6 miliar (Rp 157 triliun) dalam ETF ini. Dari sepuluh spot Bitcoin ETF, Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), dan ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB) menjadi pilihan utama bagi para investor profesional.
Manajer dana lindung nilai raksasa, Millennium Management, memimpin dengan kepemilikan saham ETF Bitcoin senilai $1,97 miliar (Rp 29,2 triliun), menurut pengajuan 13F terbaru dengan Securities and Exchange Commission (SEC).
Millennium Management mengungkapkan investasi portofolio mereka meliputi $844 juta (Rp 12,5 triliun) dalam saham iShares Bitcoin Trust (IBIT), lebih dari $800 juta (Rp 11,9 triliun) di Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), sekitar $202 juta (Rp 3 triliun) di Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), dan hampir $45 juta (Rp 667 miliar) masing-masing di ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB) dan Bitwise Bitcoin ETF Trust (BITB).
Cek Market Crypto Hari Ini:
Millenium Management Punya $2 Miliar dalam ETF Bitcoin
Menurut Eric Balchunas, seorang analis ETF di Bloomberg, Millennium Management memiliki sekitar $2 miliar dalam empat ETF Bitcoin. Ini hanya mencakup 3% dari total aset Millennium yang dikelola sebesar $64 miliar (Rp 948 triliun). Namun, ini menunjukkan betapa pentingnya investasi institusional dalam meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Bitcoin dan produk turunannya.
Selain Millennium Management, pemegang ETF Bitcoin terbesar lainnya di kuartal pertama tahun ini adalah Susquehanna International Group dengan $1,1 miliar (Rp 16,3 triliun), Bracebridge Capital dengan $404 juta (Rp 5,98 triliun), Boothbay Fund Management dengan $303 juta (Rp 4,49 triliun), dan Morgan Stanley dengan $251 juta (Rp 3,72 triliun).
Cara Beli Kripto:
Rekor Baru ETF Bitcoin
Menurut Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise, tren investasi dalam Bitcoin ETF semakin meningkat. Tingkat kepemilikan institusional saat ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk ETF baru. Biasanya, kebanyakan ETF baru hanya melihat partisipasi minimal dari investor besar di bulan-bulan awal peluncurannya.
Sebagai perbandingan, peluncuran ETF emas pada akhir 2004 dianggap sangat sukses dengan meraup lebih dari $1 miliar (Rp 14,8 triliun) dalam lima hari pertama. Namun, bahkan pada pengajuan 13F pertamanya, hanya 95 perusahaan profesional yang memegang posisi di ETF emas tersebut. Sementara itu, ETF Bitcoin mengalami lonjakan historis dalam hal jumlah investor institusional yang terlibat.
Investor Profesional Hold 20% ETF Bitcoin
Meskipun investor profesional saat ini memegang sekitar 20% dari total aset ETF Bitcoin, investor ritel masih mendominasi lanskap ini. Namun, Hougan mencatat bahwa alokasi awal institusional ini bisa menjadi awal dari peningkatan lebih lanjut.
"Alokasi yang kita lihat dalam pengajuan 13F terbaru ini hanyalah permulaan. Hightower Advisors mungkin telah mengalokasikan $68 juta (Rp 1 triliun) untuk ETF Bitcoin hari ini, misalnya, yang bagus, tapi itu hanya 0,05% dari aset mereka. Jika mereka mengikuti pola yang telah digariskan di atas, alokasi itu akan meningkat seiring waktu. Dan untuk konteksnya, alokasi 1% dari portofolio mereka untuk Bitcoin akan mencapai $1,2 miliar (Rp 17,8 triliun)—semua dari satu perusahaan," ujar Hougan.
"Kalikan itu dengan jumlah investor profesional yang terus bertambah di ruang ini, dan Anda bisa mulai melihat apa yang menjadi alasan antusiasme saya," tambahnya.
Kesimpulan
Dengan meningkatnya minat dari investor institusional, pasar Bitcoin ETF diharapkan untuk terus berkembang. Kehadiran dana besar seperti Millennium Management dan Susquehanna International Group menunjukkan bahwa ada keyakinan kuat pada potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset investasi.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Analisis Bitcoin: Pengaruh Pemilu Amerika Serikat Terhadap Harga Bitcoin
Bank Sentral Filipina Bikin Stablecoin Kripto, Nilainya Dipatok ke Peso
Kenapa Harga Bitcoin Turun Setelah ETF Bitcoin Spot Disetujui?
Vanguard Siap Berubah? Potensi Keputusan Besar Terkait Bitcoin di Bawah Kepemimpinan Baru!
Memecoin PEPE Bikin Investor Ini Cuan Rp694 Miliar dari Modal Rp45 Juta, Begini Ceritanya!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.