Bittime - Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat memenangkan gugatan terhadap influencer kripto Ian Balina atas promosinya terhadap Initial Coin Offering (ICO) Sparkster (SPRK) yang tidak terdaftar. Putusan ini dijatuhkan oleh Hakim David Alan Ezra dari pengadilan federal Texas pada 22 Mei 2024.
Iklan Balina untuk Sparkster Melanggar Hukum
Hakim Ezra memutuskan bahwa partisipasi Ian Balina dalam promosi ICO Sparkster pada tahun 2018 melanggar undang-undang sekuritas AS. Alasannya, penjualan token SPRK oleh Balina kepada investor AS dianggap sebagai penjualan sekuritas yang tidak terdaftar.
SEC AS berpendapat bahwa Balina secara khusus memasarkan token SPRK kepada investor AS. Argumen Balina yang menyatakan bahwa penjualan token tersebut terjadi di luar AS ditolak oleh hakim. Dengan kata lain, hakim berpendapat bahwa kewenangan hukum SEC tetap berlaku meskipun pemasaran dilakukan secara online.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Mengapa SPRK Dianggap sebagai Sekuritas?
Pengadilan berpendapat bahwa token SPRK memenuhi syarat sebagai sekuritas berdasarkan Howey Test. Howey Test adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk menentukan apakah suatu aset investasi termasuk ke dalam kategori sekuritas.
Dalam kasus ini, pengadilan menilai bahwa pembelian token SPRK oleh investor merupakan bentuk investasi kolektif dengan harapan mendapat keuntungan dari usaha orang lain, yaitu tim pengembang Sparkster.
Kronologi Kasus Balina dan Sparkster
Antara Mei dan Juli 2018, Ian Balina membeli token SPRK senilai $5 juta dan mempromosikannya di berbagai platform media sosial.
Kemudian, Balina dituduh tidak memberi tahu investor bahwa Sparkster telah memberinya bonus 30% untuk token yang dibelinya. Balina berargumen bahwa bonus tersebut merupakan diskon volume standar dalam kesepakatan pre-sale tertutup.
Sparkster, platform pengembangan aplikasi blockchain "low-code", melakukan ICO untuk token SPRK antara April dan Juli 2018.
Pada September 2022, Sparkster mencapai kesepakatan dengan SEC untuk memusnahkan token SPRK yang tersisa dan menghapusnya dari platform perdagangan. Sparkster tidak mengakui tuduhan SEC, tetapi mereka setuju untuk membayar disgorgement sebesar $30 juta, bunga $4.6 juta, dan denda sipil $500.000.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Dampak Putusan SEC terhadap Pemasaran Kripto
Putusan hakim ini penting bagi dunia cryptocurrency karena penegasannya terhadap regulasi sekuritas AS yang berlaku untuk ICO dan aset kripto lainnya. Influencer kripto yang memasarkan aset kripto kepada investor AS kini harus lebih waspada terhadap peraturan yang ada dan memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
FCA: Hati-hati Promosi Kripto Lewat Meme, Bisa Kena Pidana
Paus XRP Goncang Pasar, Ada Hubungan dengan Gugatan SEC?
Consensys Mengajukan Gugatan ke SEC atas Blokir Peraturan Ethereum
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.