Bittime - Terraform Labs, perusahaan yang mengembangkan algoritma stablecoin Terra USD (UST), sedang dalam proses hukum melawan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) atas tuduhan menyesatkan investor. Terraform dikenakan denda $5,3 miliar oleh Securities and Exchange Commission (SEC), sebagian besar karena disgorgement, yang berarti pembayaran atas keuntungan yang diperoleh secara tidak sah.
Terraform menyatakan dalam laporan tersebut bahwa SEC tidak dapat mengawasi penjualan token mereka karena sebagian besar terjadi di luar AS. Namun, SEC menunjuk sponsor Terraform dengan tim Major League Baseball di Washington, DC sebagai bukti niatnya untuk menargetkan investor AS.
Argumentasi dari Pengacara Terraform Lab
Pengacara Terraform menyatakan bahwa tidak ada bukti tindakan SEC di Amerika Serikat yang menyebabkan kerugian investor secara langsung. Mereka menekankan bahwa logo TFL di stadion bisbol Washington, D.C. tidak memiliki dampak signifikan di AS.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Perselisihan dan Runtuhnya UST
Perselisihan ini bermula ketika UST runtuh pada Mei 2022, menghilangkan $50 miliar dari pasar. UST seharusnya menjaga stabilitas harga, tetapi kehilangan patokannya terhadap dolar AS dan mengakibatkan kerugian bagi token saudara UST, LUNA.
Pada Februari 2023, SEC menuntut Terraform dan pendirinya, Do Kwon, atas runtuhnya UST. Pengadilan menetapkan Terraform dan Kwon bersalah atas penipuan perdata.
Konsekuensi Hukum yang Diterima
Meskipun Kwon dinyatakan bersalah, pengadilan akan menetapkan hukuman dan ganti rugi yang tepat. Kwon mungkin diekstradisi ke Amerika Serikat saat dia berada di Montenegro.
Cara Beli Crypto:
Pembatasan Akses Warga AS ke Terraform Labs
Di tengah konflik hukum ini, Terraform Labs telah memutuskan untuk melarang pengguna di Amerika Serikat menggunakan platformnya. Meskipun bisnis tersebut menentang pembatasan geografis, mereka mengakui bahwa perlu beradaptasi dengan perubahan peraturan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Kesimpulan
Terlepas dari keyakinan Terraform Labs bahwa sebagian besar penjualan token mereka dilakukan di luar AS, SEC terus menekankan upayanya untuk melindungi investor AS, dengan menunjukkan betapa kompleksnya peraturan dan kebutuhan untuk kepatuhan industri cryptocurrency. Perkembangan selanjutnya dalam kasus ini akan menunjukkan dampak terhadap industri cryptocurrency dan peraturan yang mengaturnya.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Terraform Labs Batasi Akses Produk untuk Pengguna AS dan Tarik Likuiditas LUNA
Apa Itu Terra (LUNA): Sejarah Perjalanan dari Terra Classic Hingga Terra 2.0
Terra Classic (LUNC) Sekarang Hadir di Bittime
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.