Bittime - Osmosis, blockchain berbasis Cosmos yang terkenal dengan bursa desentralisasinya (DEX), akan ikut meramaikan persaingan di ranah Bitcoin layer 2. Ini menjadi indikasi terbaru dari maraknya aktivitas developer Bitcoin.
Osmosis Akan Luncurkan Alloyed Bitcoin
Bulan depan, Osmosis akan meluncurkan "alloyed bitcoin", produk terbaru buatan mereka yang bertujuan untuk mempermudah perdagangan dan meningkatkan likuiditas. Alloyed bitcoin adalah aset yang dapat diperdagangkan, berfungsi sebagai representasi turunan dari kumpulan likuiditas Bitcoin.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Dilansir dari Unchained, Sunny Aggarwal, salah satu pendiri Osmosis Labs, menjelaskan bahwa alloyed bitcoin adalah produk inovatif.
"Ini pada dasarnya adalah kumpulan berbagai varian BTC dari seluruh ekosistem," ujar Aggarwal.
Dengan kata lain, Osmosis menggabungkan aset seperti nBTC yang diterbitkan oleh Nomic, wBTC yang ada di Ethereum, dan wBTC native Osmosis untuk meningkatkan likuiditas.
Baca juga: Prediksi Harga Osmosis (OSMO) 2024-2030
Konsep ini mirip dengan yang dilakukan exchange terpusat, seperti Coinbase yang mengklasifikasikan semua ether (ETH) di platform mereka sebagai ether - terlepas dari asal atau jembatan lintas rantai lainnya.
Alloyed bitcoin adalah produk terbaru dari serangkaian produk serupa yang ditawarkan Osmosis, termasuk alloyed ether.
Apa Tujuan Alloyed Bitcoin?
Alloyed bitcoin bisa menjadi komponen kunci untuk model keamanan Osmosis setelah smart contract mereka berjalan.
Namun, para anggota tata kelola yang terdiri dari pemegang token OSMO, harus terlebih dahulu menyetujui penggunaan alloyed bitcoin dalam model keamanan melalui voting. OSMO adalah token asli dari pusat DeFi Cosmos.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Saat ini, keamanan Osmosis berasal dari validator yang didukung oleh OSMO yang di-staking. Namun, nantinya alloyed bitcoin akan ditambahkan sebagai aset yang bisa di-staking selain OSMO. Jika komunitas menyetujui ini, BTC bisa menjadi aset utama untuk DeFi di Cosmos, menurut Aggarwal.
"Bagaimana proposal ini diterima oleh tata kelola Osmosis akan tergantung pada ketentuannya," tulis pemimpin Osmosis Grants Program, RoboMcGobo, kepada Unchained di Telegram.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Staking Osmosis $OSMO
"Osmosis harus mengalokasikan sebagian dari anggaran keamanan mereka (yang saat ini hanya untuk staker OSMO) ke staked BTC. Meskipun saya pikir sebagian besar akan setuju, jumlah reward staking yang dialihkan ke staked BTC mungkin menjadi perdebatan."
Jika tata kelola mengizinkan staking BTC, "staked BTC akan mendapatkan sebagian dari reward staking OSMO, yang akan sedikit mengurangi reward staking untuk staker OSMO tergantung pada berapa banyak BTC yang di-staking," tambah RoboMcGobo.
Dengan total nilai terkunci (TVL) sebesar $177,45 juta, Osmosis adalah jaringan blockchain terbesar kelima dalam ekosistem Cosmos, dengan volume perdagangan tujuh hari sebesar $175,57 juta, menurut DefiLlama.
Menurut Aggarwal, staking BTC di Osmosis dapat meningkatkan keamanan dan membawa lebih banyak likuiditas ke Osmosis dan Cosmos secara keseluruhan.
"Staking memberikan return tahunan (APR) yang mendorong orang untuk memindahkan BTC mereka," jelasnya.
Langkah Osmosis ini muncul seiring dengan maraknya eksperimentasi pada Bitcoin. Dari peluncuran Ordinals pada Januari 2023 yang membawa token non-fungible (NFT) ke Bitcoin, hingga munculnya protokol Runes baru-baru ini, kasus penggunaan pada blockchain asli tersebut terus berkembang.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Inovasi juga terlihat pada proyek-proyek yang bertujuan menciptakan jaringan Bitcoin layer 2, seperti Citrea dan Merlin Chain.
Build on Bitcoin, layer 2 yang berfokus pada keuangan terdesentralisasi (DeFi), meluncurkan mainnet mereka pada hari Rabu, menonjolkan kebangkitan kembali aktivitas di Bitcoin, dengan para developer kembali ke blockchain tertua tersebut.
Harga BTC sendiri telah meningkat 6,4% dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar $63.230, menurut data dari CoinMarketCap.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Mampukah OSMO Breakout di Atas Rp28.800?
Ingin Dapat Osmosis $OSMO Airdrop? Ikuti Dulu Panduan Lengkapnya!
Osmosis (OSMO) x Umee UX Chain: Terobosan Baru dalam Ekosistem Cosmos
Airdrop Cosmos Alert: Kesempatan Klaim Hava Coin (HAVA) Malam Ini!
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.