Bittime - Bitcoin kembali ramai akhir-akhir ini. Penyebabnya? Produk investasi baru bernama Bitcoin ETF (Exchange Traded Fund) tengah digandrungi investor. Selama sepekan terakhir, tercatat aliran masuk (inflow) Bitcoin ke ETF mencapai lebih dari 15.000 BTC.
Jumlah ini jauh melebihi Bitcoin yang ditambang dalam sebulan, yakni sekitar 13.500 BTC! Produk ETF ini memungkinkan investor untuk berinvestasi pada Bitcoin secara mudah dan aman, tanpa perlu repot menyimpannya sendiri.
Cek Market Crypto Hari Ini:
ETF Bitcoin Bergembira, Investor Borong Habis!
Tren positif ini dimulai sejak awal pekan. Pada Senin, 20 Mei, ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat aliran masuk senilai lebih dari $241 juta (sekitar Rp3,85 miliar).
Beberapa ETF ternama pun mencatatkan performa mengesankan. Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) milik Grayscale, misalnya, meski baru saja ditinggal CEO-nya, Michael Sonnenshein, masih mampu menarik investasi sebesar $9,35 juta (sekitar Rp150 miliar). Ini menandai hari kelima berturut-turut GBTC mengalami inflow.
Baca juga: Potensi Dampak Persetujuan ETF Bitcoin
ETF lainnya, ARKB (Ark Invest dan 21Shares) dan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, masing-masing kebanjiran dana investor sebesar $68,28 juta (sekitar Rp1,1 miliar) dan $66,35 juta (sekitar Rp1,06 miliar).
Tren positif berlanjut di hari Selasa. Total aliran masuk ke ETF Bitcoin melonjak menjadi $305,7 juta (sekitar Rp4,89 miliar). IBIT milik BlackRock menjadi bintang lapangan dengan inflow fantastis sebesar $290 juta (sekitar Rp4,64 miliar), menurut data Farside UK.
Fidelity Bitcoin Trust (FBTC) milik Fidelity pun tak mau ketinggalan, dengan inflow $25,8 juta (sekitar Rp413 miliar).
Sayangnya, GBTC milik Grayscale justru tidak mencatatkan aliran masuk pada hari ini. Bahkan, Bitwise Bitcoin ETF (BITB) dan HODL milik VanEck justru mengalami outflow masing-masing sebesar $4,2 juta (sekitar Rp67 miliar) dan $5,9 juta (sekitar Rp94 miliar).
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Gelombang Inflow Berlanjut, BlackRock Naik Daun
ETF Bitcoin seolah tak terbendung. Tren positif berlanjut hingga Rabu dengan inflow bersih $154 juta (sekitar Rp2,46 miliar), mencatatkan rekor delapan hari berturut-turut.
IBIT milik BlackRock kembali menjadi primadona, meraup investasi sebesar $91,95 juta (sekitar Rp1,47 miliar). FBTC milik Fidelity pun tak mau kalah, dengan inflow $74,57 juta (sekitar Rp1,19 miliar). Namun, GBTC kembali menghadapi outflow sebesar $16,09 juta (sekitar Rp257 miliar).
Baca juga: Apa Saja 11 ETF Bitcoin Yang Di Setujui SEC
Gairah investor terhadap ETF Bitcoin terus terjaga. Buktinya, pada Kamis, tercatat aliran masuk bersih sebesar $107 juta (sekitar Rp1,71 miliar), menandai sembilan hari berturut-turut inflow positif.
IBIT milik BlackRock kembali memimpin dengan inflow $89 juta (sekitar Rp1,42 miliar). FBTC milik Fidelity mencatat inflow $19,12 juta (sekitar Rp306 miliar), sementara HODL milik VanEck sebesar $9 juta (sekitar Rp144 miliar).
Kedua ETF lainnya, ARKB (Ark Invest dan 21Shares) dan BTCO (Invesco Galaxy), masing-masing mencatatkan inflow $2 juta (sekitar Rp32 miliar). GBTC? Kembali mengalami outflow sebesar $13,72 juta (sekitar Rp219 miliar).
Sepuluh Hari Berturut-turut! Inflow Bitcoin ETF Capai Puncak
Pekan ini ditutup dengan manis. Total aliran masuk bersih pada Jumat, 24 Mei mencapai $252 juta (sekitar Rp4,03 miliar), menandai sepuluh hari berturut-turut inflow positif.
IBIT milik BlackRock kembali menjadi raja dengan inflow fantastis $182 juta (sekitar Rp2,91 miliar). FBTC milik Fidelity pun tak mau kalah, dengan inflow $43,7 juta (sekitar Rp700 miliar).
Sementara itu, GBTC milik Grayscale mengalami hari yang netral, tanpa inflow maupun outflow.
Michael Saylor: Masa Depan Bitcoin Cerah!
Kemeriahan ETF Bitcoin ini tak luput dari perhatian Michael Saylor, CEO MicroStrategy. Ia memuji performa gemilang ETF Bitcoin dan pasar ETF Bitcoin global secara keseluruhan.
Dalam sebuah unggahan di Twitter, Saylor menulis, "Bitcoin yang disimpan dalam 28 Spot ETF mendekati 1 Nakamoto." Hal ini menunjukkan bahwa dalam waktu dekat, 1 juta BTC akan terkunci dalam produk investasi ini.
Berdasarkan data terbaru, ETF Bitcoin di AS menyimpan cadangan besar 855.702 BTC. Sedangkan ETF global menyimpan 991.336 BTC. Hal ini menunjukkan bahwa dalam minggu depan, jumlahnya bisa melonjak melewati 1 juta BTC.
Lebih lanjut, Saylor yakin tren positif ini akan berdampak bullish pada harga Bitcoin. Ia menunjuk pada fakta bahwa ETF ini membeli 15.421 BTC dalam sepekan, jauh lebih tinggi daripada 13.500 BTC yang ditambang dalam sebulan.
Hal ini dapat menyebabkan kelangkaan pasokan, diiringi dengan menyusutnya cadangan Bitcoin di bursa karena akumulasi besar oleh "whale".
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kesimpulan
Antusiasme investor terhadap Bitcoin ETF menunjukkan optimisme mereka terhadap masa depan Bitcoin. Aliran masuk yang konsisten dan performa ETF yang mengesankan menjadi sinyal positif bagi cryptocurrency ini.
Perlu diingat bahwa investasi selalu mengandung risiko. Lakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam Bitcoin atau aset kripto lainnya.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Kemungkinan ETF Ether Disetujui Lebih Kecil dari ETF Bitcoin?
ETF Bitcoin Spot Catatkan Rekor Arus Masuk
Bitbot Dipersiapkan Untuk Perkembangan ETF Bitcoin: Apakah Demi Keuntungan?
ETF Bitcoin Pertama di Asia Resmi Diluncurkan di Hongkong
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.