Bittime - Chia Network, platform blockchain yang mengusung mekanisme konsensus Proof-of-Space-and-Time (PoST) yang unik, melangkah maju dengan ambisi besar untuk Penawaran Saham Perdana (IPO).
Perkuat Posisi Chia di Pasar Global
Dengan tujuan untuk memperkuat posisinya di pasar global, Chia Network telah mengambil langkah strategis dengan mengajukan formulir S-1 yang telah diamandemen kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada akhir Maret 2024. Ini menandai babak baru dalam perjalanan mereka menuju pencatatan di bursa saham utama.
Perjalanan menuju IPO ini tidaklah mulus. Chia Network, yang didirikan oleh Bram Cohen—penemu BitTorrent—mengalami rintangan signifikan setelah krisis keuangan yang melanda Credit Suisse, bank utama yang mendukung IPO mereka.
Cek Market Crypto Hari Ini:
IPO Sempat Ditunda
Hal ini memaksa Chia untuk menunda rencana IPO yang awalnya diajukan selama kuartal pertama 2023. Lebih lanjut, dampak dari pasar beruang kripto yang tidak menentu memaksa Chia untuk mengurangi jumlah stafnya, mempertahankan 44 dari 70 anggota tim.
Namun, dengan dukungan dari investor web3 ternama seperti Andreessen Horowitz, Richmond Global Ventures, Naval Ravikant, Slow Ventures, dan Galaxy Digital, Chia Network tetap bertahan dan terus berinovasi.
Pada Mei 2021, Chia berhasil mengumpulkan total $61 juta (sekitar Rp989,3 miliar) dalam putaran pendanaan Seri D, menegaskan kepercayaan investor pada potensi jangka panjang mereka.
Cara Beli Kripto:
Harga Token XCH Hari Ini
Dalam konteks pasar saat ini, harga token XCH Chia Network mengalami penurunan sekitar 20% dalam seminggu terakhir, diperdagangkan sekitar $30.36 (sekitar Rp492.000).
Meskipun menghadapi volatilitas pasar, Chia menunjukkan ketahanan dengan valuasi dilusi penuh (FDV) sekitar $948 juta (sekitar Rp15,4 triliun) dan volume perdagangan harian yang mencapai $23.4 juta (sekitar Rp380 juta) pada hari Jumat.
Baca Juga: Runes Protocol: Token Fungible Baru yang Mengubah Wajah Bitcoin
Kembangkan Infrastruktu DePIN
Chia Network tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial tetapi juga berkontribusi pada pengembangan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN) dan tokenisasi aset dunia nyata, menarik minat investor institusional.
CEO Gene Hoffman menegaskan komitmen Chia untuk inovasi dengan mengumumkan rencana peluncuran jembatan untuk konversi USDC, sebuah stablecoin yang didukung oleh dolar AS.
Kesimpulan
Dengan mata tertuju pada masa depan, Chia Network berdiri di persimpangan antara aspirasi dan tantangan. Perusahaan ini harus menavigasi lingkungan regulasi yang dinamis, terutama dengan SEC AS yang bermaksud mengklasifikasikan sebagian besar altcoin sebagai sekuritas.
Namun, dengan strategi yang kuat dan dukungan investor yang solid, Chia Network siap untuk mengambil langkah berikutnya dalam evolusi ekosistem kripto global.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Apa Itu Chia (XCH)? Kenali Platform Blockchain Ramah Lingkungan Ini, Yuk!
Ini Aset Kripto Ramah Lingkungan Paling Top di 2024, Powerledger (POWR) Termasuk!
Apa Itu Sweat Economy (SWEAT)? Memonetisasi Gaya Hidup Sehat dengan Teknologi Web3
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.