Bittime – Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ) resmi memulai tahap konsultasi publik terkait “Uang Digital” atau Digital Cash, mata uang digital bank sentral (CBDC) yang mereka rencanakan.
Informasi tersebut diungkapkan melalui dokumen konsultasi yang diterbitkan RBNZ pada 17 April 2024.
Konsultasi publik ini merupakan tahap kedua dan akan berlangsung selama 101 hari, mulai 17 April hingga 26 Juli. Setelah periode ini berakhir, RBNZ akan mengumpulkan dan menganalisis masukan dari publik.
Berdasarkan masukan tersebut, serta pengembangan studi kelayakan di tahap kedua, keputusan akan diambil untuk melanjutkan ke tahap ketiga.
Motivasi dan Tujuan CBDC Selandia Baru
Dokumen konsultasi RBNZ menjelaskan bahwa Digital Cash akan berfokus pada penggunaan ritel, menyasar konsumen dan pelaku bisnis.
Bank Sentral beralasan bahwa penurunan penggunaan uang tunai menjadi alasan utama mereka menerbitkan CBDC.
Penurunan ini dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat yang masih bergantung pada uang tunai.
Dokumen tersebut juga menyertakan survei yang menunjukkan sekitar 58% konsumen menggunakan uang tunai pada tahun 2023, turun dari 63% pada tahun 2021. Angka ini menunjukkan tren penurunan penggunaan uang tunai secara bertahap.
Baca Juga: Analisis Pergerakan Crypto: ONDO dan Solana Tertekan, MEW dan Slothana Menunjukkan Tren Positif
Penyediaan Digital Asset
Selain penurunan penggunaan uang tunai, RBNZ ingin menyediakan digital asset untuk memenuhi kebutuhan dan berperan aktif dalam inovasi keuangan.
Dokumen konsultasi tersebut juga menyoroti perkembangan pesat inovasi dalam aset kripto, buku besar terdistribusi (distributed ledger), dan mata uang digital yang diterbitkan oleh perusahaan teknologi global.
RBNZ khawatir jika inovasi dalam sektor-sektor tersebut terjadi di luar lingkup Dolar Selandia Baru (mata uang fiat Selandia Baru), maka warga negara bisa beralih ke mata uang alternatif untuk bertransaksi. Hal ini berpotensi menyebabkan hilangnya kedaulatan moneter Selandia Baru.
Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, RBNZ melihat Uang Digital sebagai cara untuk memastikan layanan pembayaran inovatif tetap tersedia di Selandia Baru dan melindungi kedaulatan moneter negara.
“Layanan pembayaran Selandia Baru menjadi kurang inovatif dibandingkan dengan negara lain. Uang Digital dapat membantu mengurangi hambatan masuk ke dalam sistem pembayaran,” tulis RBNZ dalam dokumen konsultasi.
“Uang Digital juga akan menjadi infrastruktur publik digital baru yang mendukung transformasi digital.”
Cek Market Crypto Hari Ini:
Empat Tahap Pengembangan CBDC Selandia Baru
RBNZ telah merancang pendekatan komprehensif dengan empat tahap untuk mengembangkan dan menerapkan CBDC.
1. Tahap 1 (2021)
RBNZ menerbitkan dokumen diskusi yang menilai kebutuhan akan Uang Digital di Selandia Baru. Dokumen tersebut mendapat lebih dari 6.000 tanggapan.
2. Tahap 2 (Sedang Berlangsung)
RBNZ saat ini sedang dalam tahap kedua, berfokus pada opsi desain untuk Uang Digital, melakukan konsultasi publik, dan menetapkan kerangka kerja anggaran.
3. Tahap 3 (Perkiraan Selesai Juni 2025)
Setelah konsultasi publik selesai, RBNZ akan melanjutkan pengembangan struktur dan persyaratan kebijakan. Tahap ini diperkirakan selesai pada Juni 2025. Setelahnya, analisis biaya-manfaat akan dilakukan.
