Bittime - Hedera Hashgraph bukan blockchain biasa! Pelajari tentang teknologi Hashgraph, token HBAR, hingga kelebihan dan kekurangan Hedera di artikel ini!
Hedera Hashgraph hadir dengan pendekatan yang berbeda untuk dunia kripto. Blockchain ini mengklaim dapat mengatasi banyak kekurangan dari sistem blockchain tradisional.
Dibangun dengan teknologi Directed Acyclic Graph (DAG), Hedera bukanlah blockchain biasa, meskipun sering dibandingkan dengan platform seperti Ethereum dan Bitcoin. Lantas, apa yang membuat Hedera Hashgraph begitu istimewa?
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam apa itu Hedera Hashgraph, bagaimana cara kerjanya, serta kelebihan dan kekurangannya.
Apa Itu Hedera Hashgraph?
Hedera Hashgraph adalah sebuah jaringan distributed ledger technology (DLT) yang menawarkan alternatif inovatif untuk blockchain. Berbeda dengan blockchain yang menggunakan struktur blok data yang terhubung secara berurutan, Hedera menggunakan hashgraph.
Hashgraph adalah sebuah algoritma konsensus yang memungkinkan data untuk diproses secara lebih efisien. Dengan pendekatan ini, Hedera menjanjikan kecepatan transaksi yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan blockchain tradisional.
Meskipun begitu, bagi pengguna akhir, perbedaan ini tidak selalu terasa. Kamu tetap bisa mengakses dApps, berinteraksi dengan NFT, dan melakukan transaksi menggunakan Hedera seperti halnya pada blockchain lainnya.
Platform ini juga kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), sehingga bagi mereka yang sudah familiar dengan Ethereum, mereka bisa dengan mudah beradaptasi dengan Hedera.
Baca juga: Hedera Hashgraph Gelar Konferensi HederaCon 2025, Ini Bocorannya!
Bagaimana Cara Kerja Hedera Hashgraph?
Sumber: DAILYCOIN
Hedera Hashgraph menggunakan hashgraph consensus algorithm, yang diklaim lebih cepat, aman, dan efisien dibandingkan dengan blockchain tradisional. Pada blockchain, transaksi disusun dalam urutan blok yang saling terkait.
Namun, dalam Directed Acyclic Graph (DAG), data dapat merujuk ke transaksi dari blok mana pun dalam rantai. Hal ini memungkinkan verifikasi transaksi yang lebih cepat, karena informasi dapat diverifikasi dan disepakati dalam waktu yang lebih singkat.
Hedera memanfaatkan apa yang disebut sebagai "gossip about gossip protocol." protokol ini membantu memastikan transaksi dicatat secara real-time dan memberikan konsensus yang lebih cepat.
Setiap node dalam jaringan Hedera saling berbagi informasi, yang memastikan bahwa setiap transaksi dicatat dengan akurat. Proses ini juga dilengkapi dengan mekanisme Proof of Stake (PoS) yang melibatkan staking HBAR untuk menjaga keamanan jaringan dan memvalidasi transaksi.
Baca juga: Hedera Hashgraph (HBAR) Negatif Karbon: Bukti dan Perbandingan dengan Blockchain Lain
Apa Itu Token HBAR?
Sumber: DAILYCOIN
HBAR adalah cryptocurrency native dari Hedera Hashgraph yang digunakan untuk berbagai tujuan di dalam ekosistem Hedera. Token ini berfungsi sebagai biaya transaksi dalam jaringan Hedera dan digunakan untuk memvalidasi konsensus jaringan.
Setiap transaksi di Hedera dikenakan biaya yang sangat rendah—hanya sekitar $0,0001 per transaksi—terlepas dari tingkat kemacetan di jaringan atau harga HBAR.
Selain itu, HBAR juga digunakan sebagai mata uang dalam transaksi non-fungible tokens (NFTs) yang ada di jaringan Hedera.
Dengan performa yang sangat cepat, mampu memproses lebih dari 10.000 transaksi per detik, HBAR menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan blockchain seperti Ethereum, yang hanya dapat menangani sekitar 20 transaksi per detik.
Hedera Governing Council
Salah satu fitur unik dari Hedera Hashgraph adalah Hedera Governing Council (Dewan Pimpinan Hedera). Dewan pimpinan ini terdiri dari hingga 39 perusahaan global terkemuka, termasuk IBM, Google, dan Boeing.
