Bittime - EigenLayer, salah satu protokol staking terbesar di jaringan Ethereum, menghadapi tantangan signifikan yang berpotensi memicu krisis yield.
Analis kripto telah mengusulkan dua solusi potensial untuk mengatasi krisis yield di EigenLayer: strategi bawah ke atas dan atas ke bawah, yang keduanya menawarkan pendekatan berbeda dalam menghadapi masalah ini.
Ancaman Krisis yang Membayangi EigenLayer
Analisis terbaru oleh chudnov, pembuat protokol derivatif crypto-native “3jane” di EigenLayer, mengungkapkan bahwa krisis yield yang tak terelakkan di EigenLayer dapat menyebabkan pendapatan "jatuh secara drastis".
Meskipun Kontrak Token-Locking EigenLayer memiliki Total Value Locked (TVL) yang mengesankan sebesar $15 miliar (sekitar Rp243.075.000.000.000,00), hanya 10% dari jumlah ini yang diperlukan untuk Actively Validated Service (AVS) yang mengamankan jaringan.
Protokol EigenLayer, yang bertujuan untuk meningkatkan konsensus Proof-of-Stake (PoS) Ethereum melalui restaking, telah mengklaim memecahkan beberapa ketidakefisienan keamanan Ethereum. Namun, dengan lebih dari $13 miliar (sekitar Rp210.665.000.000.000,00) deposito pengguna, ada kekhawatiran bahwa membuka pintu bagi lebih dari $15 miliar deposito dapat membebani jaringan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Rencana ke Depan untuk EigenLayer
Dua solusi yang diusulkan oleh analis mencakup pendekatan bawah ke atas, yang menyarankan penciptaan pasar artifisial untuk ETH dengan insentif untuk “shitcoins” yang memerlukan anggaran keamanan yang lebih besar.
Pendekatan ini dapat mengubah EigenLayer menjadi mekanisme yang hanya memindahkan airdrops tanpa utilitas nyata untuk ETH yang didepositkan.
Sementara itu, pendekatan atas ke bawah melibatkan pengembangan alat keuangan di atas mekanisme restaking yang ada dalam EigenLayer untuk mengimbangi biaya kesempatan yang terkait dengan memegang ETH yang di-restake.
Ini dapat mencakup penciptaan produk dan layanan keuangan tambahan seperti pasar uang atau derivatif, yang dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi EigenLayer.
Cara Beli Kripto:
Pandangan Analis
Analis cenderung ke arah pendekatan pertama tetapi menyoroti bahwa ini mungkin bukan solusi yang berkelanjutan. Membesar-besarkan tokenomics secara artifisial dan menciptakan “permintaan keamanan buatan” bisa menjadi solusi jangka pendek.
Harga token dapat terpengaruh jika pasar alt mengalami tekanan, dan modal berlebih yang dimiliki oleh node AVS mungkin tidak dialokasikan secara efisien jika anggaran keamanan diestimasi terlalu tinggi.
Kesimpulan
Krisis yield yang dihadapi oleh EigenLayer menyoroti pentingnya inovasi dan adaptasi dalam ekosistem kripto yang dinamis.
Solusi yang diusulkan oleh analis menawarkan wawasan tentang bagaimana protokol seperti EigenLayer dapat menavigasi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang muncul untuk pertumbuhan di masa depan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu EigenLayer? Protokol Ethereum Restaking
Catat Potensi Airdrop Gratis Proyek Restaking EigenLayer
Kinerja Polygon Menurun : Apakah MATIC Bisa Capai $1 Sebelum Akhir April?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.