Bittime - Hacker platform Velocore berhasil mencuri aset senilai $6,88 juta (setara Rp110,08 miliar) dalam bentuk 1.807 ETH. Menurut laporan dari TechFlow dan pengamatan Ember, serangan ini terjadi pada platform DEX Velocore yang diterapkan di zkSync dan Linea. Peretasan ini menyebabkan hilangnya seluruh Likuiditas Penyedia (LP) milik pengguna hanya dalam waktu empat jam setelah serangan pertama terdeteksi.
Kronologi Peretasan Platform Velocore
Peretas menggunakan jembatan lintas rantai untuk mengonversi dan mentransfer aset yang dicuri. Seluruh ETH yang dihasilkan dari konversi ini kemudian dipindahkan ke alamat utama Ethereum 0xe40...2b3.
Penggunaan jembatan lintas rantai memungkinkan peretas memindahkan aset antar jaringan blockchain, membuat pelacakan dan pengambilan aset semakin sulit.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Mekanisme dan Dampak Peretasan Platform Velocore
Insiden ini bukan hanya mencerminkan kerentanan pada platform Velocore tetapi juga menyoroti risiko keamanan dalam ekosistem DeFi yang lebih luas.
Serangan ini meniru beberapa metode yang digunakan dalam peretasan besar lainnya di dunia kripto, seperti insiden peretasan Wormhole dan Exactly Protocol, di mana peretas berhasil mengeksekusi serangan dengan memanfaatkan celah keamanan dalam kontrak pintar dan mekanisme verifikasi yang lemah.
Peretas platform trading Velocore diduga menggunakan teknik yang memungkinkan mereka menghindari langkah-langkah keamanan standar, mirip dengan bypassing yang dilakukan pada peretasan Wormhole, di mana peretas bisa memalsukan otoritas untuk menyetorkan ETH ke Wormhole di Solana.
Pada kasus Exactly Protocol, peretas berhasil memanipulasi kontrak market untuk mencuri aset yang disetorkan pengguna.
Reaksi dan Tindakan Balasan
Tim keamanan Velocore segera merespons dengan melakukan investigasi mendalam dan berusaha berkomunikasi dengan peretas untuk mengembalikan dana yang dicuri, serupa dengan upaya yang dilakukan oleh tim Wormhole yang menawarkan bounty untuk pengembalian dana.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan dari peretas. Peningkatan keamanan menjadi fokus utama setelah insiden ini. Langkah-langkah untuk memperkuat verifikasi kontrak pintar dan pemantauan aktivitas jaringan secara real-time sedang diterapkan.
Selain itu, banyak pihak dalam komunitas kripto menyerukan peningkatan kerjasama antar platform untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih terintegrasi dan responsif di platform Velocore terhadap ancaman serupa di masa depan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Bitcoin (BTC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Bitcoin (BTC) tersedia di Bittime dengan market pair BTC/IDR. Untuk bisa beli BTC/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Bitcoin (BTC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Krisis Perizinan Kripto di Hong Kong, Banyak Exchange Undur Diri dan Hengkang?
Revolusi Web3: Arweave dan AO Computer Bakal Segera Integrasikan Crypto + AI
Update PoPP 2.0: Pionir Awal untuk Era Produktisasi Web3+AI
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.