Bittime - Raksasa kripto Digital Currency Group (DCG) milik Barry Silbert melaporkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang signifikan pada kuartal pertama 2024.
Didorong oleh kenaikan harga mata uang kripto belakangan ini, pendapatan DCG melonjak sebesar 51% menjadi US$229 juta (sekitar Rp 3,3 triliun) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut surat yang dibagikan kepada The Block.
Perincian Sumber Pendapatan DCG:
- Grayscale, anak usaha DCG yang bergerak di bidang manajemen aset kripto, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan sebesar US$156 juta (sekitar Rp 2,2 triliun). Lonjakan harga Bitcoin menjadi faktor utama pendorong perolehan Grayscale.
- Foundry, perusahaan penambangan Bitcoin milik DCG, membukukan pendapatan US$51 juta (sekitar Rp 742 miliar). Pendapatan tersebut terutama berasal dari aktivitas staking dan penjualan peralatan penambangan.
- Luno, bursa kripto milik DCG, mencatatkan pendapatan US$16 juta (sekitar Rp 234 miliar). Kenaikan volume perdagangan akibat fluktuasi harga kripto menjadi pendorong utama perolehan Luno.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Kembalinya DCG setelah Masa Suram
Kinerja positif DCG ini terjadi setelah kebangkitan pasar kripto yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Bitcoin sempat mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka US$73.000 (sekitar Rp 1,06 miliar) pada bulan Maret, menurut data harga The Block.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Faktor Pendukung Kenaikan Harga Kripto:
- Disetujuinya ETF Bitcoin Spot di AS: Regulator Amerika Serikat menyetujui beberapa ETF Bitcoin Spot pada bulan Januari, termasuk Grayscale Bitcoin Trust ETF (GBTC) milik DCG.
- Meningkatnya Minat Institusi: Masuknya institusi keuangan besar seperti BlackRock dan Fidelity ke pasar kripto turut mendorong kenaikan harga.
Baca juga: Prediksi Harga Popcat: Akankah Meme Coin Ini Menggigit di 2024?
Tantangan DCG ke Depan:
Meskipun DCG mengalami perbaikan finansial, perusahaan ini masih menghadapi beberapa tantangan:
- Kompetisi ETF Bitcoin Spot: GBTC milik DCG menghadapi persaingan ketat dari IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity. Kedua ETF tersebut menawarkan alternatif investasi Bitcoin yang serupa.
- Masalah Hukum: DCG pernah terlibat masalah hukum dengan pihak berwenang di New York dan saudara kembar Winklevoss, pendiri bursa kripto Gemini.
Kesimpulan
Pertumbuhan pendapatan kuartal pertama DCG menjadi sinyal positif bagi perusahaan ini. Peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh kenaikan harga kripto dan kinerja positif anak usaha DCG.
Namun, DCG perlu terus menghadapi persaingan di bidang ETF Bitcoin Spot dan menyelesaikan masalah hukum yang tersisa untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di masa depan.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Market Crypto Hari Ini 11 Mei 2024
Apa itu Token Serum (SRM) dan Keuntungannya dalam Dunia DeFi?
Prediksi Harga Solana (SOL) 2024: Akankah Sang "Pembunuh Ethereum" Terus Menerjang?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.