Bittime - Platform game blockchain Gala Games diretas, mengakibatkan pencurian token GALA senilai $23 juta. CEO Eric Schiermeyer menyalahkan kontrol internal yang lemah dan bekerja sama dengan FBI dan DOJ untuk mengusut pelakunya.
Kontrol Internal Lemah Picu Pencurian Token
Gala Games, platform game blockchain terkemuka, menjadi korban peretasan besar yang mengakibatkan pencurian dan penjualan token GALA senilai sekitar $23 juta.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Kejadian ini dikonfirmasi oleh CEO Eric Schiermeyer, yang menyebutnya sebagai akibat dari kelemahan kontrol internal.
Schiermeyer menyatakan bahwa Gala Games telah mengambil tindakan segera dengan bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI), Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), dan jaringan otoritas internasional untuk menangani situasi tersebut.
Kronologi Peretasan Token GALA
Pada 20 Mei, komunitas kripto melaporkan adanya pencetakan 5 miliar token GALA, senilai sekitar $200 juta pada saat itu.
Dompet yang bertanggung jawab dengan cepat menjual token tersebut, berhasil melikuidasi sebagian aset curian.
Baca juga: DERC Resmi Berganti Nama Menjadi ZERC: Token $ZERC Baru Telah Diedarkan
Smart Contract Ethereum Aman
Meskipun terjadi peretasan, Schiermeyer menegaskan bahwa smart contract Ethereum yang digunakan oleh Gala Games tetap aman.
Namun, detail spesifik mengenai identitas pelaku atau bagaimana mereka mendapatkan akses ke kontrak GALA tidak diungkapkan oleh Gala Games.
Harga GALA Turun Pasca Insiden
Setelah insiden tersebut, harga token GALA mengalami penurunan, mencapai titik terendah $0,039, atau turun 19% dari harga tertinggi hari itu. Namun, nilai token tersebut sejak saat itu pulih dan stabil di sekitar $0,041.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Drama Internal Gala Games
Peretasan ini menambah drama internal yang sedang dihadapi Gala Games. Pada bulan September, para co-founder Gala Games, Eric Schiermeyer dan Wright Thurston, saling menggugat, menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan aset perusahaan senilai jutaan dolar.
Gugatan Schiermeyer menuduh Thurston dan entitas investasinya, True North United, secara tidak sah memperoleh token GALA senilai $130 juta. Thurston diduga melakukan transaksi penipuan, mentransfer, menukar, atau menjual token tanpa otorisasi yang tepat.
Thurston, dalam gugatan baliknya, menuduh Schiermeyer melakukan kesalahan manajemen dan menggelapkan aset perusahaan.
Kedua belah pihak berusaha untuk saling menyingkirkan sebagai direktur perusahaan.
Kesimpulan
Peretasan yang dialami Gala Games menjadi catatan kelam bagi platform game blockchain tersebut. Bekerja sama dengan FBI dan DOJ, Gala Games berupaya untuk mengusut pelaku dan mengembalikan kepercayaan komunitas.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Mint Terakhir NFT Azuki x Arbitrum!
Prediksi Harga LIDO (LDO) 2024-2028 Menurut CoinMarketCap: Akankah LDO Beranjak Naik?
Pendapatan Penambang Bitcoin Anjlok! Apa yang Terjadi Saat BTC Jatuh di Bawah $70,000?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.