Bittime - Polyhedra dan zkSync terlibat dalam sengketa penggunaan ticker "ZK" untuk token mereka. Artikel ini membahas akar permasalahan, pandangan kedua belah pihak, dan implikasinya bagi ekosistem ZK.
Polyhedra, pengembang protokol interoperabilitas zero-knowledge zkBridge, menggunakan ticker "ZK" terlebih dahulu. Namun, zkSync yang berencana meluncurkan token dan airdrop, berniat menggunakan ticker yang sama. Artikel ini akan mengulas duduk perkara perseteruan tersebut, pandangan kedua belah pihak, dan implikasinya bagi ekosistem ZK (Zero-Knowledge) yang lebih luas.
Akar Permasalahan: Perebutan Ticker ZK
Awal mula perselisihan ini terungkap pada akhir Mei 2024. Media kripto The Block melaporkan bahwa zkSync, proyek yang tengah dikembangkan oleh Matter Labs, berniat menggunakan ticker "ZK" untuk token mereka yang akan segera diluncurkan. Rencana ini memicu kontroversi karena Polyhedra, yang sudah lebih dulu membangun reputasi dengan ticker "ZK", merasa dirugikan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Polyhedra: ZK untuk Komunitas, Bukan Monopoli Perusahaan
Sebagai bentuk protes, Polyhedra mengumumkan perubahan ticker mereka menjadi "ZKJ" yang melambangkan "ZK Join". Melalui perubahan ini, Polyhedra ingin menegaskan bahwa teknologi ZK seharusnya menjadi milik publik dan komunitas, bukan dimonopoli oleh perusahaan tertentu. Mereka berpendapat bahwa penggunaan ticker "ZK" oleh zkSync akan menimbulkan kebingungan di kalangan investor dan pengguna kripto.
Baca juga: ETF Ethereum Spot: SEC Minta Perbarui Formulir S-1, Listing Masih Lama
Bybit Memicu Eskalasi
Situasi memanas ketika bursa kripto Bybit mengumumkan penyesuaian ticker Polyhedra menjadi "ZKS" dan menampilkan zkSync dengan ticker "ZK" di platform perdagangan spot mereka. Keputusan Bybit ini dianggap tidak adil oleh Polyhedra, yang kemudian mengecam tindakan tersebut melalui unggahan di platform X. Polyhedra mempertanyakan etika zkSync dan Bybit yang mengutamakan kepentingan sendiri tanpa mempertimbangkan pihak lain.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Dukungan dari Polygon dan StarkWare
Polyhedra tidak sendirian dalam menghadapi sengketa ini. Raksasa blockchain Polygon dan perusahaan teknologi kripto StarkWare turut angkat bicara. Ketiga perusahaan tersebut merilis pernyataan bersama yang mendesak Matter Labs, pengembang zkSync, untuk menarik semua pengajuan merek dagang dan penggunaan ticker "ZK". Mereka berpendapat bahwa teknologi ZK seharusnya bersifat open-source dan inklusif, sehingga ticker "ZK" seharusnya dapat digunakan secara bebas oleh berbagai pihak di ekosistem ZK.
Dampak Perselisihan Polyhedra dan zkSync
Perselisihan antara Polyhedra dan zkSync berpotensi menghambat pertumbuhan dan kepercayaan di ekosistem ZK. Teknologi ZK sendiri memegang peranan penting dalam meningkatkan skalabilitas dan privasi transaksi blockchain. Jika para pemain utama justru sibuk berebut kepentingan, alih-alih berkolaborasi untuk memajukan teknologi, maka inovasi dan adopsi ZK secara keseluruhan bisa terhambat.
Mencari Jalan Keluar Perselisihan Polyhedra dan zkSync
Menyikapi kisruh ini, dibutuhkan solusi yang mengedepankan kepentingan bersama. Alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah penggunaan ticker yang lebih spesifik untuk masing-masing proyek, misalnya dengan menambahkan awalan atau akhiran tertentu pada ticker "ZK". Selain itu, komunikasi yang lebih baik antar pengembang proyek ZK juga diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dan perselisihan di masa depan.
Kesimpulan
Kasus sengketa ticker antara Polyhedra dan zkSync menjadi sorotan penting bagi ekosistem ZK. Teknologi ZK berpotensi merevolusi dunia kripto, namun tanpa sportivitas dan kolaborasi antar pengembang, potensinya tersebut sulit terwujud. Diharapkan ke depannya, para pemain di ekosistem ZK dapat mengedepankan kepentingan bersama untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendorong inovasi teknologi ZK.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Prediksi NOTCOIN: Mungkinkah Naik ke $1,05 Minggu Ini?
Galxe Akan Mengumumkan Sesuatu Spesial Besok: Apakah Rebranding?
Mastercard Permudah Transaksi Kripto dengan Sistem Alias Baru
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.