Bittime – Cardano (ADA) kembali menjadi sorotan, kali ini terkait dengan strategi pemasarannya. Rick McCracken, tokoh penting dalam komunitas ADA, menyoroti kurangnya popularitas Cardano dibandingkan kompetitor.
Meskipun dikenal dengan inovasi staking likuidnya yang mutakhir, faktanya Cardano masih tertinggal dari Ethereum dalam hal adopsi dan pengenalan publik. Inti masalahnya terletak pada strategi pemasaran Cardano yang dianggap kurang efektif.
Menurut McCracken, upaya pemasaran Cardano gagal menarik perhatian industri blockchain dan media secara luas. Padahal dari sisi teknologi, Cardano memiliki keunggulan.
"Cardano sebenarnya penemu staking likuid, namun Ethereum yang justru dibicarakan karena strategi pemasaran Cardano yang lemah," cuit McCracken di akun Twitternya.
Proyek Cardano Vs. Solana
McCracken kemudian membandingkan Cardano dengan proyek sukses seperti Solana, menekankan pentingnya belajar dari pendekatan promosi para kompetitor. Dia menegaskan peran krusial pemasaran dalam menarik minat pelaku pasar.
"Di dunia kripto yang penuh persaingan ketat, perhatian adalah komoditas paling berharga," kata McCracken.
Pandangan McCracken selaras dengan sentimen yang berkembang di komunitas kripto. Kemampuan pemasaran yang unggul seringkali mengalahkan inovasi teknologi dalam mendorong adopsi dan kesuksesan sebuah proyek.
Generasi muda yang tertarik dengan kripto kini mencari keuntungan cepat dan cerita yang menarik. Karenanya, kemampuan memikat perhatian melalui pemasaran yang kuat menjadi semakin penting.
Pelajaran penting dapat dipetik dari kasus Cardano adalah dalam lanskap yang berubah cepat dengan persaingan ketat, pemasaran yang efektif dapat menentukan keberhasilan sebuah proyek.
Seiring dengan maturnya pasar kripto dan semakin beragamnya penggunanya, kemampuan untuk menonjol dan memikat pengguna melalui pemasaran visual akan menjadi hal yang esensial.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Upaya Charles Hoskinson di Tengah Penurunan Staking Reward
Sementara popularitas Cardano (ADA) menjadi perbincangan hangat, blockchain ini juga menghadapi tantangan internal.
Penurunan staking reward ADA di bawah 3% memicu kekhawatiran tentang keberlangsungan jangka panjang Cardano.
Menanggapi hal ini, Charles Hoskinson, pendiri Cardano, menguraikan langkah-langkah penting untuk memastikan keberlangsungan blockchain Cardano.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi adalah peran transaksi. Patrick Tobler, CEO dan founder NMKR, berpendapat bahwa peningkatan drastis transaksi di jaringan Cardano diperlukan untuk menjaga keberlangsungan blockchain, mengingat penurunan staking reward.
Baca Juga: Shiba Inu Melesat 200%, Dogecoin dan Memecoin Solana Tersingkirkan
Efektivitas Biaya Transaksi Gantikan Staking Reward
Tobler mengusulkan skema di mana biaya transaksi menggantikan staking reward yang berasal dari treasury.
Menanggapi hal tersebut, Hoskinson mengakui perlunya peningkatan transaksi. Namun, ia juga menyebutkan faktor lain seperti kehadiran partner chain, peningkatan volume transaksi, dan kenaikan nilai ADA sebagai penyeimbang profitabilitas bagi operator stake pool.
Hoskinson menyetujui pentingnya skalabilitas dan adopsi pengguna untuk membuat pengelolaan stake pool menguntungkan secara jangka panjang.
"Tentu saja semua cryptocurrency membutuhkan lebih banyak transaksi. Itulah tujuan blockchain," kata Hoskinson.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Hoskinson menguraikan langkah-langkah vital yang perlu diambil. Ini termasuk menjalankan tata kelola desentralisasi, mengoperasikan treasury, dan mengaktifkan partner chain.
Staking merupakan aspek fundamental dari mekanisme proof-of-stake yang digunakan Cardano. Staking memungkinkan pemegang ADA untuk memvalidasi jaringan dan mendapatkan reward.
Staking reward ADA berasal dari block reward dan biaya transaksi. Setiap epoch, 0.22% dari total cadangan ADA dialokasikan untuk block reward dan treasury.
Sementara untuk biaya transaksi, distribusi reward didasarkan pada kumpulan transaksi dalam sebuah blok yang dicetak pada epoch tertentu. Sebanyak 20% dari reward ini masuk ke treasury, sedangkan 80% sisanya didistribusikan ke stake pool.
Tujuan jangka panjangnya adalah menjadikan biaya transaksi sebagai sumber reward utama.
Dengan langkah-langkah strategis dan inovasi yang berkelanjutan, diharapkan Cardano dapat mengatasi tantangan dan mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri blockchain.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Cara Beli Cardano (ADA) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Cardano (ADA) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Cardano (ADA) tersedia di Bittime dengan market pair ADA/IDR. Untuk bisa beli ADA IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Cardano (ADA) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Cardano (ADA), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Prediksi Harga Cardano (ADA) 2024-2030: Akankah ADA Mencapai $5?
Pasar Kripto di Q2 2024: AVAX Melonjak, LINK Konsolidasi, DeeStream (DST) Bersinar
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.