Bittime – Dana indeks Bitcoin (BTC) yang diperdagangkan langsung di bursa AS atau spot Bitcoin ETF AS mengalami lonjakan investasi. Total aliran masuk bersih atau inflow selama empat hari berturut-turut mencapai $257,34 juta pada hari Kamis, 16 Mei 2024 lalu.
Rincian Inflow ke Berbagai ETF
Berikut adalah rincian inflow yang masuk ke berbagai ETF.
- BlackRock IBIT: Menerima aliran masuk terbesar, senilai $94 juta. Ini merupakan peningkatan drastis dibandingkan minggu-minggu sebelumnya di mana aliran masuk IBIT hampir tidak ada.
- Fidelity FBTC: Menarik investasi sebesar $67 juta.
- Ark Invest & 21Shares Bitcoin ETF: Masing-masing menerima inflow $62 juta.
- Grayscale GBTC: Setelah sebelumnya mengalami outflow besar sejak konversi di bulan Januari, GBTC justru mencatat inflow $4,64 juta pada hari Kamis.
- ETF Lainnya: Valkyrie ($18,5 juta), Bitwise, Franklin Templeton, Invesco, dan Galaxy Digital (semuanya di bawah $10 juta).
Cek Market Crypto Hari Ini:
Kemungkinan Pendorong Inflow ETF Bitcoin Spot AS
Lonjakan inflow ini terjadi bertepatan dengan musim pelaporan 13F kuartal pertama Wall Street. Musim ini mewajibkan para pemain keuangan besar untuk melaporkan kepemilikan mereka terhadap aset, termasuk spot Bitcoin ETF. Laporan tersebut menunjukkan kepemilikan yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Menurut analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, BlackRock IBIT memiliki 414 pemegang saham yang dilaporkan pada musim 13F pertamanya. Angka ini jauh melebihi ekspektasi.
Laporan 13F juga mengungkapkan kepemilikan institusi keuangan ternama:
- Morgan Stanley: memegang saham spot Bitcoin ETF senilai lebih dari $270 juta.
- Millennium Management: memiliki saham senilai $1,94 miliar di lima dana Bitcoin yang berbeda.
- State of Wisconsin Investment Board: menginvestasikan $163 juta di dana BlackRock dan Grayscale.
Total Inflow dan Volume Perdagangan
Total keseluruhan inflow bersih ke 11 spot Bitcoin ETF di AS telah mencapai $12,40 miliar sejauh ini. Meskipun mengalami inflow selama empat hari berturut-turut, volume perdagangan di ETF Bitcoin masih lebih rendah dibandingkan dengan puncaknya di bulan Maret.
Analisis dan Prospek Dana Indeks Bitcoin AS
Kenaikan inflow ke spot Bitcoin ETF AS memicu berbagai analisis dan diskusi tentang prospek investasi ini. Mari kita bahas beberapa poin penting berikut ini.
1. Faktor Pendorong Inflow
Meningkatnya ketidakpastian geopolitik global akibat perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mendorong investor mencari aset lindung nilai (safe haven). Bitcoin, dengan sifatnya yang terdesentralisasi dan persediaan terbatas, dianggap sebagai salah satu aset lindung nilai yang menarik.
Lonjakan inflasi global menjadi faktor lain yang mendorong minat terhadap Bitcoin. Beberapa investor memandang Bitcoin sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi, meskipun pandangan ini masih diperdebatkan.
Kejelasan regulasi kripto di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, mungkin mendorong investasi institusi ke dalam ETF Bitcoin yang lebih teregulasi dibandingkan dengan kepemilikan Bitcoin secara langsung.
2. Tantangan dan Risiko
Harga Bitcoin masih fluktuatif dan rentan terhadap perubahan sentimen pasar. Investasi di spot Bitcoin ETF pun rentan terhadap volatilitas ini.
Beberapa ETF Bitcoin mungkin tidak didukung langsung oleh Bitcoin yang sebenarnya, melainkan oleh derivatif keuangan yang terkait dengan Bitcoin. Investor perlu memahami struktur dan risiko dari masing-masing ETF sebelum berinvestasi.
Meskipun ada kemajuan dalam regulasi kripto, kerangka regulasi yang lengkap dan jelas belum sepenuhnya terbentuk. Perubahan kebijakan regulasi di masa depan dapat memengaruhi harga Bitcoin dan ETF terkait.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Investasi di spot Bitcoin ETF AS menawarkan eksposur ke Bitcoin dengan potensi pertumbuhan modal, namun tetap disertai dengan risiko. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti profil risiko, tujuan investasi, dan horizon investasi sebelum membuat keputusan.
Selain itu, disarankan untuk melakukan riset mendalam terhadap ETF yang dipilih, termasuk struktur kepemilikan aset dan biaya terkait.
Prospek masa depan spot Bitcoin ETF AS terlihat menjanjikan, terutama dengan semakin meningkatnya minat institusi dan kejelasan regulasi. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap risiko yang ada dan berinvestasi secara bijak.
Cara Beli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Bitcoin (BTC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Bitcoin (BTC) tersedia di Bittime dengan market pair BTC/IDR. Untuk bisa beli BTC IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Bitcoin (BTC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Proyeksi ETF Spot Bitcoin oleh Standard Chartered Bank
ETF Spot Bitcoin Hong Kong Alami Net Redemption Pertama
Dilirik Whales, Harga ONDO RWA Naik 10% Akibat Kerja Sama Chainlink dan DTCC
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.