Bittime -Dunia cryptocurrency kembali dihadapkan dengan tantangan keamanan yang serius. Sejumlah berita mengungkapkan kekhawatiran Kepala Keamanan Informasi (CISO) Coinbase, Jeff Lunglhofer, terkait maraknya teknologi deepfake yang disalahgunakan untuk melancarkan penipuan.
Deepfake: Video Palsu CEO Kripto Sebar Janji Token Gratis
Deepfake adalah teknologi yang mampu memanipulasi video dan audio secara realistis, sehingga membuat seolah-olah seseorang mengucapkan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Dalam kasus ini, pelaku kejahatan menggunakan deepfake untuk membuat video CEO perusahaan kripto ternama, seperti Brian Armstrong dari Coinbase dan Brad Garlinghouse dari Ripple.
Dalam video deepfake tersebut, para CEO palsu ini seolah-olah menjanjikan pemberian token gratis. Ini tentu saja skema penipuan yang dirancang untuk menarik investor dan menguras dana mereka.
Cek Market Crypto Hari Ini:
| BTC/IDR | SOL/IDR |
| ETH/IDR | USDT/IDR |
| SEI/IDR | ARB/IDR |
Platform Besar Lambat Tanggap? Kualitas Deepfake Semakin Memprihatinkan
Lunglhofer memperingatkan bahwa platform besar seperti YouTube, yang selama ini belum terlalu ketat dalam mengawasi penipuan kripto, mungkin akan terlambat menghentikan peredaran video deepfake. Hal ini dikarenakan video tersebut sekilas terlihat tidak berbahaya dan tidak mengandung konten ilegal yang selama ini menjadi fokus utama platform tersebut.
Ditambah lagi, Lunglhofer menekankan bahwa kualitas deepfake semakin meningkat dari bulan ke bulan. Peningkatan kualitas ini membuat video deepfake menjadi lebih meyakinkan dan semakin sulit dideteksi, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi investor.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Waspada dan Verifikasi: Lawan Penipuan Kripto dengan Kehati-hatian
Menanggapi ancaman deepfake dan maraknya penipuan kripto secara umum, Lunglhofer memberikan saran penting: "Jika Anda hendak memindahkan uang, lakukan perlahan." Ini berarti penting untuk selalu berhati-hati dan melakukan verifikasi berlapis sebelum melakukan transaksi kripto.
Jangan mudah tergiur oleh tawaran menggiurkan yang tidak masuk akal, termasuk janji pemberian token gratis dari CEO perusahaan kripto melalui video.
Dengan kewaspadaan dan ketelitian ekstra, investor dapat terhindar dari menjadi korban penipuan kripto yang memanfaatkan teknologi deepfake.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Perihal Airdrop Scam di Crypto dan Bagaimana Cara Mengantisipasinya
Penipuan Cryptocurrency di Jepang: Peningkatan Langkah Melalui Regulasi Baru FSA
Scam Sniffer: Peringatan Bahaya Phishing Baru dengan Penggunaan Kontrak Uniswap V3 Multicall
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.