Bittime - Kasus TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) kembali mencuat dan membuat gempar dunia crypto. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) melayangkan tuntutan denda senilai $5,3 miliar kepada TerraForm Labs dan pendirinya, Do Kwon atas peran mereka dalam kejatuhan ekosistem Terra pada Mei 2022.
Kejadian ini bagaikan mimpi buruk bagi para investor yang kehilangan miliaran dolar dalam sekejap mata. Runtuhnya UST dan LUNA memicu efek domino di pasar kripto, menyeret beberapa hedge fund besar seperti Three Arrows Capital (3AC) dan Celsius Network (CEL) ke jurang kebangkrutan.
Do Kwon Jadi Buronan: Kena Tuntutan Disgorgement Penalty dan Civil Penalty
Do Kwon sendiri masih dinyatakan sebagai buronan dan mendapatkan dua tuntutan utama. Pertama, disgorgement penalty sebesar $4,7 miliar. Hal tersebut merupakan keuntungan yang diperoleh secara tidak sah dari skema penipuannya. Kedua, civil penalty sebesar $600.000 sebagai konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan.
Tim kuasa hukum TerraForm Labs dan Do Kwon dengan sigap berusaha meringankan beban kliennya. Mereka mengajukan proposal balasan dengan menawarkan denda disgorgement yang jauh lebih rendah, yaitu $3,5 juta dan denda untuk Do Kwon sebesar $800.000.
Kasus ini menjadi sorotan utama di dunia kripto, bukan hanya karena nilai denda yang fantastis, tetapi juga karena implikasinya terhadap masa depan regulasi aset kripto.
Banyak pihak yang menaruh perhatian pada bagaimana SEC akan menangani kasus ini, dan apakah hal ini akan menjadi contoh bagi kasus-kasus serupa di masa depan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Harga Terra LUNA/IDR Hari Ini di Bittime
Sumber: Bittime.com
Pada 25 April 2024, harga Terra LUNA/IDR berada di level Rp9.997 per koin, turun 8,85% dalam 24 jam.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Jejak Hitam Kejatuhan Terra, Do Kwon Jadi Kuncinya?
Tragedi Terra bermula pada 7 Mei 2022, ketika beberapa investor besar mulai menjual UST dalam jumlah besar. Hal ini memicu kekacauan di pasar, menyebabkan nilai UST turun drastis dan kehilangan patokannya terhadap dolar AS.
Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Luna Foundation Guard (LFG) dengan menggelontorkan dana sebesar $1,5 miliar, namun hal tersebut hanya sia-sia saja. Justru, hal inilah yang memperparah keadaan dan mempercepat kejatuhan LUNA.
Dalam hitungan minggu, nilai UST dan LUNA anjlok hingga ke titik terendah, menelan kerugian senilai total $40 miliar. Kepercayaan investor terhadap Terra runtuh seketika dan memicu kepanikan di pasar kripto global.
Do Kwon: Sosok Dibalik Tragedi Kejatuhan Terra
Do Kwon, seorang pengembang perangkat lunak asal Korea Selatan, adalah pendiri dan CEO TerraForm Labs. Ia dikenal sebagai sosok yang ambisius dan visioner, dengan mimpi menciptakan stablecoin yang terdesentralisasi dan stabil.
Namun, ambisi tersebut membawa Do Kwon ke jurang kehancuran. Gagalnya UST dan LUNA mencoreng reputasinya dan menjadikannya target kemarahan para investor yang dirugikan.
Kejatuhan Terra bukan hanya tragedi bagi para investornya, tetapi juga bagi seluruh ekosistem kripto. Kepercayaan terhadap aset kripto merosot, dan pasar mengalami penurunan nilai yang signifikan.
Kasus ini juga menjadi pelajaran berharga bagi para regulator dan tokoh-tokoh penting di industri aset kripto. Diperlukan regulasi yang lebih ketat dan transparan untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
Masa Depan yang Terra yang Tak Bisa Pulih?
Do Kwon dan TerraForm Labs masih terjerat dalam kasus hukum yang rumit. Masa depan mereka masih belum pasti dan denda $5,3 miliar bagaikan bayang-bayang yang menghantui.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dunia kripto penuh dengan risiko dan spekulasi. Kamu sebagai investor harus selalu berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dalam aset kripto apa pun.
Kesimpulan
Kasus TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah aset kripto. Kejatuhan ekosistem Terra pada Mei 2022 mengakibatkan kerugian puluhan miliar dolar bagi para investor dan memicu efek domino di pasar kripto global.
Pendiri TerraForm Labs, Do Kwon menjadi sorotan utama atas perannya dalam tragedi ini. Ia dihadapkan pada denda fantastis senilai $5,3 miliar dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) atas dugaan penipuan dan pelanggaran hukum.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Membeli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual Terra (LUNA) dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Terra (LUNA) tersedia di Bittime dengan market pair LUNA/IDR. Untuk bisa beli LUNA/IDR di Bittime pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan lengkap cara beli Terra (LUNA) di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Terra (LUNA), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Berita Besar: Binance Beri Dukungan ke BOME, TIA, dan MATIC untuk Perluas Pasar Crypto
Prediksi Kasih Sinyal Moonbag: SUI, FET, dan ENA Bakal Melejit di Q3 2024
Heroes of Mavia (MAVIA): Fenomena Play-to-Earn Mirip Axie Infinity Bakal Terulang Kembali?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset crypto apapun. Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset crypto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset crypto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.