Bittime - Quantum computing menandai perubahan paradigma dalam teknologi komputasi. Dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang dianggap tidak mungkin oleh komputer klasik, komputer kuantum berpotensi merevolusi cara kita memproses informasi.
Apa Itu Shor’s Algortihm?
Salah satu algoritma yang paling terkenal, Shor’s algorithm, memungkinkan komputer kuantum untuk memfaktorkan bilangan bulat dan menyelesaikan masalah logaritma diskrit dengan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan komputer klasik.
Meskipun saat ini komputer kuantum belum cukup besar untuk mengancam sistem kriptografi yang ada, ada kemungkinan di masa depan mereka dapat memecahkan algoritma yang saat ini dianggap aman.
Ancaman Quantum Computing Terhadap Kriptografi
Jaringan Hedera, seperti banyak sistem di internet, sangat bergantung pada kriptografi untuk mengamankan transaksi dan menjaga integritas data. Ancaman utama dari komputer kuantum adalah terhadap sistem kriptografi kunci publik, seperti skema tanda tangan digital ed25519, yang dapat sepenuhnya dibobol jika komputer kuantum berhasil menyelesaikan masalah logaritma diskrit yang mendasarinya.
Sebaliknya, sistem kriptografi kunci simetris, seperti AES, tidak bergantung pada masalah yang sulit dan tetap aman dari algoritma Shor. Namun, Grover’s algorithm dapat mengurangi keamanan sistem kunci simetris, meskipun ini dapat diatasi dengan memperpanjang panjang kunci.
Hedera mengikuti standar CNSA yang digunakan oleh pemerintah AS untuk melindungi informasi rahasia. Standar ini mengharuskan penggunaan kunci AES minimal 256 bit dan hash SHA-2 384 bit. Dengan ukuran kunci yang lebih besar ini, baik AES maupun SHA-2 dianggap aman dari komputer kuantum di masa depan.
Baca juga Sebelum Beli Koin HBAR, Pahami 7 Poin Tentang Hedera Berikut Ini
Mencari Alternatif Kriptografi Pasca Quantum Computing
Untuk mengatasi ancaman dari komputer kuantum, para peneliti telah mengembangkan sistem kriptografi kunci publik baru yang tidak bergantung pada asumsi klasik.
NIST telah memulai kompetisi untuk menstandarisasi algoritma kriptografi pasca-kuantum, dengan pengumuman terbaru pada 5 Juli 2022, yang mencakup empat algoritma kandidat: CRYSTALS-Kyber untuk enkripsi kunci publik dan CRYSTALS-Dilithium, Falcon, serta SPHINCS+ untuk tanda tangan digital.
Proses ini akan berlangsung selama dua tahun ke depan, di mana para peneliti didorong untuk mengeksplorasi algoritma tersebut sebelum diimplementasikan secara luas.
Baca juga Hedera Hashgraph: Bukan Blockchain Biasa, Simak Penjelasan Ini!
Tantangan Adopsi Algoritma Pasca Quantum Computing
Meskipun algoritma pasca-kuantum menawarkan keamanan yang lebih baik, mereka sering kali memerlukan ukuran tanda tangan dan kunci yang lebih besar dibandingkan dengan ed25519. Misalnya, tanda tangan dalam algoritma Falcon dan CRYSTALS-Dilithium dapat mencapai beberapa kilobyte, yang dapat menimbulkan tantangan dalam hal penyimpanan dan bandwidth, terutama dalam sistem dengan volume transaksi tinggi.
Selain itu, waktu verifikasi untuk algoritma ini juga lebih lama dibandingkan ed25519, yang dapat mempengaruhi aplikasi yang memerlukan verifikasi cepat.
Mempersiapkan Dunia yang Aman dari Quantum Computing?
Sementara ed25519 dan ECDSA menawarkan perlindungan yang baik terhadap serangan klasik, keduanya tidak memiliki pertahanan terhadap ancaman dari komputer kuantum.
Upaya saat ini untuk mengembangkan algoritma pasca-kuantum bertujuan untuk menjaga keamanan kriptografi seiring dengan kemajuan teknologi kuantum.
Dengan penelitian yang terus berlanjut, standar baru muncul untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan masa depan kriptografi yang aman dari ancaman kuantum.
FAQ
1. Apa itu quantum computing dan bagaimana cara kerjanya?
Quantum computing adalah jenis komputasi yang menggunakan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk memproses informasi.
Berbeda dengan komputer klasik yang menggunakan bit untuk menyimpan data, komputer kuantum menggunakan qubit, yang dapat berada dalam beberapa keadaan sekaligus.
Ini memungkinkan komputer kuantum untuk menyelesaikan masalah tertentu dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan komputer klasik.
2. Mengapa quantum computing menjadi ancaman bagi kriptografi?
Quantum computing dapat memecahkan masalah matematis yang mendasari banyak algoritma kriptografi saat ini, seperti faktorisasi bilangan bulat dan logaritma diskrit, dengan menggunakan algoritma seperti Shor’s algorithm.
Ini berarti bahwa sistem kriptografi kunci publik, seperti ed25519 dan ECDSA, dapat dengan mudah dibobol oleh komputer kuantum yang cukup kuat, mengancam keamanan data dan transaksi.
3. Apa langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi ancaman dari quantum computing?
Para peneliti dan lembaga seperti NIST sedang mengembangkan algoritma kriptografi pasca-kuantum yang dirancang untuk tahan terhadap serangan dari komputer kuantum.
NIST telah memulai kompetisi untuk menstandarisasi algoritma-algoritma ini, termasuk CRYSTALS-Dilithium, Falcon, dan SPHINCS+.
Selain itu, sistem kriptografi yang ada, seperti yang digunakan oleh Hedera, sudah menerapkan ukuran kunci yang lebih besar untuk meningkatkan keamanan terhadap potensi ancaman kuantum di masa depan.
Cara Beli Crypto di Bittime
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Referensi
Dr. Leemon Baird, Pratyay Mukherjee & Rohit Sinha, Post Quantum Crypto, Diakses 24 Desember 2024
Rohit Sinha, Ty "Patches" Smith, Dr. Leemon Baird, Are Ed25519 Keys Quantum-Resistant? Exploring the Future of Cryptography, Diakses 24 Desember 2024


Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.