Bittime - Industri kripto kembali digemparkan dengan aksi penipuan dan pencucian uang. Menurut pemantauan Paidun, pelaku phishing yang sebelumnya berhasil mencuri WBTC senilai US$71 juta, kini teridentifikasi melakukan pencucian uang.
Kronologi Pencurian dan Pencucian Uang WBTC
Sebelumnya, pelaku phising dilaporkan berhasil mengelabui korban, yang diduga adalah pemilik dompet dengan alamat berakhiran ...8FD5 (disebut juga sebagai "whale" karena kepemilikan kripto dalam jumlah besar). WBTC yang dicuri tersebut bernilai sekitar US$71 juta atau setara dengan 1.155 WBTC.
Setelah berhasil menguras WBTC korban, pelaku phishing kemudian segera menukarkan seluruh WBTC curian menjadi ETH. Menurut pelacak keamanan PeckShield, pelaku memecah hasil curiannya tersebut, yakni sekitar 23.000 ETH, dan mengirimkannya ke berbagai dompet digital lain.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Tujuan Memecah dan Menyebarkan ETH
Aksi memecah dan menyebarkan ETH curian ke berbagai dompet digital diduga merupakan upaya pelaku untuk menghilangkan jejak dan mempersulit proses pelacakan. Teknik ini dikenal dengan sebutan pencucian uang (money laundering) yang bertujuan untuk membuat uang hasil kejahatan terlihat legal.
Peringatan untuk Waspada terhadap Phishing
Kasus pencucian uang WBTC ini menjadi peringatan penting bagi para pelaku kripto untuk selalu waspada terhadap praktik phishing. Phishing adalah upaya penipuan melalui email, pesan singkat, atau situs web palsu yang dibuat semirip mungkin dengan layanan resmi. Pelaku phishing biasanya akan berusaha mengelabui korban untuk menyerahkan informasi login atau kunci dompet digital mereka.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Tips untuk Menghindari Phishing
- Waspada terhadap pesan yang meminta informasi sensitif: Lembaga keuangan atau penyedia layanan kripto terpercaya tidak akan meminta informasi login atau kunci dompet digital melalui email, pesan singkat, atau telepon.
- Periksa alamat website dengan cermat: Pelaku phishing sering kali menggunakan website palsu yang memiliki tampilan mirip dengan website resmi. Selalu periksa alamat website dengan cermat sebelum melakukan login atau transaksi.
- Gunakan dompet digital dengan keamanan berlapis: Pastikan dompet digital kamu memiliki fitur keamanan berlapis, seperti Two Factor Authentication (2FA).
- Jangan terburu-buru saat melakukan transaksi: Sebelum melakukan transaksi kripto, selalu periksa kembali detail penerima dan nominal transaksi.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Apa Cryptocurrency Money Laundering (CML)?
Money Laundering: Definisi dan Kaitannya dengan Kripto
Money Laundering: Uang Tunai vs Aset Digital di tengah Ancaman yang Semakin Besar
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.