Bittime – Startup Zest Protocol justru mendapat angin segar. Perusahaan rintisan yang berfokus pada layanan pinjam-meminjam aset Bitcoin ini berhasil mengamankan pendanaan US$3,5 juta (sekitar Rp 50 miliar) dari investor ternama.
Tim Draper, investor kawakan di Silicon Valley yang pernah bertaruh pada SpaceX, Tesla, dan Coinbase, memimpin putaran pendanaan ini melalui firma Draper Associates. Tak hanya itu, Zest Protocol juga mendapat dukungan dari raksasa kripto Binance Labs dan Flow Traders.
Tim Draper, Founder of Draper Associates, speaks during the Web Summit, a technology conference, in Rio de Janeiro, Brazil, May 3, 2023. REUTERS/Pilar Olivares/File Photo Purchase Licensing Rights
Mengapa Penting?
Kucuran dana segar untuk Zest Protocol menandakan potensi cerah untuk masa depan layanan keuangan berbasis kripto, khususnya sektor pinjaman. Ini terjadi di saat regulator Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), tengah gencar mengawasi platform pinjaman kripto yang dianggap beroperasi layaknya lembaga keuangan tradisional.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Model Bisnis yang Berbeda
Menurut sang pendiri Zest Protocol, Tycho Onnasch, pendekatan perusahaannya berbeda dari platform pinjaman kripto yang tengah disorot SEC. Zest Protocol beroperasi secara terdesentralisasi, yang berarti transaksi pinjam-meminjam dapat dilakukan langsung antar pengguna (peer-to-peer) tanpa perantara.
Keuntungan bagi Investor Bitcoin
Platform Zest Protocol akan memungkinkan penggunanya untuk meminjamkan Bitcoin mereka atau meminjam Bitcoin dengan Bitcoin yang mereka miliki sebagai jaminan. Dengan demikian, pengguna dapat memanfaatkan kepemilikan Bitcoin mereka untuk mendapatkan penghasilan pasif alih-alih menjualnya.
Onnasch menekankan bahwa Zest Protocol akan menerapkan strategi imbal hasil yang "sangat konservatif." Ini menandakan pendekatan yang lebih hati-hati dibanding platform kripto lain yang pernah menawarkan imbal hasil hingga 20% di masa lalu.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Masa Depan Bitcoin
Tim Draper, sang investor kawakan, antusias dengan potensi Zest Protocol. "Saya tidak hanya ingin memegang Bitcoin, saya ingin menggunakannya," ujar Draper dalam sebuah pernyataan. "Saya telah melakukan banyak eksperimen untuk menggunakan Bitcoin secara produktif, namun itu tidak mudah."
Kehadiran Zest Protocol dan antusiasme investor seperti Draper semakin memperkuat pandangan bahwa Bitcoin tengah berkembang menjadi aset yang diminati institusi keuangan. Tak hanya itu, ekosistem ekonomi berbasis Bitcoin pun mulai terbentuk.
Cara Beli Crypto di Bittime
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu Crypto Lending, Pinjaman Crypto?
Delphi: Pinjaman Modular dan Masa Depan Pasar Uang DeFi
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.