Dewan ini bertanggung jawab untuk mengawasi pengembangan dan stabilitas jaringan Hedera, serta memastikan bahwa jaringan ini tetap terdesentralisasi.
Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana desentralisasi Hedera. Sebagai contoh, hanya anggota dewan yang dapat mengoperasikan validator nodes pada jaringan Hedera, yang dapat dianggap sebagai suatu bentuk sentralisasi.
Meski demikian, Hedera berjanji untuk memperkenalkan lebih banyak partisipasi terbuka di masa depan seiring dengan pertumbuhannya.
Sejarah dan Founder Hedera Hashgraph
Hedera Hashgraph pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 oleh dua orang co-founder, Leemon Baird dan Mance Harmon. Sebelum mendirikan Hedera, Baird dan Harmon sudah lebih dulu mendirikan perusahaan Swirlds pada tahun 2015, yang menjadi pengembang utama dari teknologi hashgraph itu sendiri.
Teknologi hashgraph yang mereka ciptakan memiliki paten dan menjadi dasar dari keberhasilan Hedera Hashgraph. Swirlds juga merupakan pemain kunci dalam ekosistem Hedera, dengan peran penting dalam menjaga kontrol atas kode dan implementasi hashgraph.
Baca juga: Analisa Teknikal Harga $HBAR 2025: Sinyal Bullrun atau Downtrend yang Tiada Akhir?
Kelebihan dan Kekurangan Hedera Hashgraph
Setiap teknologi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dipertimbangkan ketika melihat Hedera Hashgraph:
Kelebihan:
1. Kecepatan: Hedera dapat memproses hingga 10.000 transaksi per detik, jauh lebih tinggi dibandingkan blockchain tradisional seperti Ethereum.
2. Biaya Transaksi Murah: Biaya transaksi sangat rendah, hanya sekitar $0.0001 per transaksi, terlepas dari kemacetan jaringan.
3. Efisiensi Energi: Dibandingkan dengan blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum, Hedera lebih efisien dalam penggunaan energi dan bahkan menerapkan inisiatif untuk menjadi carbon-negative.
4. Skalabilitas: Dengan desainnya yang lebih efisien, Hedera dapat mendukung lebih banyak pengguna tanpa mengalami penurunan kinerja.
5. EVM-kompatibel: Pengembang Ethereum dapat dengan mudah memindahkan aplikasi mereka ke Hedera tanpa banyak kesulitan.
Kekurangan:
1. Desentralisasi Terbatas: Kehadiran Hedera Governing Council yang mengatur siapa yang bisa mengoperasikan node validator di jaringan dapat mengurangi desentralisasi.
2. Ekosistem yang Masih Berkembang: Meskipun Hedera berada di posisi pasar yang kuat, ekosistemnya masih terbatas dengan hanya sedikit aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang dibangun di atasnya.
3. Kurangnya Popularitas: Dibandingkan dengan blockchain besar lainnya, Hedera belum mendapatkan adopsi sebesar Ethereum atau Bitcoin.
Kesimpulan
Hedera Hashgraph menawarkan solusi inovatif dengan teknologi hashgraph yang bisa menjadi masa depan dari distributed ledger technology (DLT).
Dengan kecepatan tinggi, biaya transaksi rendah, dan efisiensi energi, Hedera berpotensi membawa perubahan besar dalam industri blockchain.
Namun, seperti halnya teknologi baru lainnya, masih ada tantangan yang harus dihadapi sebelum dapat mencapai adopsi yang lebih luas.
FAQ Tentang Hedera Hashgraph
Apa itu Hedera Hashgraph?
Hedera Hashgraph adalah jaringan distributed ledger technology (DLT) yang menggunakan algoritma hashgraph untuk memberikan kecepatan transaksi yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah daripada blockchain tradisional.
Apa itu HBAR?
HBAR adalah token asli dari jaringan Hedera Hashgraph yang digunakan untuk membayar biaya transaksi dan mengamankan jaringan melalui mekanisme Proof of Stake (PoS).
Siapa yang mendirikan Hedera Hashgraph?
Hedera Hashgraph didirikan oleh Leemon Baird dan Mance Harmon pada tahun 2018, setelah mereka mengembangkan hashgraph melalui perusahaan mereka, Swirlds.
Cara Beli Crypto di Bittime
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Referensi
DAILYCOIN, Hedera Hashgraph (HBAR): The Hedera Network Isn’t a Traditional Blockchain, diakses pada 24 Desember 2024.
Hedera, Hedera.com, diakses pada 24 Desember 2024.
Penulis: Y
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.