Bittime - Rupiah digital, kabar terbaru dari Bank Indonesia yang terus lakukan kajian dengan memerhatikan pengembangan CBDC di negara-negara lain.
Ketika sudah banyak negara yang memulai, bahkan menerapkan mata uang negara versi digital, jelas Indonesia tidak ingin ketinggalan.
Pasca dikenalkan pada 2022, kini sudah ada kabar terbaru dari Bank Indonesia terkait pengembangan Rupiah Digital.
Apa itu Proyek Garuda Rupiah Digital?
Inisiatif Garuda adalah sebuah program yang mengawal eksplorasi desain CBDC Indonesia yang dikenal sebagai Digital Rupiah.
Digital Rupiah adalah kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan Rupiah di era digital.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mendorong transformasi digital nasional, terutama dalam integrasi ekonomi dan keuangan digital secara menyeluruh, yang sudah diupayakan melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) dan Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025 (BPPU 2025).
Baca Juga: Sui ft Google Cloud, Kolaborasi Dorong Inovasi Web 3
Arsitektur Digital Rupiah
Struktur teknologi Digital Rupiah akan terbagi menjadi tiga layer, yakni platform teknologi, aset digital, dan use case.
Pertama, pada tingkatan platform teknologi, terdapat fitur-fitur yang mendukung Digital Rupiah seperti smart contract, identity services, layanan regulasi, penggunaan kriptografi, antarmuka pemrograman aplikasi (API), dan skema Sandboxing.
Kedua, pada tingkatan aset digital, terdapat aset-aset digital yang dikelola oleh Bank Indonesia, termasuk dua aset digital utama: Digital Rupiah dan surat berharga digital.
Ketiga, pada tingkatan use case, terdapat fungsi dan layanan yang memanfaatkan aset digital. Tingkatan ini mencakup penggunaan kasus yang dimiliki oleh Bank Indonesia dan pihak eksternal.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Kabar Terbaru, Rupiah Digital Masih Di Godog
Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan kemajuan terbaru terkait Rupiah Digital. Elyana Widyasari, Manajer Kinerja di Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, menyatakan bahwa proses pembuatan mata uang digital oleh BI masih dalam tahap pengumpulan masukan dari berbagai pemangku kebijakan.
"Saat ini, BI sedang melanjutkan pengembangan proyek Garuda. Para pemangku kepentingan sedang dipersiapkan untuk memberikan masukan mereka," ujar Widyasari dalam sebuah diskusi dengan wartawan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, seperti yang dilansir pada Senin (29/4/2024).
Meninjau Mata Uang Digital Negara Lain
Elyana menyatakan bahwa dalam pengembangan Rupiah Digital, Bank Indonesia juga memperhatikan perkembangan mata uang digital serupa di luar negeri. Dia menegaskan bahwa pengembangan tersebut dilakukan dengan hati-hati.
"Ketika kami mengembangkan ini, kami juga memperhatikan perkembangan internasional terkait pertumbuhan kripto sebagai alat pembayaran," ujarnya.
Elyana menjelaskan bahwa model pembayaran alternatif seperti mata uang digital dan kripto juga memiliki risiko. Salah satu risikonya adalah sulitnya mengendalikan jenis mata uang ini.
"Dengan setiap inovasi, pasti ada risiko yang menyertainya," katanya.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Rencana POC untuk Tahun 2024
Sebelumnya, Bank Indonesia menetapkan target bahwa Rupiah Digital akan mencapai tahap baru pada tahun 2024.
Deputi Gubernur BI, Juda Agung, mengatakan bahwa pada tahun 2024, rencananya peluncuran Rupiah Digital akan memasuki tahap proof of concept (POC). "Pada tahun 2024, tahap proof of concept akan dimulai," ujarnya.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Rupiah Digital Hanya Pelengkap
Rupiah digital akan memiliki format yang memungkinkannya digunakan seperti uang fisik (uang kertas dan logam), uang elektronik (berbasis chip dan server), serta uang dalam bentuk pembayaran menggunakan kartu atau alat pembayaran bergerak seperti kartu debit dan kartu kredit yang umum digunakan saat ini.
Baca Juga: Kongres AS Siap Atur Stablecoin: Masa Depan Keuangan Kripto Bersiap Mengalami Revolusi!
Alat pembayaran yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ini bukanlah aset kripto atau stablecoin. Rupiah Digital adalah Central Bank Digital Currency (CBDC) yang berfungsi sebagai mata uang resmi Republik Indonesia.
Meskipun dikembangkan, Rupiah Digital akan menjadi pelengkap dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan uang kertas, uang logam, atau alat pembayaran yang telah ada dan digunakan oleh masyarakat saat ini.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Total Value Locked (TVL) Protokol RWA Melonjak Hampir $8 Miliar
Peningkatan Keamanan Solana dengan Klien Validator Firedancer
Blur Hadirkan Pembaruan Besar untuk Blast: Transaksi NFT Lintas Rantai dan Sistem Poin Reward
Coinbase Mengumumkan Listing Ethena dan Koin Lain: Peluang Investasi Terkini
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.