Bittime - Industri kripto kembali diwarnai perdebatan panas. Kali ini, isu yang menjadi perdebatan adalah stablecoin. Perdebatan ini dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh Deutsche Bank.
Deutsche Bank: Stablecoin Bakal Mengalami Keruntuhan
Dalam laporannya, Deutsche Bank memprediksi bahwa stablecoin, termasuk Tether (USDT) yang dipatokkan dengan dolar AS, berpotensi mengalami momen keruntuhan. Keruntuhan ini pun diprediksi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap keseluruhan industri kripto.
Para analis Deutsche Bank merujuk pada kasus runtuhnya TerraUSD (UST), stablecoin algoritmik milik Terraform Labs, pada tahun 2022.
Mereka berpendapat bahwa sebagian besar aset kripto yang dipatokkan dengan mata uang fiat pada akhirnya akan mengalami decoupling atau kehilangan peg akibat sentimen spekulatif di pasar kripto.
Selain itu, Deutsche Bank mempertanyakan transparansi cadangan Tether dan meragukan solvabilitas (kemampuan membayar utang) perusahaan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Tether: Laporan Deutsche Bank Hanya Asumsi
Menanggapi laporan tersebut, Tether, selaku perusahaan penerbit USDT, langsung mengeluarkan pernyataan bantahan.
Tether menilai laporan Deutsche Bank kurang jelas, tidak didukung oleh bukti substansial, dan lebih mengandalkan asumsi semata-mata dibandingkan dengan analisis yang mendalam.
Menurut juru bicara Tether, laporan tersebut mencoba memprediksi penurunan stablecoin, tetapi gagal memberikan data konkret untuk mendukung klaimnya.
Lebih lanjut, Tether menyatakan bahwa perbandingan yang dilakukan Deutsche Bank antara stablecoin mereka dengan TerraUSD, yang merupakan stablecoin algoritmik, adalah hal yang menyesatkan dan tidak relevan dengan pembahasan mengenai token yang didukung cadangan (reserve-backed tokens) seperti USDT.
Stablecoin Algoritmik dan Stablecoin Berbasis Cadangan
Stablecoin algoritmik seperti TerraUSD mempertahankan nilainya melalui mekanisme algoritma dan pasokan token yang dinamis.
Sementara itu, stablecoin berbasis cadangan seperti USDT dipatokkan dengan nilai aset riil, seperti dolar AS, euro, atau emas.
Tether mengeklaim bahwa mereka memiliki cadangan aset yang cukup untuk mendukung setiap USDT yang beredar.
Baca Juga: Apa Itu Stablecoin dan Apa Bedanya dengan Fiat?
Masih Terdapat Pertentangan
Bantahan Tether terhadap laporan Deutsche Bank tentunya memicu perdebatan di kalangan pelaku industri kripto.Para pengguna kripto kini dihadapkan pada dua pandangan yang berseberangan.
Sementara Deutsche Bank mengkhawatirkan potensi keruntuhan stablecoin, Tether justru menegaskan stabilitas dan solvabilitas mereka.
Baca Juga: Apa Saja Fungsi Stablecoin?
Tether Perlu Meningkatkan Transparansi
Meskipun Tether dengan tegas membantah klaim Deutsche Bank, isu mengenai transparansi cadangan mereka masih menjadi perhatian.
Untuk membangun kepercayaan publik yang lebih kuat, Tether sebaiknya mempertimbangkan untuk meningkatkan transparansi terkait pengelolaan cadangan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui audit berkala oleh lembaga independen yang kredibel.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Masa Depan Stablecoin Masih Menjanjikan
Meskipun diterpa isu negatif, stablecoin masih memiliki peran penting dalam ekosistem kripto. Stablecoin menawarkan kemudahan bertransaksi dan stabilitas harga yang dibutuhkan oleh para pelaku kripto.
Dengan terus berbenah dan meningkatkan kepercayaan publik, stablecoin dipercaya masih memiliki masa depan yang menjanjikan di industri kripto.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Altcoin vs Stablecoin: Kunci Perbedaan Keduanya
Cara Beli Stablecoin Dalam Empat Langkah Mudah
Tantangan dan Kemajuan Peraturan Stablecoin di Amerika Serikat
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.