Bittime - Industri keuangan Amerika Serikat kembali dikejutkan dengan perkembangan terbaru dari exchange-traded funds (ETF) Bitcoin Spot. Dalam sehari, arus masuk bersih ke dalam ETF ini melampaui angka $100 juta (sekitar Rp1,61 triliun), menandai peningkatan signifikan di sektor tersebut.
ETF Bitcoin ARK 21 Shares (ARKB) memimpin dengan arus masuk sekitar $133 juta (sekitar Rp2,14 triliun), sehingga total arus masuk bersihnya mencapai $2 miliar (sekitar Rp32,2 triliun).
Sebaliknya, Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) mengalami arus keluar sebesar $51 juta (sekitar Rp821,1 miliar), menambah jumlah total arus keluarnya menjadi $18 miliar (sekitar Rp289,8 triliun).
Selain ARKB, ETF lainnya seperti Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, Invesco Galaxy Bitcoin ETF, VanEck Bitcoin Trust, Valkyrie Bitcoin Fund, dan Franklin Bitcoin ETF juga mencatatkan arus masuk bersih. Namun, beberapa ETF, termasuk iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, tidak mengalami arus masuk bersih pada periode yang sama.
Peningkatan Volume ETF Bitcoin dan Pengaruh di Pasar
Data dari The Block's Data Dashboard menunjukkan bahwa volume ETF Bitcoin Spot terus menurun sejak puncaknya pada 5 Maret. Namun, peningkatan terbaru dalam arus masuk bersih menunjukkan minat yang kembali meningkat dari para investor terhadap instrumen investasi ini.
Mantan pemimpin ETF Bitcoin BlackRock, Salim Ramji, kini bergabung dengan Vanguard sebagai CEO baru, membawa pengalaman berharga dalam pengelolaan ETF. Langkah ini diharapkan dapat membawa inovasi lebih lanjut di pasar ETF Bitcoin.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Respon Investasi Institusional soal ETF Bitcoin
Laporan terbaru juga mengungkapkan bahwa State of Wisconsin's Investment Board kini memegang sekitar $163 juta (sekitar Rp2,62 triliun) dalam bentuk ETF Bitcoin Spot, menandai keterlibatan lebih lanjut dari institusi keuangan besar dalam pasar kripto.
Menurut perkiraan Standard Chartered Bank, arus masuk ke dalam ETF Bitcoin Spot dapat mencapai antara $50 hingga $100 miliar (sekitar Rp805 triliun hingga Rp1,61 kuadriliun) pada tahun 2024.
Bank ini juga memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai $200,000 (sekitar Rp3,22 miliar) pada akhir 2025, dengan asumsi arus masuk ETF yang stabil dan pertumbuhan minat institusional.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Dampak pada Pasar Kripto
Kenaikan arus masuk ke dalam ETF Bitcoin Spot tidak hanya menunjukkan minat yang tinggi dari investor tetapi juga berdampak pada volume perdagangan harian di bursa kripto.
Volume perdagangan harian di bursa terpusat mendekati angka $100 miliar (sekitar Rp1,61 kuadriliun), tertinggi sejak akhir 2021, sebagian besar dipicu oleh peluncuran sembilan ETF Bitcoin Spot baru dan konversi Grayscale Bitcoin Trust menjadi ETF.
Prospek Masa Depan ETF Bitcoin
Meski terdapat peningkatan signifikan, pasar ETF Bitcoin Spot juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah fluktuasi harga Bitcoin yang mempengaruhi kinerja ETF ini.
Namun, dengan meningkatnya partisipasi institusional dan diversifikasi produk, prospek jangka panjang untuk ETF Bitcoin Spot tetap positif.
ETF Bitcoin Spot terus menarik minat dari berbagai kalangan investor, dari ritel hingga institusional, yang mencari cara baru untuk berinvestasi dalam aset digital.
Dengan arus masuk yang signifikan dan peningkatan volume perdagangan, ETF ini diharapkan akan memainkan peran penting dalam perkembangan pasar kripto global di masa depan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Bitcoin (BTC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Bitcoin (BTC) tersedia di Bittime dengan market pair BTC/IDR. Untuk bisa beli BTC/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Bitcoin (BTC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
DWF Labs Transfer 2 Juta FLOKI, Ada Strategi Investasi yang Terkuak?
Grayscale Pindahkan 700 BTC ke Alamat Baru, Ada Manuver?
OpenAI Luncurkan GPT-4o: Kecerdasan Meningkat dengan Interaksi yang Lebih Alami!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.