Bittime - Franklin Templeton, perusahaan investasi terkemuka, semakin mantap memasuki ranah teknologi blockchain. Hal ini ditandai dengan tokenisasi Dana Pemerintah AS terbaru mereka, yang kini bisa diakses melalui blockchain Polygon dan Stellar.
Langkah ini menandai debut Franklin Templeton di bidang tokenisasi. Berbeda dengan skema kepemilikan tradisional, kepemilikan Dana Pemerintah AS tersebut kini diwakili oleh token digital bernama BENJI.
Setiap token BENJI memiliki nilai setara dengan satu saham di Franklin OnChain United States Government Money Fund (FOBXX). Token ini dapat diperdagangkan secara bebas di blockchain Polygon dan Stellar. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah transaksi dan membuka akses investasi yang lebih luas. Investor dapat mengelola aset mereka dengan fleksibel melalui transfer langsung antar dompet digital.
Baca juga: Ethereum Menuju Krisis! Tren Terbaru Menandakan Tantangan di Level $3,200
Integrasi teknologi blockchain ke dalam operasional keuangannya diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi manajemen aset oleh Franklin Templeton.
Tokenisasi Memanas, Franklin Templeton vs BlackRock
Selain itu, langkah Franklin Templeton ini turut memanaskan persaingan dengan BlackRock, perusahaan investasi raksasa lainnya. BlackRock sebelumnya telah meluncurkan BUIDL, yaitu tokenisasi perdana mereka yang berbasis blockchain Ethereum.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Untuk dapat berpartisipasi dalam BUIDL Fund, investor harus menyiapkan dana minimal $100.000. Meski baru berjalan sebulan, BUIDL berhasil meraup 25% pangsa pasar meski nilai aset kelolaannya ($304 juta) masih sedikit di bawah Franklin Templeton.
Persaingan antara kedua perusahaan diperkirakan akan semakin sengit tergantung pada kemampuan mereka masing-masing dalam menjaring investor.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Sama-Sama Incar Pasar ETF, Keduanya Berebut Investor di Ranah Aset Digital
Menariknya, baik Franklin Templeton maupun BlackRock sama-sama telah menjadi penerbit ETF Bitcoin setelah mendapat lampu hijau dari SEC (Securities and Exchange Commission) AS. Keduanya juga tengah mengajukan persetujuan untuk menerbitkan ETF Ethereum.
Dengan berbekal pengalaman dan reputasi di bidang investasi tradisional, Franklin Templeton tampaknya siap bersaing ketat dengan BlackRock di ranah aset digital. Kedua perusahaan ini sama-sama melirik potensi teknologi blockchain untuk meningkatkan inovasi dan efisiensi produk investasi mereka.
Para investor pun tentunya akan semakin dimanjakan dengan kehadiran lebih banyak pilihan produk investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Memecoin Disebut "Kasino Berisiko", Eksekutif Andreessen Horowitz Kritik Tren Kripto
Ekspektasi pada Koin RWA, AI, dan DePIN yang Meningkat saat Pasar Sedang Lungkrah
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.