Bittime - Anthony Scaramucci, pendiri dan managing partner SkyBridge Capital, memprediksi harga Bitcoin (BTC) masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi lagi.
Target US$170.000 di Siklus Ini
Menurut Scaramucci, harga Bitcoin berpotensi mencapai US$170.000 pada siklus pasar saat ini. Tidak hanya itu, ia juga memperkirakan dalam jangka panjang, harga Bitcoin bisa mencapai setengah dari total nilai pasar emas global. Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran US$69.000.
Scaramucci menilai 10 ETF Bitcoin spot yang baru disetujui regulator sebagai "mesin penjual" yang efektif. ETF ini akan terus mendorong peningkatan permintaan Bitcoin dari investor ritel dan institusi.
Scaramucci bukan satu-satunya tokoh yang optimistis terhadap masa depan Bitcoin. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memprediksi kapitalisasi pasar keseluruhan sektor kripto dapat mencapai US$5 triliun pada akhir tahun 2024.
Cek Market Crypto Hari Ini:
Faktor Pendukung Kenaikan Bitcoin
Beberapa faktor yang diperkirakan akan mendorong kenaikan harga Bitcoin antara lain:
- Peluncuran ETF Bitcoin Spot: ETF ini memudahkan investor institusi untuk berinvestasi di Bitcoin.
- Halving Bitcoin yang Semakin Dekat: Peristiwa halving dipercaya dapat mengurangi pasokan Bitcoin di pasar, sehingga secara teori dapat mendorong kenaikan harga.
- Regulasi Kripto yang Lebih Jelas: Regulasi yang lebih jelas dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto.
- Meningkatnya Popularitas Bitcoin: Semakin banyaknya pemberitaan dan pembahasan mengenai Bitcoin dapat menarik minat investor baru.
Indikator Bollinger Band: Potensi Harga Bitcoin Naik 100%
Seorang analis teknikal dari TechDev menggunakan indikator Bollinger Band untuk memprediksi pergerakan harga Bitcoin.
Menurutnya, Bitcoin berpeluang mengalami kenaikan harga hingga 100% dalam waktu tiga bulan ke depan.
Baca Juga Cara Beli Crypto:
Apa itu Bollinger Band?
Bollinger Band adalah salah satu indikator yang umum digunakan dalam analisis teknikal untuk mengukur momentum dan volatilitas aset.
Secara garis besar, ketika harga menyentuh pita atas Bollinger Band, hal ini dapat mengindikasikan aset tersebut berada di wilayah overbought (terlalu dibeli).
Sebaliknya, jika harga menyentuh pita bawah, maka aset tersebut berpotensi oversold (terlalu dijual).
Namun, meski Bollinger Band merupakan indikator yang populer, perlu dicatat bahwa indikator ini lebih bersifat reaktif terhadap data historis harga dan volatilitas, bukan prediksi yang mutlak akurat.
Selain itu, keakuratan Bollinger Band juga bisa berbeda pada kondisi pasar bullish (naik) dan bearish (turun) yang ekstrem.
Cek Harga Crypto Hari Ini:
Cara Beli Crypto di Bittime
Kamu bisa beli dan jual aset crypto dengan cara yang mudah dan aman melalui Bittime. Bittime adalah satu aplikasi kripto terbaik di Indonesia yang sudah resmi terdaftar Bappebti.
Untuk bisa beli aset crypto di Bittime, pastikan kamu telah melakukan registrasi dan menyelesaikan verifikasi identitas. Selain itu, pastikan juga kalau kamu punya saldo yang cukup dengan melakukan deposit sejumlah dana ke wallet. Sekadar informasi, minimal pembelian aset di Bittime adalah Rp10.000. Setelah itu, barulah kamu bisa melakukan pembelian aset crypto di aplikasi. Belajar Panduan Lengkap Cara Beli Crypto di Bittime.
Pantau pergerakan grafik harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Baca Juga:
Apa Itu Bitcoin Halving dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Bitcoin?
Kenapa Harga Bitcoin Turun Setelah ETF Bitcoin Spot Disetujui?
Sinyal Ini Bisa Jadi Tanda Pembalikan Harga Bitcoin
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Bittime tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Komentar
0 komentar
Harap masuk untuk memberikan komentar.