Bittime - Ernst & Young (EY), firma akuntansi Big Four, mengadopsi teknologi blockchain Ethereum untuk mengotomatisasi kontrak dengan menggunakan bukti tanpa pengetahuan (Zero-Knowledge Proof/ZK). Pilihan Ethereum dilakukan karena alasan biaya, privasi yang lebih baik, dan untuk mencegah ketidakadilan dalam keuntungan antara pihak yang terlibat.
Solusi Berbasis Ethereum untuk Kontrak Bisnis Kompleks
EY OpsChain Contract Manager (OCM) adalah solusi yang dirancang untuk membantu bisnis swasta dalam pelaksanaan kontrak bisnis yang rumit. Solusi ini menawarkan keunggulan dalam aspek waktu, keamanan, dan efisiensi biaya. Beberapa jenis kontrak yang dapat diotomatisasi melalui OCM antara lain perjanjian pembelian, diskon volume, dan harga kesepakatan.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Pilihan Ethereum sebagai Blockchain Publik
EY memilih Ethereum sebagai blockchain publik daripada jaringan pribadi karena alasan keadilan antara pihak yang terlibat dan untuk mengurangi risiko kebocoran informasi sensitif. Melalui teknologi ZK, mereka dapat meningkatkan akurasi ketentuan kontrak sambil mengurangi biaya administrasi secara signifikan.
Baca Juga Cara Membeli Kripto:
| Cara Membeli BTC | Cara Membeli JUP |
| Cara Membeli ETH | Cara Membeli DOGE |
| Cara Membeli USDT | Cara Membeli SOL |
Keuntungan dan Penyempurnaan Melalui OCM
EY mengklaim bahwa melalui OCM, bisnis dapat mengurangi biaya administrasi hingga 90% dan siklus waktu hingga 40%. Paul Brody, EY Global Blockchain Leader, menjelaskan bahwa solusi ini memberikan manfaat signifikan dengan biaya yang lebih murah melalui teknologi privasi tanpa pengetahuan.
Perkembangan Teknologi Blockchain dalam Industri TradFi
Menurut Celisa Morin, mantan eksekutif Grayscale, institusi TradFi (Traditional Finance) semakin memilih blockchain publik seperti Ethereum daripada blockchain swasta. Hal ini mencerminkan tren pergeseran ke arah teknologi yang lebih terbuka dan transparan dalam industri keuangan.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Investasi dan Inovasi EY di Teknologi AI dan Blockchain
Selain solusi blockchain, EY juga menginvestasikan secara signifikan di bidang teknologi AI. Mereka meluncurkan platform EY.ai dengan tujuan membantu perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) melalui model bahasa canggih, EY AI EYQ.
Dengan berbagai inisiatif ini, EY menunjukkan komitmennya untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan dalam layanan mereka, menciptakan solusi yang efisien, transparan, dan inovatif untuk bisnis dan industri secara keseluruhan.
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Prediksi Ethereum (ETH) 2024? Naik Atau Turun?
Ethereum: Menuju Masa Depan Baru dengan Layer-2 dan Ethereum 2.0
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.