Bittime - Sejak kemunculannya pada 2015, Ethereum telah menjadi salah satu pilar utama dalam ekosistem blockchain hingga saat ini. Sebagai rumah bagi aplikasi terdesentralisasi (dApps), protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan non-fungible token (NFT), Ethereum telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa.
Di sisi lain, pertumbuhan ini juga membawa tantangan skalabilitas yang signifikan, termasuk biaya transaksi yang tinggi, kemacetan jaringan, dan waktu transaksi yang lambat selama periode aktivitas tinggi.
Layer-2, Solusi Masalah Ethereum
Solusi untuk tantangan ini ditemukan dalam pengembangan Ethereum Layer 2 (L2), jaringan blockchain sekunder yang dirancang untuk mengurangi beban pada rantai utama Ethereum dengan menangani sebagian dari transaksinya.
Dengan cara ini, Ethereum L2 berfungsi seperti asisten yang efisien, mengambil sebagian besar “pekerjaan kertas” dari meja bos (Ethereum) dan memprosesnya di meja mereka sendiri (jaringan L2), sebelum mengirimkannya kembali untuk persetujuan akhir.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Berupaya Kurangi Biaya Transaksi
Ethereum L2 tidak hanya meningkatkan kecepatan transaksi tetapi juga mengurangi biaya, memungkinkan Ethereum untuk tetap menjadi platform yang aman dan terdesentralisasi tanpa mengorbankan skalabilitas.
Dengan kapasitas pemrosesan transaksi yang saat ini hanya sekitar 15-30 TPS (transaksi per detik) dibandingkan dengan VISA yang dapat memproses sekitar 1.700 TPS, solusi L2 menawarkan jalan keluar yang sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa Ethereum dapat bersaing di pasar global.
Cara Beli Kripto:
Layer-2 Tingkatkan Kemampuan Transaksi Ethereum
Beberapa solusi Ethereum L2 yang populer termasuk Polygon, yang secara teoritis dapat memproses hingga 7.200 TPS dan saat ini memiliki biaya gas rata-rata sekitar $0,01 (sekitar Rp161); Arbitrum, yang mengelola total 40.000 TPS dengan biaya transaksi rata-rata sekitar dua sen; dan ImmutableX, yang fokus pada NFT dan game Web3 dengan klaim kecepatan transaksi hingga 9.000 TPS.
Kesimpulan
Dengan adanya Ethereum L2, pengguna dapat menikmati akses dan pemrosesan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah saat bermain game Web3, bertukar token, membuat NFT, atau berdagang ETH. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam menjadikan Ethereum sebagai sistem pembayaran global yang dapat diakses oleh semua orang.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Bacac juga:
Altcoin Mengalami Kenaikan Saat Bitcoin Rebound: Dua Token Ini Menjadi Sorotan
Analisis Terkini: Reversal Shiba Inu (SHIB) Menjadi Sorotan
Di Tengah Pasar yang Lesu, 3 Token AI dan RWA Ini Tetap Bersinar, Apa Saja?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.