Bittime - Sebuah bursa kripto terdesentralisasi (DEX) bernama Velocore, yang beroperasi di jaringan zkSync dan Linea, diduga telah diretas. Parahnya, peretas berhasil menguras habis kumpulan likuiditas (liquidity pool/LP) milik pengguna, dengan total nilai mencapai hampir $10 juta (sekitar Rp 160 miliar)!
Kejadian ini pun menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan komunitas kripto, terlebih karena Blockchain Linea ikut menghentikan sementara produksi bloknya.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Kabar Peretasan Velocore
Awalnya, kabar peretasan ini mencuat melalui unggahan di X thread oleh Officer's Notes, seorang peneliti dan penulis ternama di bidang keamanan kripto. Dalam unggahannya, Officer's Notes membeberkan peretasan di Velocore dan hilangnya seluruh dana LP pengguna.
Baca juga: OKX Dukung Peningkatan Mainnet Mina (MINA) pada 4 Juni 2024
Laporan awal juga mengindikasikan bahwa peretas telah memindahkan sebagian Ethereum (ETH) hasil curian ke mainnet Ethereum.
Fakta lain yang semakin membuat penasaran adalah langkah Blockchain Linea yang menghentikan produksi bloknya. Blok yang berhenti antara nomor blok 5081800 dan 5081801 selama satu jam.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Sayangnya, alasan di balik penghentian produksi ini masih belum jelas. Keanehan ini pertama kali terungkap dari obrolan di Telegram BlockSec Team, sebelum kemudian dianalisa lebih lanjut oleh EmberCN, seorang analis on-chain.
Baca juga: Update Peretasan Velocore: Siapkan Kompensasi untuk Pengguna!
BladeSwap Ikut Angkat Bicara
Sementara itu, BladeSwap, sebuah DEX lain yang beroperasi di jaringan asli Blast_L2, turut angkat bicara terkait situasi ini. Melalui unggahan di X post, BladeSwap menjelaskan bahwa meski merupakan cabang (fork) dari Velocore, brankas mereka menggunakan perhitungan kontrak kumpulan likuiditas yang berbeda.
BladeSwap menggunakan model XYK (seperti Uniswap v2), bukan CPMM (seperti Balancer) yang menjadi celah peretasan. Pihak BladeSwap pun meyakinkan pengguna bahwa dana mereka aman dan akan menyelidiki lebih lanjut serta menerapkan langkah pengamanan tambahan jika diperlukan.
Velocore sendiri kini tengah mengungkap sumber peretasan dan memulai penyelidikan on-chain. Tim Velocore sedang menyiapkan laporan terperinci yang menjelaskan secara spesifik mengenai celah keamanan yang dimanfaatkan dan dampaknya.
Velocore juga menegaskan bahwa kelemahan ini tidak memengaruhi kumpulan aset dinamis (volatile pool) milik BladeSwap.
EmberCN, sang analis on-chain, turut memberikan detail tambahan. Ia menjelaskan bagaimana peretas mengkonversi semua aset curian menjadi ETH dan memindahkannya ke mainnet Ethereum melalui jembatan lintas-rantai (cross-chain bridge).
Saat ini, sebanyak 1807 koin ETH senilai sekitar $6,88 juta (sekitar Rp 110 miliar) terparkir di dompet misterius milik peretas tersebut.
Velocore sebelumnya telah menjalani tiga audit dari lembaga keamanan bereputasi baik seperti Zokyo, Hacken, dan Scalebit. Namun, peretasan ini membuktikan adanya celah yang luput dari perhatian.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kini, penyelidikan Velocore tengah menjadi sorotan komunitas kripto. Insiden ini menjadi pengingat akan kesulitan yang terus dihadapi dalam mengamankan keuangan terdesentralisasi, sekaligus pentingnya keamanan yang kuat dan berkelanjutan.
Diharapkan, perkembangan penyelidikan ini akan menghasilkan informasi dan pembaruan lebih lanjut.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
ZkSync Menuju Desentralisasi: Token dan Airdrop Segera Hadir!
zkSync Tunda Pembaruan Utama Mainnet v24 Hingga 16 Mei, Kenapa?
Bybit Umumkan Listing zkSync: Kontroversi Timbul Atas Penyerobotan Ticker ZK
zkSync Node Beta Diluncurkan: Menyederhanakan Akses dan Menurunkan Hambatan
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.