Bittime - Quantum computing menjadi salah satu inovasi teknologi yang terus diperbincangkan karena potensinya untuk mengubah cara memproses informasi.
Lalu, bagaimana dampak quantum computing terhadap Bitcoin (BTC) dan jaringan blockchain lainnya. Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!
Kemampuan Quantum Computing
Quantum computing dikenal karena kemampuannya untuk menyelesaikan masalah yang sangat kompleks dalam waktu singkat.
Contohnya, chip quantum terbaru Google, Willow, yang mampu menyelesaikan masalah dalam 5 menit, padahal membutuhkan waktu hingga 10 septiliun tahun dengan superkomputer konvensional.
Kemajuan ini membuat banyak yang khawatir bahwa quantum computing dapat memecahkan algoritma kriptografi, termasuk SHA-256 yang digunakan Bitcoin.
Namun, menurut Kevin Rose, mantan manajer produk senior Google, dibutuhkan quantum computer dengan sekitar 13 juta qubit untuk mendekripsi Bitcoin dalam 24 jam. Sebagai perbandingan, Willow saat ini hanya memiliki 105 qubit.
Baca Juga: 1 Bitcoin Berapa Rupiah? Segini Harga Bitcoin Hari Ini!
Dampak Quantum Computing terhadap Bitcoin
Bitcoin menggunakan tanda tangan digital untuk mengamankan transaksi, sehingga memastikan bahwa hanya pemilik yang sah yang dapat mengakses aset tersebut.
Tanda tangan ini berbasis algoritma kriptografi, yang saat ini dianggap sangat aman dari serangan komputer konvensional.
Namun, dengan kehadiran quantum computing, ada kemungkinan tanda tangan digital ini dapat ditembus. Menurut Adam Back, CEO Blockstream, meski ancaman dampak quantum computing nyata, era post-quantum masih beberapa dekade lagi.
Adam Back menyebutkan bahwa penelitian tentang skema tanda tangan berbasis hash post-quantum akan menghasilkan solusi yang lebih aman dan dapat diintegrasikan ke dalam jaringan Bitcoin.
Hal ini akan memastikan bahwa Bitcoin tetap relevan dan aman meskipun teknologi quantum semakin maju.
Baca Juga: 5 Fakta Penting tentang Bitcoin Pekan Ini yang Harus Kamu Tahu!
Dampak Quantum Computing terhadap Blockchain Lain
Tidak hanya Bitcoin, blockchain utama seperti Ethereum juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi era quantum computing.
Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, telah mengusulkan hard fork sederhana yang dapat mengurangi risiko quantum computing terhadap jaringan Ethereum.
Hal ini menunjukkan bahwa blockchain utama sudah memikirkan langkah antisipatif untuk melindungi jaringan dari dampak quantum computing.
Baca Juga: Peluang Harga Bitcoin Kembali ke $60,000 Menurut Robert Kiyosaki
Solusi Menghadapi Dampak Quantum Computing
Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi quantum computing adalah sifat desentralisasi blockchain.
Tidak seperti sistem terpusat yang dapat dengan mudah menerapkan pembaruan keamanan, blockchain membutuhkan konsensus dari seluruh jaringan untuk melakukan perubahan besar, sehingga prosesnya lambat dan kompleks.
Veteran pengembang Bitcoin, Jameson Lopp, mengatakan jika Bitcoin harus beralih ke solusi tahan quantum, jaringan akan menghadapi tantangan besar.
Misalnya, memigrasi dana dari dompet lama ke dompet yang lebih aman, yang akan memakan banyak ruang blok dan waktu transaksi.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin 2025: Bisa $250K per BTC?
Peluang Quantum Computing
Meski ada kekhawatiran bahwa quantum computing dapat merusak keamanan Bitcoin, banyak ahli percaya bahwa teknologi ini juga membawa peluang untuk memperkuat jaringan.
Dengan penelitian dan pengembangan yang tepat, blockchain dapat beradaptasi dan tetap menjadi teknologi yang aman di era quantum computing.
Baca Juga: Disebut Vladimir Putin dan Jerome Powell, Harga Bitcoin Langsung Naik!
FAQ Bitcoin
Apa itu Bitcoin?
Bitcoin adalah aset kripto pertama di dunia sekaligus aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Bitcoin pertama kali diciptakan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto, yang sampai sekarang tidak ada yang mengetahui identitas aslinya.
1 BTC Berapa Rupiah?
Saat ini, 1 BTC bernilai Rp1,542,866,355 berdasarkan market Bittime.
1 BTC Berapa USD?
Saat ini, 1 BTC bernilai $94,274.74 berdasarkan Coinmarketcap.
Cara Beli Crypto di Bittime
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Referensi
Zoltan Vardai, Quantum computing will fortify Bitcoin signatures: Adam Back, diakses pada 24 Desember 2024.
Nimrot Lehavi, Small Step Or Giant Leap? Assessing Google’s Quantum Threat To BTC, diakses pada 24 Desember 2024.
Penulis: IPR


Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.