Bittime - Saham meme Gamestop (GME) dan AMC (AMC) turun meski "Roaring Kitty" kembali aktif. Investor ritel kini lebih berhati-hati, sementara investor institusi ikut main dan redam potensi reli liar seperti di 2021.
Setelah sempat menjadi primadona pada "meme stock frenzy" tahun 2021, saham Gamestop (GME) dan AMC Entertainment (AMC) kembali menarik perhatian investor ritel. Hal ini dipicu oleh kembalinya sosok investor fenomenal "Roaring Kitty" ke media sosial. Akun media sosial Roaring Kitty, yang dikenal dengan nama asli Keith Gill, menjadi pusat perhatian pada 2021 ketika ia gencar memposting pandangan bullish-nya terhadap saham Gamestop. Aksi tersebut memicu lonjakan pembelian saham Gamestop dan AMC oleh investor ritel, yang pada akhirnya menekan para investor institusi dan menyebabkan kenaikan harga yang fantastis.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Namun, kali ini situasinya berbeda. Alih-alih reli harga liar yang terjadi pada 2021, harga saham Gamestop dan AMC justru mengalami penurunan dalam dua hari perdagangan berturut-turut setelah kembalinya Roaring Kitty.
Investor Institusi Turut Bermain, Redam Reli Harga Liar
Salah satu faktor yang membedakan situasi saat ini dengan "meme stock frenzy" tahun 2021 adalah keterlibatan investor institusi. Pada 2021, investor institusi sebagian besar "terjebak" dalam posisi short selling di saham Gamestop dan AMC. Aksi beli besar-besaran yang dilakukan investor ritel membuat mereka mengalami kerugian signifikan.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Namun, saat ini, para investor institusi sudah mengambil posisi yang lebih strategis. Mereka turut berinvestasi di saham Gamestop dan AMC, meskipun dalam jumlah yang lebih terukur dibandingkan investor ritel pada 2021. Keterlibatan investor institusi ini turut mempengaruhi pergerakan harga kedua saham tersebut, sehingga reli harga liar seperti yang terjadi di 2021 tidak terulang.
Investor Ritel Lebih Hati-hati, Euforia Memudar
Data dari Vanda Research, yang melacak aliran investor ritel, menunjukkan penurunan pembelian saham Gamestop dan AMC oleh investor ritel. Hal ini mengindikasikan bahwa para investor ritel kini lebih berhati-hati dalam membeli kedua saham tersebut.
Baca juga: Prediksi Puncak Harga Bitcoin dan Sinyal Sosial Perdagangan GameStop (GME)
Euforia yang melanda investor ritel pada 2021 tampaknya sudah memudar. Pelajaran dari fluktuasi harga yang drastis di masa lalu membuat mereka lebih selektif dan tidak lagi melakukan pembelian secara membabi buta.
Peringatan dari Mantan Ketua SEC: Euforia dan Spekulasi Bisa Berisiko
Mantan Ketua SEC Jay Clayton turut angkat bicara terkait penurunan harga saham Gamestop dan AMC. Ia mengingatkan bahwa meskipun sah untuk menyukai saham tertentu, pembelian saham yang didorong oleh euforia dan spekulasi bisa berisiko.
"Euforia dan pembelian spekulatif di kalangan ritel yang memicu kenaikan harga di 2021 tampaknya tidak terjadi kali ini," ujar Clayton kepada CNBC.
Baca juga: Senat AS Membatalkan Aturan Akuntansi Aset Kripto Kontroversial SEC
Peringatan dari mantan Ketua SEC tersebut sejalan dengan kondisi yang terjadi di pasar saat ini. Investor ritel tampaknya lebih memperhatikan fundamental perusahaan dan melakukan analisa sebelum membeli saham Gamestop dan AMC.
Kesimpulan: Tren "Meme Stock" Berubah Arah?
Kembalinya Roaring Kitty ke media sosial sempat memicu optimisme investor ritel untuk reli saham meme Gamestop dan AMC. Namun, harga kedua saham tersebut justru mengalami penurunan. Keterlibatan investor institusi dan kehati-hatian investor ritel menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan harga kedua saham tersebut.
Penurunan harga saham Gamestop dan AMC menunjukkan bahwa tren "meme stock" tahun 2021 mungkin tidak terulang persis. Investor ritel tampaknya sudah belajar dari pengalaman dan lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Sementara itu, keterlibatan investor institusi turut mempengaruhi pergerakan harga dan mencegah reli harga liar seperti yang terjadi sebelumnya.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu Panda Swap ($PANDA)? Token Unggulan DEX di Jaringan Solana
Apa Itu Uptrend dalam Trading Crypto?
Harga ONDO: $1 Cuma Target Awal? Bakal Melejit ke $2.8?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.