Bittime - Rusia melarang penggunaan crypto untuk perkuat rubel, imbas tensi geopolitik? Tapi kenapa ada perdebatan internal?
Kabar mengenai Rusia yang merancang larangan penggunaan crypto secara penuh menambah daftar kompleksitas hubungan Rusia dengan cryptocurrency.
Apabila peraturan tersebut benar-benar disahkan, tentu akan timbul gelombang perubahan besar pada market crypto.
Untuk lebih lanjutnya, baca informasi lengkap terkait larangan Rusia terhadap penggunaan crypto di artikel ini.
Rusia Melarang Penggunaan Crypto, Sebuah Strategi
Rusia telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah penggunaan cryptocurrency dalam upaya untuk memperkuat rubel ketika situasi ketegangan geopolitik dan perluasan sanksi sedang menerpa Rusia.
Meskipun bank sentral Rusia sebelumnya sudah pernah mengeluarkan larangan total terhadap cryptocurrency, nyatanya Rusia masih merupakan negara dengan jumlah penambangan Bitcoin terbesar ketiga di dunia, setelah AS dan Tiongkok.
Kekuatan hashing Bitcoin di Rusia yang terbilang besar tersebut terbukti tidak dapat menghentikan para legislator untuk mengajukan kembali sebuah proposal larangan penggunaan crypto.
Baca Juga: Tether Investasikan $200 Juta di BlackRock Neurotech, Apa Itu?
Adapun proposal tersebut berisi rancangan Undang-undang yang bertujuan untuk membatasi penggunaan aset digital non-Rusia sehingga dapat memperkuat dominasi rubel, serta hanya mengizinkan aset keuangan digital dan rubel digital yang diterbitkan dalam yurisdiksi Rusia.
Silang sengkarut antara legislator Rusia dengan tingginya potensi Crypto di Rusia ini menimbulkan ketidakpastian bagi para pengguna aset digital.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Rencana Implementasi
Menurut Anatoly Aksakov, yang menjabat sebagai Ketua Komite Duma Negara di Pasar Keuangan, Rusia akan mulai menerapkan regulasi ketat terhadap penggunaan aset kripto seperti Bitcoin mulai 1 September.
Aksakov sendiri yang akan memimpin inisiatif ini, sehingga menjadi penanda langkah besar pemerintah Rusia dalam mengendalikan situasi aset kripto.
Undang-undang yang akan segera diberlakukan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan aset digital dari luar Rusia, dan untuk mempromosikan rubel sebagai mata uang yang dominan di negara tersebut.
Aksakov menegaskan pentingnya tindakan ini, dengan mengatakan,
"Aset keuangan digital yang dikeluarkan di yurisdiksi Rusia, termasuk rubel digital, akan diizinkan. Keputusan ini diambil karena saat ini cryptocurrency menggantikan rubel di sejumlah transaksi, yang seharusnya menjadi peran rubel sebagai satuan mata uang negara. Oleh karena itu, kebijakan ini diadopsi."
Baca Juga: Investasi Kripto di Depan Mata! Hong Kong Buka Pintu untuk ETF Bitcoin dan Ether
RUU tersebut akan memberikan pengecualian bagi para penambang kripto dan proyek uji coba yang didukung oleh Bank Sentral dalam kerangka hukum eksperimental.
Hal ini disebabkan oleh kontribusi signifikan mining kripto terhadap pendapatan pajak Rusia.
Berdasarkan data dari Statista, penambangan kripto telah menciptakan lebih dari $2,59 miliar likuiditas untuk penyelesaian perdagangan luar negeri di Rusia.
Anton Gorelkin, seorang anggota Duma Negara, menambahkan , "Tidak ada larangan terhadap peredaran aset kripto. Namun, pendirian pertukaran di luar zona kerangka hukum eksperimental akan dilarang."
Rubel Digital sebagai Solusi
Bersamaan dengan pelarangan penggunaan Crypto, saat ini Rusia sedang memajukan rencana penggunaan mata uang digital bank sentralnya, Rubel digital (CBDC).
Bank sentral Rusia telah mengungkapkan bahwa dalam uji coba CBDC, dan sejauh ini sudah terjadi sekitar 25.000 transaksi, dengan perkiraan 19.000 transaksi dilakukan antar-individu.
Rubel digital menampilkan fitur yang unik, termasuk penggunaan kode QR dinamis untuk pembayaran kepada pedagang, pembelian online, transfer bisnis-ke-bisnis, dan bahkan kemampuan dasar kontrak pintar.
Uji coba Rubel digital dimulai pada Agustus 2023 dan melibatkan 12 bank, 600 pengguna, serta 30 pengecer di 11 kota. Bank Rusia memperkirakan akan meluncurkan versi final rubel digital pada tahun 2025.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Perdebatan Antar-Pemangku Kepentingan
Artem Kiryanov, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Ekonomi Duma Negara, menyoroti pentingnya aturan yang jelas dan tepat, yang diatur secara digital untuk memastikan konsistensi dalam penegakan hukum.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, menganjurkan pendekatan yang moderat yang memungkinkan penggunaan aset kripto dalam transaksi domestik dan internasional, dengan harapan dapat mengurangi dampak pembatasan dari undang-undang baru.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Sementara itu, Elvira Nabiullina, Kepala Bank Rusia, mendukung eksperimen penggunaan aset kripto dalam penyelesaian transaksi internasional, menunjukkan adanya potensi pelemahan di sejumlah area dalam lanskap keuangan.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Kripto Tembus Rp112 Miliar, DJP Kaji Kembali Tarif
Terlepas dari isu larangan penggunaan Crypto oleh Rusia, ada hal menarik yang mencuat.
Bahwa berdasarkan laporan dari Departemen Keuangan AS tercatat bahwa ada entitas Rusia yang telah menggunakan aset kripto, terutama USDT Tether, untuk membeli komponen teknologi militer.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Otoritas AS Ambil Langkah Tegas: Sita Aset Bank Republic First yang Bermasalah
Transaksi Besar PEPE: 3293 Miliar PEPE Ditarik dari Bursa Dalam 10 Jam
Transaksi Perdagangan ETF Kripto Spot Hong Kong Capai Lebih dari HK$49 Juta
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.