Bittime - Degen Chain, blockchain lapis 3 berbasis Ethereum, mengalami gangguan 53+ jam yang menyebabkan jaringan tak bisa berfungsi. Pelajari analisis teknis, upaya pemulihan, dampak ekonomi, dan perdebatan mengenai teknologi lapis 3 dalam kripto.
Analisis Teknis:
- Penyebab Gangguan: Dugaan awal mengarah pada "perubahan konfigurasi kustom" yang tidak disengaja sebagai penyebab utama gangguan. Investigasi lebih lanjut oleh tim Degen Chain dan Conduit, mitra pengembangan infrastruktur rollup mereka, diperlukan untuk mengidentifikasi akar masalah secara pasti.
-
Dampak Gangguan: Gangguan ini mengakibatkan dampak yang signifikan:
- Jaringan Tidak Berfungsi: Jaringan Degen Chain tidak dapat memproses transaksi atau membuat blok baru, sehingga seluruh jaringan dan aplikasinya menjadi tidak dapat digunakan.
- Penurunan Harga Token: Harga token DEGEN asli jaringan turun 24% dari level tertinggi $0,02 dalam tujuh hari terakhir menjadi $0,015.
- Ketidakmampuan Akses dApps: Pengguna kehilangan akses ke berbagai dApps seperti DegenSwap, Mint Club, dan Relay Bridge yang dibangun di atas blockchain Degen Chain.
- Upaya Pemulihan: Tim Degen Chain dan Conduit sedang melakukan sinkronisasi ulang node Degen Chain dari blok genesis untuk memulihkan layanan. Diperkirakan jaringan akan kembali berfungsi pada 15 Mei 2024 pukul 1:00 siang UTC (atau 15 Mei 2024 pukul 6:00 pagi PST).
Cek Market Crypto Hari Ini:
Implikasi dan Perdebatan Lapis 3:
- Dampak Ekonomi: Gangguan ini menunjukkan potensi risiko dan volatilitas yang terkait dengan teknologi blockchain, terutama pada jaringan lapis 3 yang masih tergolong baru dan berkembang.
-
Debat Lapis 3: Insiden ini kembali memicu perdebatan tentang nilai tambah blockchain lapis 3.
- Kritik: CEO Polygon, Marc Boiron, mempertanyakan nilai tambah lapis 3, menuduhnya hanya mengambil nilai dari Ethereum dan memindahkannya ke lapis 2.
- Dukungan: Di sisi lain, peneliti Arbitrum Foundation, Patrick McCorry, melihat potensi positif lapis 3 dalam menurunkan biaya transaksi dengan memanfaatkan jaringan lapis 2 sebagai lapisan penyelesaian.
Baca juga: MentoLabs Integrasikan Stablecoin Shilling Kenya cKES
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Gangguan pada Degen Chain menjadi pengingat penting akan pentingnya stabilitas dan ketahanan jaringan blockchain. Upaya pemulihan yang sedang berlangsung menunjukkan komitmen tim Degen Chain untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Perdebatan tentang nilai tambah blockchain lapis 3 kemungkinan akan terus berlanjut, dengan argumen kuat di kedua sisi.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu Real World Assets (RWA), 5 Koin Crypto & Blockchain Yang Menggunakan Narasi RWA
Apa Itu Breakout Strategy dalam Crypto dan Cara Memahaminya
5 Token Berada Di Peringkat Teratas: IPV, TRUMP, TRB, UMA, CEL
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.