Bittime - LayerZero telah mengumumkan integrasi dengan IOTA EVM ke dalam protokol multichainnya. Langkah ini membuka jalan bagi interoperabilitas yang mulus dan komunikasi yang lebih efisien dengan banyak ekosistem dalam ruang Web3 yang lebih luas, seperti Ethereum, Binance Smart Chain, dan Optimism.
Hal ini merupakan langkah signifikan bagi IOTA dan EVM-nya untuk menjadi pionir dalam jaringan blockchain Web3 yang lengkap, menjadikan IOTA EVM sebagai ekosistem yang kohesif dan interoperabel.
Apa Itu LayerZero dan IOTA EVM?
LayerZero adalah protokol komunikasi multichain yang dirancang untuk memungkinkan pesan dan transfer aset antara berbagai blockchain.
Dengan mengintegrasikan mekanisme yang aman dan andal, LayerZero memberikan solusi untuk tantangan interoperabilitas yang sering dihadapi dalam ekosistem blockchain yang terfragmentasi.
Sementara itu, IOTA EVM (Ethereum Virtual Machine) adalah lingkungan eksekusi yang memungkinkan pengembang untuk menjalankan kontrak pintar Ethereum di jaringan IOTA.
Baca Juga: Apa Itu IOTA (IOTA)? Masa Depan Internet of Things (IoT)
EVM ini memperluas kapabilitas jaringan IOTA dengan mendukung aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang dibangun dengan Solidity, bahasa pemrograman yang digunakan pada Ethereum.
Dengan EVM, IOTA dapat mendukung aplikasi yang sebelumnya hanya bisa berjalan di jaringan Ethereum, membuka pintu untuk adopsi dan integrasi yang lebih luas.
Cek Market Crypto Hari Ini:
IOTA EVM Gagas Penyatuan Ekosistem Web3
Kemampuan jaringan blockchain untuk berkomunikasi dengan mulus di berbagai rantai menjadi sangat penting. Dalam hal ini, IOTA menempati posisi terdepan dalam interoperabilitas yang memungkinkan interaksi yang halus antara rantai melalui lapisan dasar yang sama.
Hal ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna tetapi juga memudahkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan aset untuk memanfaatkan fungsi omnichain.
Baca Juga: Tutorial Mendapatkan Airdrop LayerZero
Integrasi ini menunjukkan komitmen IOTA untuk menyediakan lingkungan yang ramah bagi pengembang, menghubungkan pelopor dan inovator dari ekosistem IOTA dengan dunia luar.
Protokol pesan multichain LayerZero, setelah berhasil diintegrasikan dengan jaringan Shimmer pada akhir tahun 2023, kini diperluas ke IOTA EVM, memberikan kemampuan baru bagi pengembang untuk membuat aplikasi omnichain, memanfaatkan pesan multichain, dan transfer aset menggunakan protokol LayerZero dan standar OFT serta ONFT.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesempatan Baru Pertumbuhan LayerZero V2 dan IOTA EVM
Integrasi LayerZero V2 dengan IOTA EVM memperkuat peran IOTA sebagai pusat solusi dApps dan DeFi yang inovatif. Langkah ini memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan peluang baru untuk kolaborasi multichain.
Komunikasi dan transfer aset yang mulus yang diaktifkan oleh protokol V2 LayerZero membuka jalan baru bagi pertumbuhan, mendorong ekosistem blockchain yang lebih terhubung.
IOTA dengan interoperabilitas yang disediakan oleh LayerZero bekerja menuju ekosistem Web3 yang terhubung dan interoperabel tidak hanya mendukung banyak pengguna dan pembangunnya, tetapi juga berupaya mempercepat ekosistem dApps, peluang hasil, dan proyek yang terus berkembang.
Kelebihan bagi Pengembang
Penerapan Endpoint V2 yang tidak dapat diubah dari LayerZero pada IOTA EVM memungkinkan pengembang untuk:
- Menciptakan aplikasi omnichain.
- Menggunakan pesan multichain dan transfer aset menggunakan protokol LayerZero serta standar OFT dan ONFT.
- Berinteraksi dengan mulus dan tanpa izin dengan semua aplikasi pada IOTA EVM (saat ini lebih dari 50 DLT) melalui protokol LayerZero V2.
Langkah ini menandai kemajuan penting dalam dunia teknologi blockchain, di mana komunikasi yang mulus dan interoperabilitas menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem yang lebih luas dan inklusif.
IOTA dengan dukungan LayerZero terus berinovasi dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih terhubung dalam ruang Web3, menawarkan peluang yang tidak terbatas bagi pengembang, pengguna, dan seluruh ekosistem blockchain.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Bitcoin (BTC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Bitcoin (BTC) tersedia di Bittime dengan market pair BTC/IDR. Untuk bisa beli BTC/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Bitcoin (BTC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Bitget Wallet Rilis Babylon Testnet-4, User Bisa Staking Sbtc dengan Mudah
Kata Uniswap Founder: Hayden Adams Bahas Memecoin dan Teknologi Blockchain, Prediksi Market 2024?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.