Bittime - Ding Bo, mantan Wakil Presiden dan pendiri NetEase Cloud Music, dilaporkan telah memulai bisnisnya sendiri, yaitu platform musik Web3 yang digerakkan oleh penggemar. Platform ini akan memanfaatkan teknologi NFT untuk menjadikan konten ber-hak cipta sebagai aset.
Artinya, penggemar tidak hanya bisa menikmati musik, tetapi juga berpotensi menjadi investor dalam kepemilikan konten tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai finansial hak cipta musik digital.
Perjalanan Ding Bo di Industri Musik
Nama Ding Bo sudah tidak asing lagi bagi para penggiat musik digital di Tiongkok. Ia diketahui bergabung dengan NetEase pada tahun 2009 dan langsung menangani konten musik. Saat itu, NetEase Cloud Music belum resmi berdiri, yang berarti Ding Bo turut berperan dalam proses inkubasi platform tersebut.
Selama berkarir di NetEase, Ding Bo memegang berbagai posisi penting, seperti Pemimpin Redaksi NetEase Entertainment Center, Pemimpin Redaksi Music Center, Wakil Direktur Music Center, dan Wakil Kepala Divisi Musik NetEase.
Selain itu, Ding Bo juga bertanggung jawab penuh atas operasional dan manajemen NetEase Cloud Music sebelum akhirnya memutuskan keluar untuk membangun bisnisnya sendiri.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Ding Bo: Musik dan Web3
Ding Bo memilih Web3 sebagai landasan untuk platform musik barunya. Web3 merupakan generasi internet yang terdesentralisasi, di mana kepemilikan dan kontrol data berada di tangan pengguna, alih-alih perusahaan teknologi raksasa.
Dalam platform Web3 yang digagas Ding Bo, teknologi NFT akan berperan penting. NFT adalah token digital unik yang merepresentasikan kepemilikan aset digital, tak terkecuali konten ber-hak cipta seperti lagu atau album musik.
Dengan skema ini, penggemar tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga bisa menjadi investor dalam kepemilikan lagu atau album favorit mereka.
Perusahaan yang Mengusung Konsep Musik dan Web3
Konsep platform musik Web3 sejatinya bukanlah hal yang baru. LeChain Technology, perusahaan yang didirikan pada tahun 2019, misalnya, telah berhasil meraih pendanaan di dua putaran.
Selain itu, ada pula perusahaan berbasis di Beijing yang fokus pada ranah serupa dan mendapatkan suntikan dana dari institusi blockchain terkemuka pada tahun 2022.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Tantangan dan Harapan Platform Musik Web3
Langkah Ding Bo untuk membangun platform musik Web3 tentu saja menarik untuk disimak. Keberhasilan platform ini nantinya akan sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti adopsi Web3, regulasi, dan nilai investasi.
- Adopsi teknologi Web3: Teknologi Web3, termasuk NFT, masih tergolong baru dan belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat umum. Diperlukan edukasi dan sosialisasi yang masif agar platform ini dapat diterima dengan baik.
- Regulasi: Regulasi terkait dengan aset digital seperti NFT masih belum sepenuhnya matang di berbagai negara. Ketidakpastian regulasi ini dapat menjadi penghambat pertumbuhan platform musik Web3.
- Nilai investasi: Skema kepemilikan konten musik melalui NFT harus menawarkan daya tarik tersendiri bagi penggemar. Nilai investasi yang ditawarkan harus masuk akal dan memiliki potensi keuntungan yang jelas.
Meskipun terdapat tantangan, kehadiran platform musik Web3 yang digagas Ding Bo berpotensi membawa angin segar bagi industri musik digital. Pendekatan yang mengedepankan kepemilikan penggemar dan peningkatan nilai finansial hak cipta musik digital patut untuk diikuti perkembangannya.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Hong Kong Web3 Festival 2024: Acara Web3 Terbesar di Asia
Greg Solano Jadi CEO Yuga Labs, Fokus Bangun Masa Depan NFT dan Web3
Apa itu Audius ($AUDIO)?: Streaming Musik Web3 yang Menguntungkan Musisi dan Pendengar
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.