Bittime - Akhir-akhir ini restaking telah menjadi fenomena baru yang menjanjikan revolusi dalam cara kita mengamankan dan memaksimalkan aset digital. Dari Ethereum yang sudah mapan hingga Solana yang sedang naik daun, restaking telah menjadi topik hangat yang menarik perhatian para investor dan pengembang di seluruh dunia.
Apa Itu Restaking?
Restaking adalah konsep di dunia kripto yang memungkinkan para pemegang aset kripto untuk mengambil imbalan yang mereka peroleh dari staking dan menginvestasikannya kembali ke dalam aset kripto yang sama.
Dalam konteks Ethereum, restaking memanfaatkan mekanisme proof-of-stake (PoS) di mana validator mengunci ETH untuk mengamankan jaringan. Restaking memungkinkan layanan yang divalidasi secara aktif, seperti oracle, bridge, dan DApps, untuk tidak perlu mengatur validator sendiri dan bergantung pada staking Ethereum di jaringan utama untuk menjaga keamanan dari serangan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Apa Jito Labs?
Jito Labs adalah sebuah perusahaan yang membangun infrastruktur MEV (Maximal Extractable Value) berkinerja tinggi untuk blockchain Solana. Jito Labs mengembangkan sistem seperti Jito-Solana Client, Jito Block Engine, dan Jito Relayer yang dirancang untuk validator.
Mereka juga memperkenalkan konsep liquid staking ke dalam ekosistem Solana, di mana pengguna dapat men-stake SOL dan mendapatkan token JitoSOL, yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan DeFi. Jito Labs didirikan oleh Lucas Bruder, seorang engineer yang sebelumnya bekerja di bidang robotik dan Tesla.
Ethereum dan Solana Beradaptasi dengan Restaking
Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), dua blockchain yang beroperasi dengan mekanisme proof-of-stake, telah menjadi pionir dalam mengamankan jaringan mereka melalui proses yang dikenal sebagai staking.
Di sini, validator—operator terdesentralisasi dari jaringan—menyetorkan token mereka, ETH atau SOL, sebagai jaminan untuk mendapatkan imbalan finansial. Fenomena ini bukan hanya tentang keamanan, tetapi juga tentang membuka peluang penghasilan pasif bagi mereka yang berpartisipasi dalam ekosistem ini.
Cara Beli Kripto:
EigenLayer: Pionir Restaking yang Menginspirasi Jito Labs
EigenLayer, sebuah startup di ranah kripto yang telah mencapai valuasi miliaran dolar, telah mengambil konsep staking ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan memperkenalkan restaking.
Dengan inovasi ini, investor kini dapat menyetorkan token ETH yang tidak terpakai untuk mengamankan berbagai aset digital lainnya, sambil mendapatkan penghasilan tambahan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, EigenLayer berhasil mengumpulkan kapital ETH senilai $15 miliar (sekitar Rp242,7 triliun).
Potensi dan Risiko Restaking di Solana
Restaking di Solana masih tergolong baru, dan banyak pengembang protokol besar serta orang dalam di Solana Foundation mengaku belum menyelidiki sepenuhnya perusahaan-perusahaan yang mencoba membawa teknologi ini ke platform mereka. Namun, sebuah penyelidikan oleh CoinDesk telah mengungkap lebih dari setengah lusin tim yang sedang bekerja untuk mengembangkan restaking di Solana.
Beberapa tim ini mengikuti desain inti EigenLayer, menciptakan mekanisme bagi berbagai protokol kripto untuk berbagi keamanan token asli blockchain. Wawancara dengan tim-tim yang terlibat, investor, dan startup yang tertarik menggunakan teknologi ini menunjukkan bagaimana inovasi yang berasal dari Ethereum sedang diadaptasi untuk Solana.
Namun, ada kekhawatiran bahwa restaking mungkin tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi Solana dan bahkan dapat menciptakan struktur keuangan yang rapuh. Meskipun demikian, antusiasme di sekitar restaking Solana tetap tinggi, dengan Jito Labs bersaing dengan beberapa perusahaan lain yang juga berupaya untuk mendominasi ranah restaking di Solana, termasuk Solayer Labs, Cambrian, Picasso, DePHY, dan Repl.
Kesimpulan
Restaking telah membuka babak baru dalam dunia kripto, menawarkan cara inovatif untuk mengamankan dan memanfaatkan aset digital. Dengan Ethereum dan Solana sebagai dua blockchain utama yang memelopori tren ini, kita dapat mengharapkan lebih banyak pengembangan dan inovasi di masa depan. Bagi Jito Labs dan pemain lainnya, restaking mungkin menjadi kunci untuk memperkuat posisi mereka di pasar yang terus berkembang ini.
Dengan restaking yang masih dalam tahap awal, kita akan terus mengamati bagaimana teknologi ini akan berkembang dan berdampak pada ekosistem kripto secara keseluruhan. Apakah restaking akan menjadi standar baru atau hanya fenomena sementara? Hanya waktu yang akan menjawab.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Mengenal Restaking Ethereum, Apa Itu dan 3 Proyek Restaking Terbaik
Analisi Pasar: Akankah Jito (JTO) Melonjak ke Level Tertinggi Baru?
Anvil Protocol dari AMP Foundation: Pengertian, Fungsi, dan Airdrop Token ANVL
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.