Bittime - Harga Bitcoin sedang mengalami penurunan tajam. Ada beberapa faktor yang menyebabkan koreksi harga ini, diantaranya meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Menilai Penyebab Penurunan Harga
- Ketegangan Geopolitik: Ketegangan yang terjadi antara Iran dan Israel memicu kepanikan di pasar, menyebabkan aksi jual besar-besaran. Investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi, meninggalkan aset kripto seperti Bitcoin.
- Kebijakan Suku Bunga AS: Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Jerome Powell, berencana untuk menaikkan suku bunga guna meredam inflasi. Kebijakan ini membuat investor cemas dan menarik investasinya dari pasar keuangan berisiko, termasuk aset kripto.
- Greed dan Leverage Pasar: Keserakahan investor ritel dan penggunaan leverage yang berlebihan memperparah volatilitas pasar. Ini menyebabkan harga Bitcoin mudah terombang-ambing oleh sentimen pasar.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Prediksi Harga Bitcoin ke Depan
Analis Ali Martinez menekankan pentingnya level support $62.000 untuk Bitcoin. Jika level ini tertembus, dikhawatirkan akan terjadi aksi jual lanjutan yang bisa menekan harga hingga ke level $51.500. Sebaliknya, jika harga bisa menembus level $66.250, bisa menjadi sinyal kembalinya tren bullish dan harapan untuk pemulihan harga Bitcoin.
Akankah Ini Saat yang Tepat untuk Membeli Bitcoin?
Analis Crypto Banter memprediksi akan terjadi penurunan harga sebelum dan sesudah peristiwa "halving" Bitcoin yang akan terjadi dua hari lagi. Halving adalah peristiwa dimana hadiah penambangan Bitcoin dibagi dua. Biasanya, peristiwa ini diikuti oleh periode koreksi harga.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Namun, ada indikasi potensi pembalikan arah. Data menunjukkan bahwa perusahaan Tether, penerbit stablecoin USDT, baru saja mencetak token senilai 1 miliar dolar AS. Injeksi uang tunai semacam ini ke dalam pasar seringkali diikuti dengan kenaikan harga Bitcoin.
Crypto Banter menyarankan investor untuk mencermati volume perdagangan. Peningkatan volume perdagangan diperlukan untuk mendorong harga naik dari level terendah saat ini.
Dalam jangka panjang, harga Bitcoin diperkirakan akan bergerak dalam kisaran $50.000 hingga $77.000. Saat ini, harga berada di tengah kisaran tersebut.
Analis tersebut memprediksi harga mungkin akan turun sedikit lebih jauh, tetapi jika tidak secara konsisten turun di bawah $59.000, masih ada peluang untuk membeli dan mengambil keuntungan. Jika harga turun hingga $52.000, ini juga bisa menjadi peluang beli yang menarik karena bertepatan dengan indikator teknikal "21 exponential moving average".
Cara Beli Bitcoin (BTC) di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Bitcoin 30 Hari Terakhir: Dampak Bitcoin Halving
Kripto di Ujung Tanduk: Akankah Perang Iran-Israel Membunuh Bitcoin?
Apa Itu Bitcoin Halving dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Bitcoin?
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.