Baca Juga: Pepe (PEPE): Akankah Meme Coin Ini Moonbag dan Mencapai ATH
4. Tahap 4 (Peluncuran - Perkiraan 2030)
RBNZ menargetkan penyelesaian Tahap 2 pada tahun 2026. Pada tahap ini, rekomendasi akan dibuat tentang apakah akan melanjutkan ke Tahap 3 dalam proses penerbitan CBDC Selandia Baru.
Tahap 3 akan berfokus pada pengembangan dan pengujian prototipe untuk memastikan fungsionalitas sistem Uang Digital. Tahap terakhir, Tahap 4, akan menandai peluncuran resmi CBDC Selandia Baru, yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030.
Negara lain juga aktif menjajaki CBDC. Korea Selatan tengah mempercepat proyek mereka, dengan target untuk menguji kelayakan pakai Won digital (KRW) pada akhir tahun 2024.
Sementara itu, Hong Kong telah memasuki tahap kedua dari program e-HKD mereka, yang bertujuan untuk menyelidiki lebih lanjut kemungkinan mata uang digital.
Dampak Potensial CBDC di Selandia Baru
Rencana Bank Sentral Selandia Baru untuk menerbitkan CBDC, atau Uang Digital, memicu perdebatan dan diskusi. Berikut beberapa dampak potensial yang perlu dipertimbangkan.
Dampak Positif
1. Meningkatkan Inklusi Keuangan
Uang Digital berpotensi memudahkan akses keuangan bagi masyarakat yang tidak memiliki rekening bank atau tinggal di daerah terpencil. Transaksi digital yang mudah dan aman dapat mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam sistem keuangan formal.
2. Efisiensi dan Kecepatan Transaksi
CBDC menawarkan potensi untuk melakukan pembayaran secara instan dan efisien. Hal ini dapat mempercepat proses bisnis dan mengurangi biaya transaksi.
3. Mengurangi Risiko Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
Desain CBDC yang tepat dapat membantu meningkatkan pengawasan aliran uang dan mengurangi aktivitas ilegal.
4. Mendorong Inovasi dalam Sistem Pembayaran
Peluncuran CBDC dapat memicu inovasi dalam sektor keuangan, mendorong pengembangan layanan pembayaran baru yang lebih efisien dan nyaman.
Dampak Negatif
1. Privasi Data
Penggunaan CBDC dapat menimbulkan kekhawatiran terkait privasi data keuangan pengguna. Transaksi digital yang tercatat secara permanen dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang.
2. Ketergantungan pada Infrastruktur Digital
Akses dan penggunaan CBDC bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital yang memadai. Ketidaksetaraan akses internet dapat menimbulkan disparitas dalam pemanfaatan CBDC.
3. Potensi Dampak Negatif terhadap Perbankan
Penerbitan CBDC dikhawatirkan dapat mengurangi minat masyarakat terhadap uang tunai dan deposito bank. Hal ini berpotensi mempengaruhi likuiditas perbankan dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Peluncuran CBDC di Selandia Baru masih dalam tahap awal. Konsultasi publik yang sedang berlangsung menjadi kesempatan penting untuk mengumpulkan masukan dan merancang kerangka kerja CBDC yang efektif dan aman.
Ke depan, Selandia Baru perlu mempertimbangkan berbagai dampak potensial, baik positif maupun negatif, dari CBDC.
Dengan regulasi yang tepat, pengelolaan data yang cermat, dan inklusivitas yang tinggi, CBDC berpotensi membawa manfaat bagi perekonomian dan masyarakat Selandia Baru.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Bagaimana Peraturan Cryptocurrency di Australia, Penjelasan Lengkap Sekaligus Aturan Pajaknya
Apa Itu Insider Trading dan Bagaimana Aturan Hukumnya?
3 Alasan Menarik tentang Masa Depan Polkadot
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.