Bittime - Satoshi Nakamoto, pencipta anonim Bitcoin, masih memiliki pengaruh besar meskipun menghilang hampir 14 tahun lalu.
Protokol yang dirancang Nakamoto akan memicu peristiwa "halving" Bitcoin pada hari Sabtu mendatang, sebuah proses yang diperkirakan berdampak pada peningkatan harga Bitcoin.
Artikel ini akan membahas mengenai detail proses halving dan dampak potensialnya.
Halving Bitcoin: Apa Itu?
Halving berkaitan erat dengan cara Bitcoin dicatat dan dibuat. Transaksi Bitcoin dicatat pada buku besar yang dapat diakses secara universal, yang disebut blockchain.
Transaksi ini dimasukkan ke dalam blockchain oleh "penambang" yang kemudian menghubungkan blok-blok tersebut menjadi sebuah rantai.
Para penambang menggunakan perangkat keras khusus untuk memecahkan teka-teki kriptografi dan sebagai imbalannya, mereka menerima hadiah berupa Bitcoin yang baru dibuat.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Nakamoto bermaksud agar jumlah Bitcoin yang beredar terbatas, yaitu 21 juta. Oleh karena itu, protokol ini dibuat untuk mengontrol jumlah koin baru yang memasuki pasar.
Caranya adalah dengan mengurangi separuh hadiah yang diterima penambang setiap 210.000 blok, yang terjadi kira-kira setiap empat tahun.
Halving diperkirakan akan terjadi pada Sabtu dini hari. Imbalan untuk menambahkan blok transaksi baru ke blockchain akan berkurang dari 6,25 Bitcoin menjadi 3,125 Bitcoin.
Proses halving akan terus berlanjut hingga mencapai batas 21 juta Bitcoin, yang diperkirakan terjadi pada tahun 2140.
Baca Juga: Dampak Bitcoin Halving Terhadap Altcoin Sebesar Apa?
Dampak Terhadap Harga Bitcoin
Halving mengurangi suplai Bitcoin baru, yang secara teori akan meningkatkan harganya. Ini berdasarkan prinsip ekonomi dimana jika permintaan terhadap suatu aset tetap stabil sementara suplai berkurang, harganya akan naik.
Berdasarkan data dari perusahaan riset aset 10x Research, tiga peristiwa halving sebelumnya (2012, 2016, dan 2020) menghasilkan peningkatan harga rata-rata sebesar 16% dalam 60 hari setelahnya.
Namun perlu dicatat bahwa peristiwa halving pada tahun 2016 sempat mengalami penurunan harga sebesar 6% dalam 60 hari pertama, tetapi kemudian harganya kembali naik drastis sepanjang tahun 2017.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Markus Thielen, kepala penelitian di 10x, mengatakan bahwa halving "berhubungan dengan kenaikan harga karena suplai yang berkurang," tetapi investor harus menunggu untuk melihat puncak harga, yang biasanya terjadi sekitar 500 hari setelah halving.
Meskipun harga Bitcoin sempat turun tajam dari rekor tertinggi di atas $70.000 menjadi sekitar $62.000 dalam beberapa minggu terakhir, Bitcoin masih menjadi aset dengan kinerja yang kuat.
Bitcoin sejauh ini telah naik 40% di tahun 2024 dan harganya lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.
Dampak Negatif?
Perusahaan penambangan Bitcoin yang menanggung biaya energi dan peralatan untuk memvalidasi transaksi akan menghadapi pukulan finansial karena imbalan mereka berkurang.
Andrew O'Neill, direktur pelaksana lab penelitian aset digital di perusahaan peringkat kredit S&P Global, menulis bahwa "imbalan blok tetap menjadi bagian penting dari pendapatan penambang, oleh karena itu, pengurangan separuh imbalan berdampak pada profitabilitas."
Dia menambahkan: "Beberapa operasi penambangan akan menjadi tidak profitable dan akan ditutup, terutama yang memiliki biaya energi lebih tinggi."
Menurut S&P, agar penambangan Bitcoin tetap berkelanjutan secara finansial, mata uang ini perlu digunakan lebih luas di seluruh ekonomi global untuk meningkatkan pendapatan penambang melalui biaya transaksi.
Namun, penggunaan kriptocurrency yang lebih luas berbenturan dengan kekhawatiran bahwa penambangan Bitcoin yang membutuhkan banyak energi sudah tidak ramah lingkungan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Para kritikus Bitcoin juga menyoroti dampak negatif dari peristiwa halving yang dapat menarik investor amatir untuk terjun ke dunia kriptocurrency akibat kenaikan harga dan sensasi yang menyertainya.
Bitcoin telah mendapatkan legitimasi tahun ini, ditandai dengan peningkatan harga dan izin dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) untuk exchange-traded funds (ETF) yang melacak harga Bitcoin.
Meskipun demikian, ketua SEC, Gary Gensler, enggan memberikan izin tersebut karena menganggap Bitcoin sebagai aset yang fluktuatif dan digunakan untuk "aktivitas ilegal termasuk ransomware, pencucian uang, penghindaran sanksi, dan pendanaan teroris."
O'Neill juga skeptis terhadap potensi ledakan harga. "Pasar BTC [Bitcoin] berada di tempat yang sangat berbeda dibandingkan dengan saat peristiwa halving sebelumnya terjadi," katanya. "Faktor pendorong lain seperti pertumbuhan ETF BTC di AS, dan faktor makro seperti suku bunga dan likuiditas pasar, juga akan mempengaruhi harga."
Cara Beli BTC di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Penambang Hadapi Ledakan AI Menjelang Bitcoin Halving
Beli Saham Penambang Bitcoin Sebelum Halving, Kata Bernstein
Bitcoin: Pertambangan Publik Diuntungkan Pasca Halving, BTC/IDR Berpotensi Fluktuatif
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.