Bittime - Teknologi Layer 2 (L2) semakin populer di industri blockchain karena menawarkan solusi untuk mengatasi skalabilitas dan biaya tinggi yang menjadi hambatan utama Ethereum. Data terbaru menunjukkan perkembangan pesat di ranah L2, dengan 52 proyek L2 yang sudah aktif dan 42 lainnya siap diluncurkan dalam waktu dekat.
Tingginya Minat dan Inovasi Layer 2
Tingginya minat terhadap Layer 2 mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kinerja Ethereum. Transaksi di Ethereum sering kali lambat dan mahal sehingga menghambat adopsi dan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps). L2 hadir untuk mengatasi masalah ini dengan memindahkan sebagian besar pemrosesan transaksi dari blockchain utama Ethereum ke jaringan sekunder.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Berbagai Jenis Layer 2
Terdapat berbagai jenis Layer 2 dengan pendekatan berbeda untuk meningkatkan skalabilitas. Beberapa jenis L2 yang populer, seperti Rollups, Sidechains, dan Validiums.
- Rollups: Jenis L2 ini menyimpan data transaksi di blockchain utama Ethereum, tetapi memindahkan pemrosesan transaksi ke jaringan sekunder. Rollups menawarkan dua jenis utama, yaitu Optimistic Rollups (OR) dan ZK Rollups (ZK-Rollups).
- Sidechains: Jenis L2 ini adalah blockchain independen yang terhubung dengan Ethereum. Sidechains memiliki blockchain dan validator sendiri, yang memungkinkannya untuk memproses transaksi dengan lebih cepat dan murah.
- Validiums: Jenis L2 ini memvalidasi transaksi di luar blockchain utama Ethereum, tetapi tidak menyimpan data transaksi secara langsung. Validiums menawarkan solusi yang lebih hemat ruang dan biaya dibandingkan jenis L2 lainnya.
Layer 2 Aktif dan Siap Diluncurkan
Menurut data dari L2beat, terdapat 52 proyek L2 yang sudah aktif dan beroperasi. Beberapa proyek L2 aktif yang populer, seperti Arbitrum One, Optimism, Loopring, dan Immutable X.
Sementara itu, terdapat 42 proyek L2 lainnya yang sedang dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Beberapa proyek L2 yang akan diluncurkan, seperti Astar zkEVM, Metis Andromeda, dan Scroll.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Dampak Layer 2 terhadap Masa Depan Ethereum
Perkembangan pesat L2 menunjukkan optimisme terhadap masa depan Ethereum. Dengan solusi L2, Ethereum diharapkan dapat mengatasi masalah skalabilitas dan biaya tinggi sehingga membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas dan pengembangan dApps yang lebih inovatif.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Layer 1 vs Layer 2 Blockchain, Apa Bedanya?
Layer 1 pada Blockchain: Peranan dan Fitur yang Dimiliki
Apa Itu Layer 2 Pada Blockchain? Cara Kerja & Koin Layer 2 Blockchain
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.