Bittime - Ethereum Classic (ETC) diperkirakan akan mengalami pengurangan produksi (halving) antara tanggal 27 Mei sampai 11 Juni mendatang. Lantas, bagaimana pengaruhnya terhadap aset kripto ini? Simak di artikel ini, ya!
Apa Itu Ethereum Classic?
Ethereum Classic adalah pecahan (hard fork) dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016 sebagai respons terhadap insiden keamanan yang serius. Sama seperti Ethereum, ETC adalah jaringan kontrak pintar yang bisa menjalankan aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Cek Market Crypto Hari Ini:
Tujuan awal peluncuran ETC adalah untuk mempertahankan blockchain Ethereum asli tanpa membatalkan dampak peretasan DAO. Ini menekankan pada sifat "tidak bisa diubah" dan integritas blockchain.
Berbeda dengan Ethereum, Tetap Gunakan Proof-of-Work
Ethereum Classic menggunakan algoritma konsensus Proof-of-Work (PoW), sama seperti Ethereum di masa lalu sebelum beralih ke Proof-of-Stake (PoS). Pilihan ini menunjukkan komitmen ETC terhadap prinsip blockchain tradisional, terutama desentralisasi dan keamanan.
Baca juga: Raksasa Manajemen Aset, DWS Group Meluncurkan Bitcoin dan Ethereum ETC di Jerman
Jaringan ini mendukung pengembangan dan penggunaan DApps serta kontrak pintar, dengan tujuan menawarkan protokol yang stabil dan tidak berubah bagi developer dan pengguna.
Pengaturan ETC juga lebih terdesentralisasi, dimana komunitas berperan penting dalam proses pengambilan keputusan.
Token ETC untuk Transaksi dan Hadiah Penambangan
ETC, token asli Ethereum Classic, digunakan untuk biaya transaksi dan sebagai hadiah bagi penambang dalam jaringan. Berbeda dengan Ethereum yang beralih ke PoS, Ethereum Classic tetap menggunakan mekanisme PoW.
ETC mendapat dukungan dari sebagian pengguna dan investor yang menginginkan Ethereum tetap seperti dulu, terutama dalam hal transaksi yang tidak bisa diubah dan pendekatan tata kelola blockchain yang lebih tradisional.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Lebih Jauh Mengenai Ethereum Classic (ETC)
Ethereum Classic, seperti dijelaskan sebelumnya, adalah platform blockchain yang mirip dengan Bitcoin. Satu perbedaan utamanya adalah: selain mencatat transaksi nilai, ia juga dapat digunakan sebagai komputer terdistribusi untuk menjalankan kontrak pintar yang bisa berjalan sendiri (self-executing smart contracts).
Baca juga: Masa Depan Cerah BlockDAG, Ethereum Classic Tak Goyah, Fantom Terganjal?
Kontrak pintar ini pada dasarnya program yang tersimpan di blockchain dan bisa dijalankan secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Contohnya, jika seseorang setuju menjual barang dengan harga tertentu kepada orang lain, kontrak pintar dapat secara otomatis melakukan pembayaran dan transfer kepemilikan, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk saling percaya bahwa kedua belah pihak akan memenuhi kewajiban mereka.
Sejarah Ethereum Classic: Lahir dari Kontroversi
Ethereum dicetuskan oleh Vitalik Buterin dan Ethereum Foundation dan diluncurkan pada tahun 2015. Awalnya, blockchain Ethereum dibuat sebagai jaringan tempat transaksi dilakukan menggunakan token asli-nya, Ether (ETH).
Jaringan baru ini dengan cepat menjadi populer untuk initial coin offering (ICO), di mana berbagai tim menggunakan platform untuk meluncurkan token mereka sendiri.
Salah satu ICO paling sukses adalah The DAO, sebuah wadah investasi terdesentralisasi di mana investor dapat memilih aset untuk diinvestasikan. The DAO dengan cepat mengumpulkan lebih dari 11 juta ETH dari 18.000 lebih investor.
Ini sebelum peretas tak dikenal menemukan bug dalam kontrak pintar yang memungkinkan mereka menarik sekitar sepertiga dari akumulasi Ether The DAO.
Akibat besarnya peretasan tersebut, banyak investor mengusulkan untuk membalikkan blockchain Ethereum untuk menyelamatkan investor yang terkena dampak.
Sementara itu, yang lain berpendapat bahwa hal itu akan menjadi preseden untuk penyelamatan di masa depan. Setelah polling yang tergesa-gesa, 85% penambang di jaringan beralih ke hard fork.
Akibatnya, blockchain Ethereum terpecah menjadi dua jaringan terpisah. Jaringan yang lebih baru mewarisi nama Ethereum dan token asli Ether. Yang lebih tua, berganti nama menjadi Ethereum Classic, juga menggunakan Ether, tetapi memiliki simbol yang berbeda, ETC.
Jaringan ini mengalami migrasi penambang setelah Ethereum mengintegrasikan proof-of-stake pada tahun 2022, dan developer telah menciptakan beberapa aplikasi menggunakan mesin virtualnya.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Masa Depan Ethereum Classic: Bertahan di Tengah Persaingan
Masa depan Ethereum Classic terlihat kurang cerah dibandingkan dengan Ethereum karena Ethereum tetap menjadi jaringan yang lebih populer dari keduanya. Blockchain dan cryptocurrency ini gagal mendapatkan banyak daya tarik di pasar, kehilangan pangsa pasar dari cryptocurrency lainnya.
Namun, ETC terus diperdagangkan di bursa dan ditambang oleh komunitasnya. Blockchain dan cryptocurrency ini bertahan dengan basis trader dan penggemar yang tampaknya solid.
Meskipun begitu, layaknya Ethereum, Ethereum Classic memiliki proses proposal untuk peningkatan. Sejak hard fork, ia telah mengalami beberapa peningkatan, seperti mengembangkan kompatibilitas dengan perubahan terbaru Ethereum.
Cara Beli Ethereum Classic (ETC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Ethereum Classic (ETC) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Ethereum Classic (ETC) tersedia di Bittime dengan market pair ETC/IDR. Untuk bisa beli ETC IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Ethereum Classic (ETC) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Ethereum Classic (ETC), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Koin Cuan Hari ini 11 Januari 2024
Masalah Harga Ethereum: Apakah Pemulihan Harga Ethereum Berada dalam Bahaya?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.