Bittime - Franklin Templeton, VanEck, dan Invesco Galaxy baru saja mengajukan dokumen revisi formulir S-1 untuk ETF Ethereum Spot kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada hari Jumat, 31 Mei 2024.
Apa itu ETF Ethereum Spot?
ETF Ethereum Spot menjadi ide baru bagi para investor yang tertarik berinvestasi pada Ethereum, tetapi tidak ingin repot membeli dan menyimpan aset kripto tersebut secara langsung. Melalui ETF, investor dapat berpartisipasi dalam pergerakan harga Ethereum tanpa perlu memiliki aset kripto secara fisik.
Sementara itu, para pengaju ETF Ethereum Spot ini bukanlah nama baru di dunia investasi kripto. Franklin Templeton, VanEck, dan Invesco Galaxy sebelumnya tercatat sebagai perusahaan yang turut meluncurkan ETF Bitcoin yang sukses di pasaran. Keberhasilan ETF Bitcoin tersebut mendorong para pemain ini untuk merambah ke ranah Ethereum.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Franklin Templeton: Biaya Rendah
Menurut dokumen yang diajukan, Franklin Templeton berencana untuk mengenakan biaya sponsor sebesar 0.19% untuk ETF Ethereum Spot mereka. Biaya ini terbilang rendah dan setara dengan biaya yang mereka tetapkan untuk ETF Bitcoin. Strategi biaya rendah ini berpotensi menarik minat investor yang mencari produk investasi yang terjangkau.
Keputusan Franklin Templeton untuk menerapkan biaya rendah berpotensi memicu perang biaya di antara para penerbit ETF Ethereum Spot lainnya. Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, melihat langkah Franklin Templeton sebagai tembakan pertama dalam perang biaya ETF Ethereum.
VanEck: Pendanaan Awal
Dalam dokumen revisi yang diajukan, VanEck menyebutkan bahwa mereka telah menerima pendanaan awal sebesar $100.000 untuk ETF Ethereum Spot. Pendanaan awal ini berfungsi untuk memfasilitasi peluncuran dan operasional awal ETF.
Perusahaan investasi raksasa, BlackRock, sebelumnya juga telah mengajukan dokumen revisi formulir S-1 untuk ETF Ethereum Spot mereka. BlackRock mengungkapkan rencana untuk menyuntikkan dana awal sebesar $10 juta untuk ETF mereka.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Perbandingan Aset Kelolaan
Sebagai gambaran, Franklin Templeton saat ini mengelola sekitar $350 juta dalam aset untuk ETF Bitcoin mereka. Sementara itu, VanEck menyebutkan perolehan pendanaan awal sebesar $100.000 untuk ETF Ethereum Spot mereka.
Dokumen revisi yang diajukan Invesco Galaxy turut mengungkap rencana mereka untuk menggunakan Bank of New York Mellon (BNY Mellon) sebagai pihak kustodian untuk kas dan Coinbase Custody Trust Company LLC sebagai kustodian untuk aset Ethereum yang mendasari ETF mereka.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
SEC AS Beri Lampu Hijau untuk ETF Ethereum Spot?
Rekomendasi 5 Altcoin Saat ETF Ethereum Spot Hong Kong Dimulai
ETF Ethereum Spot: SEC Tunda Persetujuan Terhadap Aplikasi BlackRock
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.