Bittime - Sejak pemulihannya pasca FTX bangkrut, Solana (SOL) terus menjadi sorotan. Token ini melonjak sebesar 580,44% dari $21 (Rp336.050,00) tahun lalu menjadi $154,25 (Rp2,5 juta), sesekali menduduki peringkat ketiga di antara aset kripto. Para analis besar kini memperkirakan bahwa Solana bisa naik lebih tinggi lagi.
Menurut analisis terkini dari Franklin Templeton, Solana berpotensi menduduki posisi ketiga secara permanen, mengungguli Binance Coin (BNB) dan USDT. Analisis tersebut menguraikan faktor-faktor kunci di balik kesuksesan Solana.
Penyebab Kenaikan Harga SOL
Lembaga riset Franklin Templeton merilis laporan yang mendetail tentang prospek Solana setelah pemulihan dari kejatuhan FTX dan potensi jalur ke depannya. Menurut lembaga tersebut, kenaikan ini didorong oleh lonjakan volume pada bursa terdesentralisasi (DEX). Secara mencolok, volume ini meningkat dari $1,1 miliar (Rp17,6 miliar) pada November 2023 menjadi $35,2 miliar (Rp564,7 miliar) pada April 2024.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Dampak Airdrop Jito dan Pyth
Airdrop dalam ekosistemnya secara signifikan mendukung perubahan ini. Proyek seperti Jito dan Pyth dalam jumlah besar berdampak positif bagi penggunanya. Airdrop tersebut memberi penghargaan kepada pemegang Solana dengan token gratis yang bernilai miliaran. Airdrop ini meningkatkan minat investor pada token tersebut dan pada Solana secara keseluruhan.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Solana berada dalam posisi yang baik untuk mendapatkan manfaat dari airdrop ini, berkat keunggulan teknologinya. Berbeda dengan Ethereum, biaya rendah dan kecepatan tinggi Solana memungkinkan investor yang kurang paham teknologi untuk mendapatkan manfaat dari airdrop tanpa membayar biaya gas yang mahal.
Cara Beli Kripto:
Upgrade Firedancer
Pengenalan Firedancer, klien validator baru dari Jump Crypto, kemungkinan akan meningkatkan keunggulan ini. Yang penting, peningkatan ini meningkatkan throughput data dan memaksimalkan penggunaan perangkat keras klien, yang mengarah pada biaya yang lebih rendah bagi validator.
Mampukah Solana Lampaui BNB?
Solana telah beberapa kali mengungguli BNB, terutama selama periode momentum pasar yang signifikan. Baru-baru ini, Solana mengungguli BNB pada Februari dan Maret 2024, didorong oleh momentum kuat dalam perdagangan memecoin. Namun, setelah pasar mereda, BNB kembali ke posisi teratas.
Bersamaan dengan itu, Franklin Templeton mengharapkan program airdrop yang akan datang mampu memperkuat posisi Solana, bahkan berpotensi menempatkannya di posisi ketiga. Ini akan membuat SOL mengungguli Tether, hanya tertinggal dari Bitcoin dan Ethereum.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Kenaikan Harga Solana (SOL) Hari Ini: Apa Penyebabnya?
3 Kripto Terpanas 2024: TRON, DTX Exchange, Bittensor Cuan Besar!
Prediksi Harga Ethereum ($ETH) 2024-2033: Akankah Mencapai $10K?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.