Bittime - Tether Holdings, penerbit stablecoin USDT, telah mencatatkan sebuah pencapaian monumental.
Dengan laba bersih yang mencapai angka fantastis sebesar $4.52 miliar (sekitar Rp73.12 triliun) di kuartal pertama tahun 2024, Tether tidak hanya memecahkan rekor pribadinya tetapi juga mencatatkan rekor baru dalam industri stablecoin.
Dampak Positif Kenaikan Bitcoin dan Emas
Laporan keuangan yang dirilis menunjukkan bahwa keuntungan ini didorong oleh kenaikan nilai Bitcoin dan emas, yang menyumbang sekitar $3.52 miliar (sekitar Rp57.02 triliun), serta tambahan $1 miliar (sekitar Rp16.20 triliun) dari laba operasional.
Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan ekuitas bersih perusahaan yang tercatat pada akhir Desember 2023, yang berjumlah $7.01 miliar (sekitar Rp113.61 triliun).
Paolo Ardoino, CEO Tether, dengan bangga menekankan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan manajemen risiko yang bertanggung jawab.
“Dengan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2024 ini, Tether telah menunjukkan dedikasinya yang tak tergoyahkan terhadap transparansi, stabilitas, likuiditas, dan manajemen risiko yang bertanggung jawab,” ujar Ardoino.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Tether Tingkatkan Surat Utang AS
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Tether telah berhasil meningkatkan kepemilikan Surat Utang AS (US Treasuries) yang kini melebihi $90 miliar (sekitar Rp1,457.50 triliun), sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain itu, Tether juga telah menginvestasikan lebih dari $5 miliar (sekitar Rp81.00 triliun) di berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan, dan penambangan Bitcoin (BTC).
Meskipun ada kekhawatiran mengenai kurangnya audit formal, laporan keuangan triwulanan Tether memberikan gambaran yang jelas tentang neraca perusahaan, yang telah diverifikasi oleh BDO, salah satu jaringan akuntansi terbesar di dunia.
Alokasi Dana buat Bitcoin
Keputusan Tether untuk mengalokasikan sebagian dari laba operasionalnya ke dalam Bitcoin terbukti bijaksana.
Data on-chain menunjukkan bahwa Tether memiliki 75.300 BTC, yang nilainya lebih dari $4.38 miliar (sekitar Rp70.95 triliun). Langkah diversifikasi portofolio ini telah berkontribusi pada kesuksesan berkelanjutan Tether di tengah volatilitas pasar.
Meskipun harga Bitcoin mengalami fluktuasi, Tether tetap percaya diri dengan posisi keuangannya yang kuat. Cadangan berlebih perusahaan mencapai $6.3 miliar (sekitar Rp102.03 triliun), memberikan bantalan yang kuat terhadap risiko potensial.
Cara Beli Kripto:
USDT Masih Pimpin Persaingan Stablecoin
Dalam persaingan pasar stablecoin, Tether USDT masih memimpin dengan kapitalisasi pasar yang melebihi $100 miliar (sekitar Rp1,620.00 triliun), meskipun USDC dari Circle baru-baru ini melampaui USDT Tether dalam volume transaksi.
Namun, analis percaya bahwa kenaikan USDC lebih disebabkan oleh penggunaannya yang dominan di AS untuk transaksi, sedangkan USDT lebih banyak digunakan sebagai simpanan nilai berbasis dolar yang dipegang di luar AS.
Tether juga telah memperluas cakupannya ke sektor kesehatan dengan investasi $200 juta (sekitar Rp3.24 triliun) dalam Blackrock Neurotech, perusahaan bioteknologi yang fokus pada teknologi antarmuka otak-komputer (BCI). Investasi ini menandai langkah pertama Tether dalam memasuki industri kesehatan.
Menurut CoinStats, Tether memiliki keuntungan yang belum terealisasikan sebesar lebih dari 91% dan bernilai lebih dari $2 miliar (sekitar Rp32.40 triliun), meskipun Bitcoin baru-baru ini turun di bawah level $60.000.
Ini menunjukkan bahwa Tether tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam memperkuat posisinya di pasar global.
Kesimpulan
Dengan pencapaian yang luar biasa ini, Tether telah membuktikan dirinya sebagai pemain utama yang tidak hanya mengutamakan profitabilitas tetapi juga tanggung jawab sosial dan inovasi. Kita semua menantikan langkah selanjutnya dari Tether dalam mengukir sejarah baru di dunia kripto.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Apa Itu USDT? Sang Stablecoin yang Mendominasi Meski Penuh Kontroversi
Perbedaan USDT, USDC & BUSD: Panduan Komprehensif
Hard Fork Shibarium dan Dampaknya Terhadap Harga Shiba Inu (SHIB)
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.