Bittime – Dua bulan terakhir ini dunia cryptocurrency terasa hening. Harga Bitcoin (BTC) turun bersamaan dengan penurunan aktivitas on-chain. Namun, beberapa ahli memperingatkan agar kita tidak langsung berasumsi ini sebagai sinyal negatif.
Aktivitas On-Chain di Level Terendah 5 Tahun
Bitcoin On-chain Activity. Source: Santiment
Data dari perusahaan analitik blockchain Santiment mengungkapkan bahwa aktivitas on-chain Bitcoin telah menurun ke level yang terakhir terlihat pada tahun 2019. Penurunan transaksi ini mungkin menunjukkan berkurangnya minat dari para trader, sangat kontras dengan semangat yang tinggi sebelumnya.
Akan tetapi, analis Santiment berpendapat bahwa hal ini juga bisa mencerminkan kegelisahan dan keraguan yang lebih luas di pasar.
Secara historis, periode volatilitas pasar seringkali bertepatan dengan penurunan transaksi.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Tidak Hanya Dialami Bitcoin: Perlambatan juga Dialami Protocol
Perlambatan ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Runes Protocol, yang menghasilkan biaya transaksi dan volume signifikan saat peluncurannya yang bertepatan dengan peristiwa halving Bitcoin, juga mengalami penurunan aktivitas pengguna.
Analis Budhil Vyas menunjukkan bahwa setelah minggu pertama yang kuat, hanya dua dari dua belas hari terakhir yang memiliki biaya transaksi melebihi $1 juta.
Menurunnya Antusiasme terhadap Spot Bitcoin ETF
Semangat terhadap spot Bitcoin exchange-traded funds (ETF) tampaknya juga sedang menurun. Data dari CoinShares menunjukkan perlambatan volume perdagangan untuk ETF ini, dengan beberapa dana mengalami arus keluar dan periode tanpa arus masuk selama sebulan terakhir.
Baca Juga Apa Itu Bitcoin ETFS?
Kilasan dari Masa Awal Bitcoin
Di tengah kelesuan saat ini, dua alamat Bitcoin yang sudah lama tidak aktif, yang diyakini berasal dari masa penambangan awal Satoshi Nakamoto, baru-baru ini kembali aktif.
Dompet-dompet ini, yang tidak aktif selama sekitar eleven tahun, mentransfer seluruh kepemilikan mereka sebesar 1.000 BTC, yang saat ini bernilai lebih dari $60 juta.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Kesimpulan
Meskipun pasar kripto sedang mengalami periode yang relatif tenang, penting untuk mempertimbangkan konteks yang lebih luas sebelum mengambil kesimpulan. Aktivitas on-chain yang berkurang belum tentu menandakan penurunan harga, melainkan perubahan sentimen pasar. Munculnya kembali alamat-alamat era Satoshi ini menambah lapisan intrik lain pada cerita ini, mengingatkan kita kembali pada kisah asal mula cryptocurrency.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Bitcoin Lesu, 6 Kripto Ini Justru Menarik Dibeli
Jangan Tertipu Kelesuan Pasar: 7 Kripto Potensial yang Patut Dilirik
Apa Itu Crow with Knife (CAW)? Meme Coin Burung yang Viral!
Protokol Rune: Revolusi Tokenisasi Bitcoin Mendekati Bitcoin Halving
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.