Bittime - Dunia cryptocurrency kembali dikejutkan dengan insiden peretasan besar. Kali ini, platform DeFi (Decentralized Finance) bernama Grand Base yang beroperasi di jaringan Base Layer 2 menjadi korbannya.
Menurut perusahaan keamanan web3 Cyvers, peretasan tersebut terjadi pada dompet "deployer" Grand Base. Peretas berhasil mendapatkan akses penuh untuk mencetak token asli protokol DeFi tersebut, yaitu GB. Akibatnya, harga Grand Base langsung anjlok hampir 99%.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Sumber: X (Twitter)
Pelaku kejahatan siber ini kemudian menukar token GB yang dicuri dengan 615 ETH (Ethereum). Dilansir dari crypto.news, Cyvers, yang menganalisis kejadian ini, memberikan keterangan bahwa ekosistem DeFi masih rentan. Mereka menekankan bahwa peretasan seperti ini jarang terjadi di jaringan Base.
Baca juga: Apa itu Base, Coinbase?
"Dengan kerugian $2 juta akibat transaksi tidak sah, peretasan di Grand Base hari ini menjadi contoh nyata dari kerentanan ekosistem DeFi. Dompet deployer yang diretas dan kehilangan kontrol akses meningkatkan kekhawatiran. Ini menekankan pentingnya peningkatan protokol keamanan dan pemantauan ketat untuk mencegah kerugian besar di masa depan," kata Deddy Lavid, CEO Cyvers.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Grand Base sendiri telah mengkonfirmasi peretasan tersebut di media sosial. Mereka menyatakan bahwa tim sedang melacak dompet peretas dan secara aktif bekerja sama dengan bursa kripto terpusat (CEX) untuk membekukan dana hasil curian.
Baca juga: Developer Base Umumkan Rencana Peningkatan Performa Jaringan Base
Sebuah cuitan di akun Twitter Grand Base (@grandbase_fi) pada 15 April 2024 pukul 03:01:27 AM +UTC (sekitar pukul 18.59 WIB) berbunyi:
"Terjadi exploit pada 15 April pukul 03:01:27 AM +UTC. Karena alasan ini, kami mendesak semua anggota komunitas untuk menghindari kontrak ini karena tidak lagi aman. Seperti yang Anda lihat, kami telah diretas dan likuiditas (LP) telah terkuras. Kami sedang berupaya..."
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keamanan dalam dunia kripto. Tahun lalu saja, peretasan kripto merugikan industri hingga $2 miliar. Bahkan pada bulan Januari lalu, terjadi serangan siber besar-besaran yang merugikan pasar sebesar $50 juta.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi.
Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca juga:
Mengejutkan!! Memecoin di BASE Naik Daun!
Base Blockchain: Apa Itu dan Keunggulannya Dibandingkan Blockchain Lain
Mavia Bermitra dengan Base untuk Meningkatkan Ekosistemnya
Base Protocol Tembus Rp63,36 Triliun dalam TVL
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.